Lhoksukon, Harianpaparazzi – Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di peisisr Aceh Utara, manajemen perusahaan air minum daerah, mengakui membutuhkan anggara puluhan miliar pergantian pipa distribusi utama. Biaya besar itu, dicoba sikapi dengan pemenuhan produksi air galon.
Direktur Utama Imran, ST, kepada awak media, mengatakan, pipa di jalur pesisir, sebagian besar korosi dan hanya akan membuat kerugian bila pihak perusahaan tetap mensuplai air bersih ke kawasan itu.
“ Bayangkan sejak rehab rekon pasca Stunami Aceh, mulai dari ulee rubek timur, Ulee Rubek Barat, Lhok Puuk kecamatan Seunuddon belum lagi kecamatan Lapang, begitu juga ke kawasan lacok kecamatan Bayu. Pipa sepajang jalur itu belum sekalipun kita lakukan pergantian. Bila kita paksakan, kita yang mengalami kerugian 50 persen, karena air akan hilang di tengah jalan.”
Menyikapi, akan kebutuhan air bersih, perusahaan plat merah itu, tengah menciptakan kemasan air galon, botol hingga ukuran gelas, yang siap distribusi ke seluruh kecamatan. Tak tanggung-tanggung Imran, berencana menggandeng seluruh Geuchik untuk bekerjsama memasarkan produk tersebut.
Diyakini, dengan begitu masyarakat daerah ini, akan menikmati air bersih siap minum. Soal harga pihaknya, siap bersiang dengan produk lokal dan nasional. Untuk saat ini, pihaknya tengah menunggu Izin kementrian SNI dari kementrian perdagangan.
Saat, diskusi berlangsung senin (17/12), seorang wartawan bertanya, apakah PDAM diperbolehkan berbisnis dengan produk air isi ulang dengan tidak melanggar aturan, Hal ini itu baginya tidak akan menimbulkan persoalan hukum dikemudian hari, karena selama ini usaha perusahaan menjual air bersih ke masyarakat.
Dalam pertemuan dengan insan pers, perusahaan yang bari di komandoinya, tengah berbenah dan inovasi terus di kembangkan. Namun Dirut tidak menjelaskan, apakah selama ini pemda masih menyertakan modal usaha. Tetapu lanjutnya, upaya memberikan kontribusi dalam bentuk PAD belum dilakukan. Walau begitu ungkapnya, keuangan perusahaan dalam keadaan sehat.
Program lain tengah digadang-gadangnya salah satunya apa disebut-sebut wisata kolam.
“ kami akan buka wisata kolam ini kepada masyarakat ramai, dan ini masih tahap peyelesaian, air kolam kami, air yang selalu kami saring berulang ulang, dan masyarakat tentunya tidak perlu ragu dengan sistem treatmen kami. “
Soal, pendistribusian, pihaknya berjanji akan terus memacu pelayanan prima kepada pelanggan. Kendati, di tahun ini diperkirakan tunggakan pelanggan hampir menebus angka 1 miliar, sementara pemasukan iuran dari pelanggan 16 miliar rupiah. Soal kapasitas, kekuatan perusahaan itu menyuplai air sebesar 600 liter perdetik, dimana cakupannya 13 kecamatan.
Perusahaan Titra Pase, saat ini memiliki karyawan 150 orang, di mana para perkeja menerima gaji perbulannya 2 juta rupiah. Menurutnya, gaji ini standar UMR Aceh, dan jauh lebih baik saat ini dibanding sebelum dirinya menjabat. (firdaus)