Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

News

Laka Lantas Saat Mudik Menurun, Tapi Tetap Jadi Alarm Kewaspadaan

badge-check


					Laka Lantas Saat Mudik Menurun, Tapi Tetap Jadi Alarm Kewaspadaan Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi – Libur panjang Idulfitri yang seharusnya penuh suka cita, masih diwarnai insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di sejumlah titik di Aceh Utara. Meskipun tren tahun ini menunjukkan penurunan dibandingkan sebelumnya, tetap saja luka, trauma, bahkan rujukan ke rumah sakit menjadi catatan penting. Dinas Kesehatan pun terus siaga di garis depan, memastikan layanan tetap berjalan tanpa kendala.

Selama masa cuti bersama Idulfitri 1446 hitjriah, Dinas Kesehatan Aceh Utara mencatat sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang ditangani di puskesmas-puskesmas. Data yang dihimpun menunjukkan mayoritas korban mengalami luka ringan, dengan sebagian kecil mengalami luka berat dan harus dirujuk ke rumah sakit.

“Tren kasus KLL (Kecelakaan Lalu Lintas) tahun ini menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari laporan yang masuk ke kami, sebagian besar hanya luka lecet,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM, M.Kes, saat diwawancarai.

Puskesmas Muara Batu mencatat 16 orang mengalami luka lecet dan satu orang mengalami trauma capitis. Puskesmas Tanah Pasir menangani enam pasien, lima di antaranya luka lecet, sementara satu lainnya mengalami luka robek di dahi. Puskesmas Cot Girek menangani tiga pasien luka ringan dan satu dirujuk karena luka berat. Sedangkan di Dewantara, dua korban luka lecet dan satu trauma capitis dilaporkan. Sementara itu, Puskesmas Lapang melaporkan nihil kasus KLL.

Menurut Jalaluddin, kecelakaan sebagian besar disebabkan oleh faktor human error, seperti kurangnya kehati-hatian dan kepatuhan pada rambu lalu lintas. Ia juga menyoroti faktor lingkungan seperti penerangan jalan dan kondisi infrastruktur sebagai penyumbang resiko.

Meski demikian, kesiapan posko layanan kesehatan dan fasilitas di seluruh Aceh Utara dinilai optimal. “Kami sudah siaga jauh hari sebelum libur. Tenaga medis kami atur secara shift, ambulance stand by, koordinasi dengan rumah sakit juga berjalan lancar,” lanjut Jalaluddin.

Dinas Kesehatan juga mengimbau para pemudik dan wisatawan yang masih berada di Aceh Utara untuk memanfaatkan pos layanan kesehatan terdekat, baik untuk pemeriksaan tensi, gula darah, maupun edukasi singkat tentang keselamatan di jalan.

“Keselamatan dan kesehatan itu utama. Kami siap melayani siapa pun yang membutuhkan, apalagi dalam situasi mudik seperti ini,” pungkasnya. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Forum Forkopimda Langkat Jadi Ruang Damai, Perselisihan Saling Lapor Disepakati Selesai Secara Musyawarah

19 April 2026 - 13:15 WIB

Tagihan Mengendap, Keringanan Tersendat, Korban Banjir Dibayangi Beban Listrik

18 April 2026 - 11:31 WIB

Aksi Jum’at Berkah di Dolok Pop, Satresnarkoba Berbagi dan Edukasi Bahaya Narkoba

10 April 2026 - 16:05 WIB

Besok Aksi Warga Podomoro Deli Medan, Tuntut Kejelasan Sertifikat dan Lonjakan IPL

8 April 2026 - 23:00 WIB

Lebih dari Sekadar Profit, Rudianto Ajak Warga Brohol Bangun Masa Depan

8 April 2026 - 22:54 WIB

Trending di News