Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

Imbauan Inspektorat Aceh Tenggara Kepada Pengulu dalam Pengelolaan Dana Desa

badge-check


					Imbauan Inspektorat Aceh Tenggara Kepada Pengulu dalam Pengelolaan Dana Desa Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Hasil Konfirmasi kepada Inspektur Kabupaten Aceh Tenggara Abd Kariman melalui Sekretaris Inspektorat Weldan Prahasandika Yuda selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). 

Weldan Prahasandika menyampaikan, bahwa terhadap kasus yang menimpa Pengulu Kute Jongar Asli Kecamatan Ketambe hingga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2022 dan 2023 pada hari Kamis, 31 Oktober 2024. 

” Ada dua hal yang perlu menjadi perhatian bagi kita bersama, pertama kita harus sampaikan agar pihak keluarga tetap sabar dalam menghadapi cobaan yang ada saat ini, selanjutnya yang kedua adalah bagi kita semua, khususnya rekan-rekan pengulu kedepan agar lebih memahami serta mempedomani aturan dan ketentuan terkait penggunaan dana desa hingga terhindar dari perbuatan melawan hukum.

Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara dalam hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah atau disingkat SPIP terus mendorong para pihak untuk menciptakan 5 (lima) unsur, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan pengendalian intern, 

Contohnya para pengulu untuk selalu berhati-hati dalam segala tahapan, mulai dari penyusunan dokumen perencanaan melalui musyawarah yang melibatkan para pihak, memastikan kesesuaian standar harga (agar tidak mark up) dalam setiap pengadaan dan/atau pembangunan pekerjaan fisik, mematuhi pola penarikan uang dari rekening desa sesuai dengan sistem elektronik perbankan dan selanjutnya melengkapi seluruh dokumen pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku. 

” Bila siklus pengendalian internal ini dilaksanakan dengan baik dan benar, InshaAllah akan jauh dari dugaan perbuatan melawan hukum, baik secara formil maupun materil. Ujar Weldan kepada harianpaparazzi.com, Minggu (03/11/2024) 

Sesuai dengan Pasal 17 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah memberikan amanat. 

Kepada kepala daerah untuk melakukan fungsi pembinaan dan pengawasan dengan dibantu oleh inspektorat daerah dan hal ini mungkin saja pimpinan daerah kedepan akan melakukan pemblokiran rekening desa sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan agar membatasi permasalahan yang lebih besar dan berpotensi kerugian yang semakin mendalam. 

Harapan kami dari Inspektorat kepada kita semua agar juga patuh menindaklanjuti berbagai temuan atas hasil pemeriksaan, salah satunya temuan atas pajak dana desa dan pajak-pajak lainnya yang merupakan kewajiban atas kita menggunakan uang dan fasilitas negara/daerah. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menguak Huntara Mangkrak di Lhok Puuk: Upah Tukang Tertahan, Korban Banjir Terkatung

20 April 2026 - 20:10 WIB

Kejari Aceh Timur Dalami Dugaan Pengalihan Lahan dan Tidak Setor PAD oleh KSO PT Wajar Corpora

17 April 2026 - 21:20 WIB

Kapolda Aceh Terima Audiensi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

17 April 2026 - 15:12 WIB

Pembukaan Lahan Sawit Masif Picu Banjir, Petani Menjerit Menanggung Kerugian

16 April 2026 - 17:08 WIB

Janji Bantuan Mengalir, Petani Menjerit Gagal Tanam di Aceh Utara

16 April 2026 - 15:18 WIB

Trending di Aceh