Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

Pantai Bantayan: Harmoni Laut, Tradisi, dan Cinta pada Warisan Aceh

badge-check


					Pantai Bantayan: Harmoni Laut, Tradisi, dan Cinta pada Warisan Aceh Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Hamparan pasir putih sepanjang 800 meter itu tak hanya menyapa langkah pengunjung yang datang dari berbagai penjuru Aceh. Di balik riuhnya ombak dan langit biru yang memayungi Kecamatan Seunuddon, Pantai Bantayan menyimpan cerita, tentang harapan masyarakat pesisir, napas ekonomi lokal, hingga ikhtiar pemerintah menjaga warisan budaya di tanah Serambi Mekkah. Juli ini, titik kecil di peta Aceh itu kembali bersiap menerima ribuan pasang mata dalam Festival Bantayan 2025.

Dihelat pada 12 dan 13 Juli 2025, Festival Bantayan bukan sekadar ajang keramaian. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Dr. A. Murtala memastikan, festival ini menjadi ruang strategis pelestarian destinasi dan penggerak ekonomi kawasan pesisir timur. “Ini harus kita jadikan agenda tahunan,” tegas Murtala di hadapan kepala SKPK, OPD, tokoh adat hingga panitia pelaksana.

Bagi M. Nasir, Kepala Disporapar Aceh Utara, Festival Bantayan adalah wajah pariwisata daerah yang tak melulu tentang pantai. “Kita ingin tunjukkan bahwa Aceh Utara punya wisata gunung dan islami, bukan hanya bahari,” ujarnya. Ia memproyeksikan 500 hingga 3.000 pengunjung per hari, didukung penuh oleh UMKM dan instansi vital.

Puluhan pelaku UMKM juga menyambut momen ini sebagai angin segar. Sebagian bahkan mengusulkan jadwal festival diperpanjang menjadi sepekan penuh. “Produk-produk lokal kami butuh etalase yang lebih panjang,” ungkap salah satu pelaku usaha dari Seunuddon yang siap menampilkan anyaman tikar dan kopiah khas.

Tak hanya bazar, pertunjukan seni dan lomba permainan rakyat pun disiapkan. Ada tari tradisi dari pelajar sekolah, kerajinan dari Dekranas, hingga kuah lada sebagai ikon kuliner khas. Meski demikian, nilai-nilai adat dan syariat tetap dijaga. Kelompok Sadar Wisata Bantayan mengusulkan kegiatan hanya berlangsung hingga sore, sebagai bentuk penghormatan terhadap syariat Islam.

Bagi masyarakat pesisir, festival ini bukan euforia semata. Ia adalah panggung yang mereka ciptakan sejak 2013, ketika pantai itu belum bernama dan hanya dikelola dengan semangat gotong royong. “Bantayan bukan sekadar tempat, ini tentang identitas kami,” ujar salah satu tokoh gampong.

Kegiatan ini terverifikasi dalam agenda resmi Pemkab. Peran Disporapar, Disdag, Dekranas, hingga pelajar sekolah terkonfirmasi. Pihak kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat sudah diajak berdialog. Usulan pembatasan waktu festival malam hari juga sedang dikaji ulang.

Warga setempat mengatakan, di tengah arus modernisasi dan tuntutan digitalisasi wisata, Bantayan hadir sebagai pelajaran: bahwa daya tarik tak melulu tentang fasilitas mewah atau atraksi spektakuler. Kadang, cukup dengan laut yang jujur, rakyat yang tekun, dan warisan yang dijaga sebuah pantai bisa bicara lebih keras dari plang iklan. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Aceh Timur Dalami Dugaan Pengalihan Lahan dan Tidak Setor PAD oleh KSO PT Wajar Corpora

17 April 2026 - 21:20 WIB

Kapolda Aceh Terima Audiensi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

17 April 2026 - 15:12 WIB

Pembukaan Lahan Sawit Masif Picu Banjir, Petani Menjerit Menanggung Kerugian

16 April 2026 - 17:08 WIB

Janji Bantuan Mengalir, Petani Menjerit Gagal Tanam di Aceh Utara

16 April 2026 - 15:18 WIB

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Trending di Aceh