Menu

Mode Gelap
Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal Abu Doto Pergi, Jejak Perdamaian yang Ia Tinggalkan Tetap Hidup di Aceh Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers

Aceh

Aceh–Jawa Tengah Perkuat Sinergi, Targetkan Transaksi Ekonomi Tembus Rp1 Triliun

badge-check


					Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Banda Aceh, Kamis (23/4) Perbesar

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Banda Aceh, Kamis (23/4)

Banda Aceh, Harianpaparazzi.com — Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mempererat kerja sama strategis lintas sektor dalam sebuah pertemuan penting yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis (23/4).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, bersama jajaran pejabat utama, serta Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang datang bersama delegasi dari Pemprov Jateng.

Momentum ini ditandai dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri dan perdagangan, investasi dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga ketahanan pangan.

Tak tanggung-tanggung, kolaborasi ini diproyeksikan mampu mendorong nilai transaksi ekonomi hingga mencapai Rp1,065 triliun—sebuah angka yang mencerminkan optimisme besar dari kedua belah pihak dalam membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Dalam sambutannya, Muzakir Manaf menegaskan bahwa kolaborasi antar daerah menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Ia menyoroti berbagai potensi unggulan Aceh, seperti sektor pertanian, kelautan, perdagangan, hingga pariwisata berbasis budaya dan religi, yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan melalui sinergi lintas wilayah.

“Kerja sama ini bukan sekadar simbolis, tetapi harus mampu melahirkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan memperkuat pembangunan nasional,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya konsep collaborative government dalam menghadapi tantangan pembangunan modern. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi untuk memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini menjadi kunci agar potensi daerah bisa dimaksimalkan bersama, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkapnya.

Ke depan, kedua provinsi sepakat untuk tidak berhenti pada kerja sama ini saja. Sinergi akan terus diperluas ke berbagai sektor strategis lainnya, sebagai fondasi kuat menuju kemajuan bersama yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kabar Pemutusan Kontrak KSO Sudah Beredar, Mengapa Surat Resmi Masih Belum Terbit?

20 Juni 2026 - 22:55 WIB

Bantuan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir Rp1 Triliun Mulai Disalurkan, 99 Ribu Jiwa Terima Jadup

19 Juni 2026 - 19:16 WIB

Dukung Pelestarian Ekosistem, PHE NSO Tanam Ratusan Mangrove dan Tebar 700 Bibit Kepiting

18 Juni 2026 - 14:58 WIB

Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana

17 Juni 2026 - 14:43 WIB

DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal

15 Juni 2026 - 19:20 WIB

Trending di Aceh