Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Pantai Bantayan: Harmoni Laut, Tradisi, dan Cinta pada Warisan Aceh

badge-check


Pantai Bantayan: Harmoni Laut, Tradisi, dan Cinta pada Warisan Aceh Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Hamparan pasir putih sepanjang 800 meter itu tak hanya menyapa langkah pengunjung yang datang dari berbagai penjuru Aceh. Di balik riuhnya ombak dan langit biru yang memayungi Kecamatan Seunuddon, Pantai Bantayan menyimpan cerita, tentang harapan masyarakat pesisir, napas ekonomi lokal, hingga ikhtiar pemerintah menjaga warisan budaya di tanah Serambi Mekkah. Juli ini, titik kecil di peta Aceh itu kembali bersiap menerima ribuan pasang mata dalam Festival Bantayan 2025.

Dihelat pada 12 dan 13 Juli 2025, Festival Bantayan bukan sekadar ajang keramaian. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Dr. A. Murtala memastikan, festival ini menjadi ruang strategis pelestarian destinasi dan penggerak ekonomi kawasan pesisir timur. “Ini harus kita jadikan agenda tahunan,” tegas Murtala di hadapan kepala SKPK, OPD, tokoh adat hingga panitia pelaksana.

Bagi M. Nasir, Kepala Disporapar Aceh Utara, Festival Bantayan adalah wajah pariwisata daerah yang tak melulu tentang pantai. “Kita ingin tunjukkan bahwa Aceh Utara punya wisata gunung dan islami, bukan hanya bahari,” ujarnya. Ia memproyeksikan 500 hingga 3.000 pengunjung per hari, didukung penuh oleh UMKM dan instansi vital.

Puluhan pelaku UMKM juga menyambut momen ini sebagai angin segar. Sebagian bahkan mengusulkan jadwal festival diperpanjang menjadi sepekan penuh. “Produk-produk lokal kami butuh etalase yang lebih panjang,” ungkap salah satu pelaku usaha dari Seunuddon yang siap menampilkan anyaman tikar dan kopiah khas.

Tak hanya bazar, pertunjukan seni dan lomba permainan rakyat pun disiapkan. Ada tari tradisi dari pelajar sekolah, kerajinan dari Dekranas, hingga kuah lada sebagai ikon kuliner khas. Meski demikian, nilai-nilai adat dan syariat tetap dijaga. Kelompok Sadar Wisata Bantayan mengusulkan kegiatan hanya berlangsung hingga sore, sebagai bentuk penghormatan terhadap syariat Islam.

Bagi masyarakat pesisir, festival ini bukan euforia semata. Ia adalah panggung yang mereka ciptakan sejak 2013, ketika pantai itu belum bernama dan hanya dikelola dengan semangat gotong royong. “Bantayan bukan sekadar tempat, ini tentang identitas kami,” ujar salah satu tokoh gampong.

Kegiatan ini terverifikasi dalam agenda resmi Pemkab. Peran Disporapar, Disdag, Dekranas, hingga pelajar sekolah terkonfirmasi. Pihak kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat sudah diajak berdialog. Usulan pembatasan waktu festival malam hari juga sedang dikaji ulang.

Warga setempat mengatakan, di tengah arus modernisasi dan tuntutan digitalisasi wisata, Bantayan hadir sebagai pelajaran: bahwa daya tarik tak melulu tentang fasilitas mewah atau atraksi spektakuler. Kadang, cukup dengan laut yang jujur, rakyat yang tekun, dan warisan yang dijaga sebuah pantai bisa bicara lebih keras dari plang iklan. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Oknum Kepala SD Negeri 4 Baktiya Aceh Utara Diduga Jual Aset Renovasi, Guru Sertifikasi Diperas

2 Maret 2026 - 00:21 WIB

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Trending di Aceh