Harianpaparazzi.com, Lhokseumawe – Pengawasan terhadap pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara, menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah pasien terlihat keluar-masuk ruang perawatan dan berada di kantin rumah sakit tanpa pendampingan petugas, Kamis (6/11/2026) siang.
Berdasarkan pantauan wartawan Harian Paparazi.com, beberapa pasien yang masih mengenakan gelang identitas rumah sakit terlihat berada di kantin untuk membeli makanan. Bahkan, seorang pasien tampak keluar dari area perawatan seorang diri tanpa didampingi petugas medis.
Di lokasi tersebut, pasien terlihat menikmati makanan dan minuman. Selain itu, seorang pria juga tampak merokok di sekitar area kantin rumah sakit.
Saat dikonfirmasi wartawan mengenai aktivitasnya di luar ruang perawatan, salah seorang pasien mengaku hanya ingin membeli makanan ringan. Pasien tersebut juga mengaku tidak mengetahui adanya larangan untuk keluar dari ruang perawatan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait pengawasan dan keselamatan pasien yang masih menjalani rawat inap.
Pasalnya, pasien yang masih dalam masa perawatan semestinya mendapatkan pengawasan sesuai dengan kondisi kesehatannya. Aktivitas di luar ruang perawatan tanpa pendampingan berpotensi menimbulkan risiko apabila kondisi pasien belum memungkinkan untuk beraktivitas secara mandiri.
Sorotan terhadap pelayanan rumah sakit tersebut muncul di tengah peringatan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, yang sebelumnya memberikan waktu tiga bulan kepada manajemen RS Cut Meutia untuk melakukan pembenahan pelayanan.
Peringatan tersebut disampaikan saat pelantikan Direktur RS Cut Meutia. Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan tidak akan segan mengganti direktur apabila pelayanan rumah sakit tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Waktu tiga bulan saya berikan untuk membenahi pelayanan di rumah sakit. Kalau tidak berubah juga, saya siap ganti direktur RS itu,” tegasnya.
Sementara itu, seorang warga Lhokseumawe yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan turut menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, pengawasan terhadap pasien rawat inap seharusnya menjadi bagian penting dari standar pelayanan rumah sakit.
“Ini memalukan. Bagaimana kalau sekarang saja pasien rawat inap bebas berkeliaran dan merokok di kantin, bagaimana nantinya,” ujarnya.
Wartawan Harian Paparazi.com pada Jumat (6/11/2026) telah berupaya meminta klarifikasi kepada Direktur RS Cut Meutia terkait pasien yang terlihat berada di kantin serta penerapan pengawasan terhadap pasien rawat inap.
Namun, hingga berita ini ditulis, pihak direktur belum memberikan keterangan maupun tanggapan terkait temuan tersebut.
(Firdaus)





