Menu

Mode Gelap
Puskesmas Muara Batu Bantah Isu Dokter Mangkir: “Pelayanan Tetap Berjalan, Tidak Ada Pasien Terlantar” Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu: Korban Banjir Aceh Utara Masih Menjerit Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank

Aceh

Dana Fiskal Aceh Utara 6 miliar , siap turunkan kemiskinan ekstrem dan stunting

badge-check


					Dana Fiskal Aceh Utara 6 miliar , siap turunkan kemiskinan ekstrem dan stunting Perbesar

Harian Paparazzi.com, Lhoksukon – Pemda Aceh Utara kali ini akan mencoba strategi menganding dana 19 miliar Rupiah bersumber dari dana desa (DD) guna mendukung Dana Insetif Fiskal (DIF) dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem, stunting dan menunjang infrastruktur desa.
PLT Badan Pengelolaan Keuangan Daeah (BPKAD) Aceh Utara, Nazar mengungkapkan, gambaran sementara pekerjaan untuk 3 biidang itu, mencakup dinas Kesehatan, Dinas PUPR, juga dinas pendidikan.
Namun hal ini akan dibicarakan kembali besama Pj Bupati, Setda dan satuan perangkat daerah usai pembahasan anggaran peubahan (APBK Perubahan) 2024, yang masih bejalan hingga saat ini, ujar nya.
Hal itu disampaikan Nazar kepada Harian Paparazzi,com, Sabtu (07/09) saat ditanyai rencana kucuran anggaran insetinf fiskal tersebut.
“Kita akui memang dana tersebut kecil bila kita membandingkan dengan luas daerah dan kebutuhan masing-masing satuan perangkat daerah, namun kita punya dana DD yang kita harapkan pembangunan nya mendukung kebijakan nasonal dalam rangka menurunkan kemiskanan ekstrem, stunting dan pembangunan fisik.”
Sementara itu Pj Bupati Mahyuzar menjelaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kali ini mendapatkan kucuran DIF sebesar Rp.6.164.206.000 untuk kategori percepatan belanja daerah. Pemamfaatan insetif tersebut akan diarakan ke sektor penurunan angka kemiskinan esktrem, stuntung dan infrastruktur.
“Alhamdulillah pada tahun 2024 ini kita kembali memperoleh dana insentif fiskal atas percepatan belanja daerah. Ini sebuah perhargaan dari pusat untuk Aceh Utara,”
Dari data Dinas Kesehatan Aceh Utara, perjuli 2024, menyebutkan terdapat 1.666 (Seribu enam ratus enam puluh enam) balita Stunting dari total 42.374 (Empat puluh dua ribu tiga ratus tujuh puluh empat) balita.
Angka ini Mengalami penurunan sebanyak 296 (dua ratus sembilan puluh enam) dari tahun 2023. Untuk saat ini Kecamatan Kuta Makmur, Pirak Timu, dan Nisam, di mana angka stuntingnya masih tinggi.
Sedangkan tahun 2023 terdapat 1.962 (Seribu sembilan enam puluh dua) balita menderita stunting dari jumlah balita 42.126 orang.
Untuk Data kemiskinan ekstrem merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan analisis Satgas Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kementerian Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Terjadi Penurunan angka kemiskinan ekstrem pada tahun 2023 menjadi sebesar 0,52 persen atau 3.350 jiwa bila dibandingkan dari tahun sebelumnya 2,94 persen atau 18.650 jiwa.
Sementara bila melihat kembali angka kemiskinan ekstrem tahun 2021 di Aceh Utara tercatat 2,65 persen atau berjumlah 16.620 jiwa.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada tahun sebelumnya juga menerima DIF sebesar Rp 11,4 Miliar untuk kategori penghapusan kemiskinan ekstrem Rp 5.538.967.000 dan kategori kinerja penggunaan produk dalam negeri Rp. 5.863.612.000. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koordinasi Lapangan Buruk Picu Konflik, Kadus Dipukul Warga, Penanganan Banjir Disorot

30 Maret 2026 - 13:32 WIB

Rivani Rizki Terpilih Sebagai Ketum POBSI Kota Lhokseumawe 2026-2030

30 Maret 2026 - 13:22 WIB

Puskesmas Muara Batu Bantah Isu Dokter Mangkir: “Pelayanan Tetap Berjalan, Tidak Ada Pasien Terlantar”

29 Maret 2026 - 20:34 WIB

Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu: Korban Banjir Aceh Utara Masih Menjerit

27 Maret 2026 - 21:52 WIB

Lansia Terlantar di Muara Batu: dr. Ima Suryani Tak Hadir, Antrean Mobile JKN Jadi “Zonk”!

27 Maret 2026 - 21:46 WIB

Trending di Aceh