Menu

Mode Gelap
BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar

News

Teater Sawah “Rahim Negeriku” di Desa Saentis Angkat Krisis Pangan dan Budaya Wiwitan

badge-check


					Teater Sawah “Rahim Negeriku” di Desa Saentis Angkat Krisis Pangan dan Budaya Wiwitan Perbesar

Deli Serdang — Harianpaparazzi.com | Area persawahan di Lorong Tempel, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, berubah menjadi ruang pertunjukan terbuka lewat pementasan Teater Sawah bertajuk Rahim Negeriku, Minggu (24/5/2026). Pertunjukan ini sukses menyita perhatian masyarakat karena menghadirkan isu krisis pangan, ketahanan sawah, dan budaya lokal dalam balutan seni pertunjukan yang kuat dan emosional.

Pementasan Rahim Negeriku menghadirkan pengalaman artistik berbeda. Hamparan sawah dijadikan panggung utama untuk menyampaikan pesan tentang kondisi pangan saat ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian di tengah arus pembangunan dan perubahan zaman.

Karya ini disutradarai oleh Elwida Yuwitri dengan dukungan artistik dari Kariman Siregar sebagai koreografer. Pertunjukan memadukan unsur teater, gerak tubuh, musik, hingga simbol budaya lokal yang dikemas secara kontekstual dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui konsep Teater Sawah, para penonton tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga diajak membaca ulang relasi manusia dengan tanah, pangan, dan tradisi. Nilai budaya wiwitan yang mulai jarang dikenal generasi muda turut diangkat sebagai bagian penting dari identitas masyarakat agraris.

Pertunjukan berlangsung di tengah area persawahan aktif. Situasi tersebut memperkuat suasana emosional sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang berbeda dari pertunjukan teater pada umumnya. Penonton terlihat antusias mengikuti jalannya pertunjukan hingga selesai.

Selain menjadi ruang ekspresi seni, Rahim Negeriku juga menjadi bentuk kritik sosial terhadap kondisi pertanian dan ancaman berkurangnya lahan sawah produktif. Pesan tentang ketahanan pangan disampaikan secara halus melalui bahasa artistik yang mudah dipahami publik.

Pementasan ini sekaligus menunjukkan bahwa seni pertunjukan di Sumatera Utara terus berkembang dengan pendekatan kreatif dan relevan terhadap isu sosial masyarakat. Teater Sawah di Desa Saentis menjadi bukti bahwa ruang budaya dapat tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan kehidupan warga. (GS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Film Suamiku Lukaku Gelar Aktivasi Fun Run dan Car Free Day untuk Angkat Isu Mental Health

24 Mei 2026 - 21:14 WIB

Satresnarkoba Sisir THM Deli Serdang, Empat Pengunjung Diamankan

24 Mei 2026 - 19:38 WIB

Ambulans PP Batu Bara Bergerak Cepat, Jenazah Lansia Dipulangkan ke Kampung Halaman

22 Mei 2026 - 19:45 WIB

Kwala Gunung Menjelang Petang: Polisi Datang, Bong Langsung Jadi Barang Bukti

21 Mei 2026 - 11:14 WIB

Door Stop Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang: 28 Kasus Terungkap, 860 Gram Sabu dan 40 Batang Ganja Disita

20 Mei 2026 - 22:23 WIB

Trending di News