Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

News

Restuardy Daud: Tantangan Daerah Harus Dijawab Lewat Perencanaan yang Tepat

badge-check


					Restuardy Daud: Tantangan Daerah Harus Dijawab Lewat Perencanaan yang Tepat Perbesar

Pekanbaru, harianpaparazzi.com – Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri menegaskan komitmennya dalam mengawal penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang selaras dengan arah kebijakan nasional.

Hal ini disampaikan langsung Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Restuardy Daud, saat memberi sambutan pada Musrenbang RPJMD Provinsi Riau Tahun 2025–2029, secara online, Senin, (30/06/2025).

Menurut Restuardy, Musrenbang bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi momen strategis untuk menyatukan visi pusat dan daerah.

“Pembangunan daerah harus menjadi bagian utuh dari pembangunan nasional, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014,” katanya.

Musrenbang RPJMD Provinsi Riau ini menjadi momen penting bagi Kemendagri untuk memastikan seluruh proses perencanaan benar-benar mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional.

Pihaknya mendorong agar RPJMD Prov Riau mampu mengakomodasi secara konkret berbagai agenda prioritas nasional, seperti Asta Cita Presiden, 17 Program Prioritas, hingga 83 Kegiatan Prioritas Utama dalam RPJMN 2025–2029.

Selain itu, Restuardy menekankan pentingnya dokumen perencanaan yang berbasis pada data dan indikator makro yang realistis dan terukur. Fokusnya: memperkuat daya saing ekonomi daerah, mengendalikan inflasi, serta memperluas akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

Restuardy juga menyoroti capaian positif Provinsi Riau, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terjaga, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran yang sudah di bawah rata-rata nasional.

Namun, tantangan tetap ada—terutama dalam penciptaan lapangan kerja berkelanjutan, peningkatan nilai tambah sektor ekonomi, serta penguatan pendidikan vokasi.

“Kebijakan daerah bisa jadi penggerak utama, baik melalui penyediaan fasilitas, pembebasan retribusi, maupun kolaborasi lintas sektor,” ujar Restuardy.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan bahwa lima tahun ke depan akan menjadi masa krusial bagi provinsinya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Sejumlah isu yang perlu segera diatasi, mulai dari kualitas SDM yang belum optimal, rendahnya nilai tambah ekonomi, keterbatasan infrastruktur, hingga ancaman degradasi lingkungan.

Sebagai respons, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan arah dan strategi pembangunan yang lebih fokus, khususnya dalam menangani kesenjangan antarwilayah, memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, dan meningkatkan akses serta kualitas layanan dasar.

“Kami ingin pembangunan tidak hanya tampak dari angka statistik, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Bamak Bakamanakan” Bikin Penonton Hening, Luka Pergeseran Adat Minang Naik ke Panggung

14 Mei 2026 - 18:44 WIB

Karya Tari “Ba Mamak Ba Kamanakan” Hadirkan Refleksi Hubungan Mamak dan Kemenakan

14 Mei 2026 - 06:53 WIB

Nahkoda Baru FORWAKA Medan Dilantik, Irfandi Dorong Hubungan Harmonis Pers dan APH

13 Mei 2026 - 17:33 WIB

54 Kilogram Sabu dan Ribuan Ekstasi Dimusnahkan, Polresta Deli Serdang Bongkar 150 Kasus Narkoba

12 Mei 2026 - 17:57 WIB

Ideologi Pembangunan Prabowo Jawaban untuk Kegelisahan di “Paradoks Indonesia”

12 Mei 2026 - 16:47 WIB

Trending di News