Menu

Mode Gelap
Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara

Aceh

Blackout Sumatera Lumpuhkan Pelayanan Air Bersih di Aceh Tamiang, 30 Ribu Pelanggan Terdampak

badge-check


					Blackout Sumatera Lumpuhkan Pelayanan Air Bersih di Aceh Tamiang, 30 Ribu Pelanggan Terdampak Perbesar

Aceh Tamiang, Harianpaparazzi.com — Pemadaman listrik interkoneksi Sumatera yang terjadi sejak Jumat malam menyebabkan pelayanan air bersih Perumda Air Minum Tirta Tamiang lumpuh total, khususnya di wilayah Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang.

Akibat gangguan tersebut, sekitar 30 ribu pelanggan di Kabupaten Aceh Tamiang hingga Sabtu (23/05) siang belum dapat menikmati pasokan air bersih.

Dampak gangguan mulai dirasakan di berbagai fasilitas umum, mulai dari SPBU, cafe hingga rumah warga yang bergantung pada distribusi PDAM.

Di SPBU Karang Baru misalnya, sejumlah pengendara dari luar daerah mengeluhkan tidak tersedianya air bersih di toilet umum.

“Kami singgah mau ke toilet, ternyata tidak ada air. Padahal fasilitas seperti ini sangat dibutuhkan pengendara,” ujar salah seorang warga.

Warga juga mengeluhkan kondisi pelayanan air bersih yang disebut sering terganggu, terutama pada pagi dan siang hari.

Sementara itu, sejumlah pemilik cafe di Kota Kuala Simpang mengaku kecewa karena pelanggan tidak dapat menggunakan fasilitas kamar mandi akibat bak penampungan air kosong.

“Sudah sekitar tujuh jam tidak ada air. Tamu banyak datang minum kopi, tetapi kamar mandi kosong,” ujar salah seorang pemilik cafe.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang, Juanda, mengatakan lumpuhnya pelayanan air bersih disebabkan padamnya listrik interkoneksi Sumatera sejak pukul 23.00 WIB yang berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) Karang Baru.

Menurutnya, selain faktor listrik, sedimentasi lumpur yang menumpuk di kanal intake juga menyebabkan air baku dari Sungai Tamiang tidak dapat masuk ke instalasi pengolahan air.

“Pelayanan lumpuh total karena sedimentasi lumpur di kanal terlalu tebal sehingga air baku tidak bisa masuk ke WTP,” kata Juanda, Sabtu (23/05).

Ia mengakui selama ini operasional perusahaan masih bergantung penuh pada pasokan listrik PLN.

Sementara genset cadangan milik perusahaan disebut rusak akibat banjir dan hingga kini belum diperbaiki.

“Kami sudah mengajukan permohonan pinjam alat berat ke Dinas PUPR Aceh Tamiang, tetapi sampai siang ini belum ada bantuan, sehingga pembersihan lumpur dilakukan secara manual,” ujarnya.

Juanda menambahkan, sambungan distribusi air kepada pelanggan di Kecamatan Karang Baru mulai terputus sejak pukul 07.00 WIB pagi.

Meski demikian, tujuh unit WTP lainnya di sejumlah kecamatan dipastikan masih beroperasi normal.

Ia memastikan gangguan panjang seperti kali ini baru pertama kali terjadi dan pihaknya sedang berupaya menormalkan kembali distribusi air bersih dalam beberapa jam ke depan.

Sebagai informasi, Perumda Air Minum Tirta Tamiang mengoperasikan delapan unit WTP yang tersebar di sejumlah kecamatan, meliputi Semadam, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Rantau, Bendahara dan Seruway. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RSUD Cut Meutia Aceh Utara Berhasil Lakukan Tindakan Pasang Ring Jantung pada Tujuh Pasien

23 Mei 2026 - 09:47 WIB

SMK Negeri 1 Baktiya Barat Terima Dana Revitalisasi Rp4,8 Miliar Pascabanjir

22 Mei 2026 - 17:09 WIB

BBM di SPBU Karang Baru Kosong, Warga Kuala Simpang Resah dan Terpaksa Beli Eceran

21 Mei 2026 - 11:51 WIB

Pemkab Agara Akan Serahkan SK PPPK Paruh Waktu Senin Depan

20 Mei 2026 - 19:38 WIB

Muhammad Zubir Dikukuhkan Jadi Kaprodi HTN STAI Nusantara

20 Mei 2026 - 17:03 WIB

Trending di Aceh