Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

News

Laka Lantas Saat Mudik Menurun, Tapi Tetap Jadi Alarm Kewaspadaan

badge-check


					Laka Lantas Saat Mudik Menurun, Tapi Tetap Jadi Alarm Kewaspadaan Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi – Libur panjang Idulfitri yang seharusnya penuh suka cita, masih diwarnai insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di sejumlah titik di Aceh Utara. Meskipun tren tahun ini menunjukkan penurunan dibandingkan sebelumnya, tetap saja luka, trauma, bahkan rujukan ke rumah sakit menjadi catatan penting. Dinas Kesehatan pun terus siaga di garis depan, memastikan layanan tetap berjalan tanpa kendala.

Selama masa cuti bersama Idulfitri 1446 hitjriah, Dinas Kesehatan Aceh Utara mencatat sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas yang ditangani di puskesmas-puskesmas. Data yang dihimpun menunjukkan mayoritas korban mengalami luka ringan, dengan sebagian kecil mengalami luka berat dan harus dirujuk ke rumah sakit.

“Tren kasus KLL (Kecelakaan Lalu Lintas) tahun ini menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari laporan yang masuk ke kami, sebagian besar hanya luka lecet,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM, M.Kes, saat diwawancarai.

Puskesmas Muara Batu mencatat 16 orang mengalami luka lecet dan satu orang mengalami trauma capitis. Puskesmas Tanah Pasir menangani enam pasien, lima di antaranya luka lecet, sementara satu lainnya mengalami luka robek di dahi. Puskesmas Cot Girek menangani tiga pasien luka ringan dan satu dirujuk karena luka berat. Sedangkan di Dewantara, dua korban luka lecet dan satu trauma capitis dilaporkan. Sementara itu, Puskesmas Lapang melaporkan nihil kasus KLL.

Menurut Jalaluddin, kecelakaan sebagian besar disebabkan oleh faktor human error, seperti kurangnya kehati-hatian dan kepatuhan pada rambu lalu lintas. Ia juga menyoroti faktor lingkungan seperti penerangan jalan dan kondisi infrastruktur sebagai penyumbang resiko.

Meski demikian, kesiapan posko layanan kesehatan dan fasilitas di seluruh Aceh Utara dinilai optimal. “Kami sudah siaga jauh hari sebelum libur. Tenaga medis kami atur secara shift, ambulance stand by, koordinasi dengan rumah sakit juga berjalan lancar,” lanjut Jalaluddin.

Dinas Kesehatan juga mengimbau para pemudik dan wisatawan yang masih berada di Aceh Utara untuk memanfaatkan pos layanan kesehatan terdekat, baik untuk pemeriksaan tensi, gula darah, maupun edukasi singkat tentang keselamatan di jalan.

“Keselamatan dan kesehatan itu utama. Kami siap melayani siapa pun yang membutuhkan, apalagi dalam situasi mudik seperti ini,” pungkasnya. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi SMSI Batu Bara–Kejari: Sinergi Hukum dan Pengembangan SDM untuk Kemajuan Daerah

14 Januari 2026 - 16:00 WIB

Universitas Mercu Buana Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke 11 Desa Terdampak Banjir Bandang di Aceh

10 Januari 2026 - 17:36 WIB

Bupati Batu Bara Raih Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

8 Januari 2026 - 12:07 WIB

Informasi Penanganan Banjir Aceh Utara Tak Satu Pintu, Publik Bingung di Tengah Krisis Kemanusiaan

24 Desember 2025 - 19:57 WIB

Bantuan Tepat Sasaran Kodim 0208/Asahan Tuai Apresiasi dari Masyarakat Agam

22 Desember 2025 - 11:50 WIB

Trending di News