Menu

Otomatis
Breaking News

Aceh

Kajari Aceh Tenggara Tetapkan Kepala Desa Jongar Asli Tersangka Kasus Korupsi

badge-check

Kajari Aceh Tenggara Tetapkan Kepala Desa Jongar Asli Tersangka Kasus Korupsi Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara (Agara) menetapkan Jumarin Sopi, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2022 dan 2023. Pada Kamis, 31 Oktober 2024 kemarin.

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Lilik Setiyawan melalui Kepala Seksi Intelijen, Deddi Maryadi, menyebutkan, Tersangka Jumarin Sopi  merupakan kepala Desa Jongar Asli, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara yang diangkat pada tahun 2021 dan aktif hingga saat ini.

Deddi menjelaskan, Penetapan tersangka tersebut berawal dari laporan masyarakat Nomor : 07.lst/Laporan /2024 Tanggal 9 Mei 2024 terkait indikasi penyimpangan Pengelolaan Dana Desa Kute Jongar Asli Tahun Anggaran 2022 dan Tahun 2023.

Menindak lanjuti laporan tersebut, kemudian Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara mengeluarkan surat perintah tugas Nomor : SP.TUG-02/L.1.20/Dek.1/03/2024 Tanggal 24 Juni 2024 untuk dilakukan Puldata dan Pulbaket.

Kemudian melakukan klarifikasi terhadap pihak – pihak terkait untuk selanjutnya dilimpahkan ke bidang tindak pidana khusus untuk dilakukan penyelidikan berdasarkan surat perintah penyelidikan Nomor PRINT-02/L.1.20/Fd.1/07/2024 Tanggal 25 Juli 2024.

Berikutnya, Karena ditemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana,  selanjutnya Kejari Agara meningkatkan status pemeriksaan dari penyelidikan ke tahap penyidikan dengan dikeluarkan Surat Perintah Penyidikan NOMOR : PRINT-01/L.1.20/Fd.1/08/2024 Tanggal 30 Agustus 2024.

Untuk dilakukan penyidikan perkara tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyelewengan dalam pengelolaan keuangan Desa/Kute Jongar Asli, Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara.

Setelah dilakukan pemeriksaan di tahap penyidikan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara. Penyidik menemukan Alat bukti yang membuat terang suatu perbuatan pidana, kemudian melakukan penetapan dan Penahanan terhadap tersangka.

“Untuk total kerugian keuangan Negara diperkirakan sebesar Rp. 637.490.000 dari anggaran tahun 2022 dan 2023,” tutupnya. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Bakal Jadi Tersangka, Mantan Plt Dirut RSU Cut Meutia Diperiksa Kejari Terkait Dana BLUD

22 Sep 2026 - 20:14 WIB

Diduga Bakal Jadi Tersangka, Mantan Plt Dirut RSU Cut Meutia Diperiksa Kejari Terkait Dana BLUD

Oknum Danramil 10 Tanah Luas Diduga Titip Program Pengadaan HT, Kuras Uang Desa Rp111 jt

22 Sep 2026 - 19:36 WIB

Oknum Danramil 10 Tanah Luas Diduga Titip Program Pengadaan HT, Kuras Uang Desa Rp111 jt

Residivis Asal Toba Ditangkap Polres Taput Bawa Sabu 7 Gram

22 Sep 2026 - 19:31 WIB

Residivis Asal Toba Ditangkap Polres Taput Bawa Sabu 7 Gram

Pagar Gudang Bulog Lhokseumawe Diduga Gunakan Besi Bekas, Kepala Gudang Bulog: Kewenangan Pusat untuk Menjawab

21 Sep 2026 - 14:55 WIB

Pagar Gudang Bulog Lhokseumawe Diduga Gunakan Besi Bekas, Kepala Gudang Bulog: Kewenangan Pusat untuk Menjawab

DJ di Medan Ditangkap Bawa 100 Pod Getar, Polisi Kejar Dua Pemasok

21 Sep 2026 - 11:42 WIB

DJ di Medan Ditangkap Bawa 100 Pod Getar, Polisi Kejar Dua Pemasok
Trending di Kriminal