Menu

Mode Gelap
Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya Data Bencana Simpang Siur, Camat Cot Girek Sebut Satu Korban Tewas, Pemkab Aceh Utara Masih Nihil Laporan Jiwa Perlintasan Simpang Durian Kembali Berduka, Pejalan Kaki Tewas Disambar Kereta Api Aceh Tengah Masuki Masa Transisi Pemulihan, Kerugian Pascabencana Tembus Rp6,9 Triliun BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

Aceh

Koordinasi Lapangan Buruk Picu Konflik, Kadus Dipukul Warga, Penanganan Banjir Disorot

badge-check


					Koordinasi Lapangan Buruk Picu Konflik, Kadus Dipukul Warga, Penanganan Banjir Disorot Perbesar

LHOKSEUMAWE, Harianpaparazzi.com – Suasana di Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, mendadak mencekam setelah terjadi konflik internal warga yang berujung pada aksi pemukulan terhadap seorang Kepala Dusun (Kadus).

Informasi yang dihimpun harianmpaparazi, Senin (30/3/2026), kericuhan dipicu oleh ketidakjelasan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) serta penanganan korban banjir di wilayah tersebut. Warga yang merasa haknya belum terpenuhi meluapkan kekecewaan kepada perangkat desa.

Ketidaksinkronan Data Picu Ketegangan

Ketegangan diduga bermula dari adanya ketidaksinkronan antara data bantuan dengan kondisi di lapangan. Situasi ini diperparah oleh minimnya komunikasi antar pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana.

Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, langkah penanganan yang tidak terkoordinasi dengan baik memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Masalah ini bukan hanya soal bantuan, tapi bagaimana komunikasi di lapangan tidak berjalan baik sehingga menimbulkan konflik antarwarga,” ujar seorang sumber.

Kadus Jadi Korban Amuk

Akibat situasi yang memanas, seorang Kepala Dusun menjadi sasaran kemarahan warga. Persoalan Jadup dan data rumah terdampak banjir yang belum jelas disebut sebagai pemicu utama insiden tersebut.

Warga menilai, lambatnya kejelasan terkait bantuan membuat emosi masyarakat tidak terkendali hingga berujung pada tindakan kekerasan.

Desakan Transparansi dan Evaluasi Penanganan

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Desa Mesjid Punteut masih diliputi ketegangan. Masyarakat berharap adanya kejelasan, transparansi, serta perbaikan sistem koordinasi dalam penanganan pascabencana agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan resmi guna meredam situasi dan mengembalikan kondusivitas di tengah masyarakat.

(Tri Nugroho Panggabean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dalam Rangka Menyambut Milad UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, FEBI Gelar PKM Berkolaborasi dengan IAEB

7 Juni 2026 - 14:20 WIB

Data Bencana Simpang Siur, Camat Cot Girek Sebut Satu Korban Tewas, Pemkab Aceh Utara Masih Nihil Laporan Jiwa

6 Juni 2026 - 15:59 WIB

Korban Banjir Aceh Tamiang Menanti Realisasi Bantuan, Huntara dan Pemulihan Ekonomi Jadi Harapan Utama

5 Juni 2026 - 19:03 WIB

Satgas PPA Seret Dugaan Kejanggalan Kantor Bupati dan Gedung DPRK Aceh Timur ke Ranah Hukum

5 Juni 2026 - 18:56 WIB

3.373 KK Kehilangan Rumah, Pemulihan Aceh Tengah Masih Bergantung Perbaikan Infrastruktur

5 Juni 2026 - 16:24 WIB

Trending di Aceh