Catatan: Marudut Nainggolan (Penasehat PWI Bonapasogit)
Tak lah berlebihan bila tersimpulkan ku relung sanubari teman jurnalis di organisasi Serikat Media Siber Indonesia atau SMSI Kabupaten Tapanuli Utara dihangatkan oleh sebuah kata “sukses” pada agenda pengukuhan pengurus periode 2026-2029.
Gempuran guyuran hujan di bumi Tarutung, Selasa (26/10/2029) tak menyurutkan semangat anggota SMSI khususnya panitia mengemban tanggungjawab untuk kesuksesan agenda penting siang hari itu.
Semangat semakin menyeruak dan terpancar tatkala orang nomor satu di pemerintahan Taput hadir disana.
Hengki Lumbantobing selaku penanggungjawab perhelatan,tampil di podium sebagai mengawali proses pelantikan yang dipandu Douglas Lumbantobing.
“Ada keinginan kami selaku pemegang mandat pelaksanaan Muskablub bertemu dengan Bupati Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi, tetapi kami berfikir lebih jauh, biarlah ketua terlantik yang kemudian menemui bapak bupati untuk menyampaikan apa dan bagaimana SMSI hadir di Tapanuli Utara”.
Bagi aku, apa yang terucap dari bung Hengky Lumbantobing sebuah penyampaian sarat makna positif dalam perjalanan organisasi SMSI kedepan dibawah kepemimpinan Johnson M Silaban.
Aku yang hadir karena terpanggil oleh naluri jurnalistik bukan sebagai rombongan PWI yang justru pernah aku pimpin itu, atau tidak dengan selembar undangan panitia, sekali lagi hadir terpanggil untuk meliput agenda besar teman seprofesi yang bergabung di SMSI Taput.
Menjadi kebanggaan tersendiri pula bagi aku dimana mengawali laporannya, Hengky Lumbantobing ada menyebut deretan nama yang ia dihormati sebagai senior diantaranya termasuk aku. “thanks bung Hengky”.
Kembali ke kehadiran JTP sapaan akrab Bupati Taput , aku pastikan menjadi pendongkrak semangat anggota SMSI menjalankan profesi sebagai pelaku kontrol sosial.
Dari yang aku tahu, organisasi wartawan yang pernah aku bidani, dua kali menghelat kegiatan akbar di tengah kepemimpinan JTP, eh sekalipun beliau tak pernah hadir secara langsung.
Tak lah berlebihan bila aku menyebut, adalah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi teman jurnalis di SMSI dengan kehadiran nomor satu di Tapanuli Utara.
Ada catatan penting bagi aku dari rangkaian sambutan Bupati JTP menyikapi fungsi jurnalis dalam perjalanan pemerintahan.
Ia mengatakan dinamika politik masa lalu tak boleh lagi menghambat kemitraan. “Mari kita hapus sekat-sekat pasca pilkada” ajaknya. “Kalimat pendek ini tentu mengandung makna cukup berarti”
JTP menyebut organisasi pers selain SMSI ada PWI, SPRI dan KaWan yang justru hadir di perhelatan tersebut.
Sebagai kekuatan pilar ke empat, bagaimana organisasi ini boleh berkolaborasi membangun Tapanuli Utara tanpa menghilangkan fungsi sosial kontrol, kata bupati.
“Nah ini Bu Donna Situmeang yang aku percayakan sebagai Kadis Kominfo, aku tunggu gebrakan, bagaimana organisasi pers ini semakin solid ” kata JTP.
Jujur sebagai jurnalis untuk melengkapi sebuah informasi wajarnya aku memintai pendapat Kadis Kominfo yang hadir bersama Bupati, terkait tantangan tersebut.
Tetapi terlepas dari situ, aku boleh memastikan bahwa apa yang disampaikan JTP tentu sudah menjadi “PR” yang musti ditindak lanjuti oleh Donna Situmeang.
Bagi aku, “tantangan” yang dialamatkan kepada Kadis Kominfo Donna Situmeang justru boleh jadi kebanggaan tersendiri pula bagi teman -teman jurnalis di SMSI.
Seorang JTP yang menjadi sapaan akrab Bupati Taput justru mencetuskan sebuah “perintah’ atau sebut saja tantangan kepada Kadis Kominfo di perhelatan organisasi wartawan yang disebut Serikat Media Siber Indonesia Tapanuli Utara. (*)





