Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

Advertorial

Ratusan Pelajar Padati Venue Cabor Terbang Layang PON XXI di Bandara Malikussaleh

badge-check


					Ratusan Pelajar Padati Venue Cabor Terbang Layang PON XXI di Bandara Malikussaleh Perbesar

Muara Batu, harianpaparazzi.com – Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah memadati venue cabang olahraga (Cabor) Terbang Layang PON XXI Aceh-Sumut di Bandara Malikussaleh, Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, pada Selasa, 10 September 2024.

Rombongan pelajar yang datang pada pagi hari, masing-masing dari MAN 3 Aceh Utara, MIS Ulee Reuleung Dewantara dan TK Angkasa Buket Rata Lhokseumawe.

Mereka tiba di depan Bandara Malikussaleh lengkap dengan seragam sekolah, turut didampingi oleh para guru. Setelah melapor kepada Panitia Pelaksana, mereka kemudian difasilitasi untuk masuk ke venue yang berada dalam areal bandara, sekaligus lokasi pertandingan cabor aerosport Terbang Layang.

Setiap sekolah difasilitasi secara bergantian untuk mendapatkan penjelasan tentang olahraga terbang layang. Panitia juga menjelaskan tentang pelaksanaan PON tahun 2024, yang berlangsung di dua Provinsi, yaitu di Aceh dan Sumatera Utara.

“Even olahraga tingkat nasional ini sudah dibuka tadi malam oleh Bapak Presiden kita Joko Widodo di stadion di Kota Banda Aceh. Ada yang nonton nggak tadi malam, ada siaran live di YouTube dan di Tivi, juga ada acara nonton bareng di kecamatan-kecamatan,” jelas Armansyah SKM, salah satu panitia.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa olahraga terbang layang bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan berani dan tidak takut dengan ketinggian. Di sini ada dua pesawat, yaitu satu pesawat bermesin dan satu lagi pesawat tidak bermesin yang disebut dengan glider.

“Nah, atletnya naik di pesawat tidak bermesin. Untuk bisa terbang glider itu ditarik oleh pesawat bermesin. Di ketinggian awan di sana dilepas. Kalian berani nggak jadi atlet, ini pesawatnya tidak bermesin loh,” kata Arman disambut antusias para siswa.

Setelah mendapatkan penjelasan tentang olahraga terbang layang, para siswa kemudian difasilitasi untuk swafoto maupun foto bersama di depan pesawat atlet.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Panitia karena telah mengizinkan kami masuk ke sini, bisa foto-foto dan melihat langsung arena pertandingan pesawat terbang layang. Ini sangat luar biasa sekali, kita belum pernah melihat perlombaan olahraga pakek pesawat seperti ini,” ungkap Susi Juliana, guru MIS Ulee Reuleung.

Ketua Panitia Letkol Lek Farid Nazmi, ST MSc memandu para siswa yang hendak mengenal lebih jauh tentang terbang layang, sembari mengadakan kuis. Hal ini disambut sangat gembira oleh anak-anak, mereka berebut hendak menjawab pertanyaan. Apalagi panitia turut memberikan hadiah kepada siswa yang menjawab dengan benar. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Aceh Utara Desak BPJS Tunda Penerapan Desil, Prioritaskan Akses Berobat Warga Pascabanjir

14 Mei 2026 - 12:32 WIB

Strategi Bupati Aceh Utara Amankan Lumbung Pangan di Tengah Ancaman Kemarau

13 Mei 2026 - 23:58 WIB

Bupati Aceh Utara Perkuat Komitmen Peningkatan Kinerja Daerah di Ajang Nasional Kemakna

12 Mei 2026 - 15:04 WIB

RSU Cut Meutia Terapkan MTBS untuk Balita Sakit Secara Komprehensif

26 Juni 2025 - 14:07 WIB

RSU Cut Meutia Gencarkan Edukasi Pasien di Ruang Tunggu

18 Juni 2025 - 14:04 WIB

Trending di Advertorial