LHOKSEUMAWE, Harianpaparazzi.com – Suasana di Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, mendadak mencekam setelah terjadi konflik internal warga yang berujung pada aksi pemukulan terhadap seorang Kepala Dusun (Kadus).
Informasi yang dihimpun harianmpaparazi, Senin (30/3/2026), kericuhan dipicu oleh ketidakjelasan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) serta penanganan korban banjir di wilayah tersebut. Warga yang merasa haknya belum terpenuhi meluapkan kekecewaan kepada perangkat desa.
Ketidaksinkronan Data Picu Ketegangan
Ketegangan diduga bermula dari adanya ketidaksinkronan antara data bantuan dengan kondisi di lapangan. Situasi ini diperparah oleh minimnya komunikasi antar pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana.
Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, langkah penanganan yang tidak terkoordinasi dengan baik memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Masalah ini bukan hanya soal bantuan, tapi bagaimana komunikasi di lapangan tidak berjalan baik sehingga menimbulkan konflik antarwarga,” ujar seorang sumber.
Kadus Jadi Korban Amuk
Akibat situasi yang memanas, seorang Kepala Dusun menjadi sasaran kemarahan warga. Persoalan Jadup dan data rumah terdampak banjir yang belum jelas disebut sebagai pemicu utama insiden tersebut.
Warga menilai, lambatnya kejelasan terkait bantuan membuat emosi masyarakat tidak terkendali hingga berujung pada tindakan kekerasan.
Desakan Transparansi dan Evaluasi Penanganan
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Desa Mesjid Punteut masih diliputi ketegangan. Masyarakat berharap adanya kejelasan, transparansi, serta perbaikan sistem koordinasi dalam penanganan pascabencana agar kejadian serupa tidak terulang.
Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan resmi guna meredam situasi dan mengembalikan kondusivitas di tengah masyarakat.
(Tri Nugroho Panggabean)







