Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

Aceh

Relawan Pemko Lhokseumawe Menyapu Luka Warga Miskin di Ujong Pacu

badge-check


					Relawan Pemko Lhokseumawe Menyapu Luka Warga Miskin di Ujong Pacu Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com — Lumpur cokelat masih menempel di dinding rumah-rumah reyot di Dusun C, Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu. Bekas banjir itu tidak hanya merendam lantai, tapi juga menyisakan kelelahan dan putus asa bagi warga miskin yang tak punya apa-apa selain rumah sederhana yang kini nyaris tak layak huni.

Selasa (30/12/2025) siang, harapan itu datang bersama suara cangkul, sekop, dan sapu. Puluhan Relawan Kemanusiaan Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe turun langsung membersihkan rumah-rumah warga yang tertimbun endapan lumpur setinggi hampir satu meter.

Rumah-rumah itu milik warga miskin yang setelah banjir surut, tak memiliki tenaga, biaya, maupun alat untuk membersihkan sisa bencana.

Di bawah terik matahari, para relawan bekerja tanpa banyak bicara. Lumpur diangkut, lantai disiram, dinding digosok. Sesekali terdengar canda kecil, tapi lebih sering hening—hening yang sarat empati.

“Kami bergerak setelah mendapat arahan langsung dari Bapak Wali Kota Lhokseumawe. Fokus kami rumah masyarakat miskin yang paling terdampak dan paling membutuhkan,” ujar Habibillah, S.E., Koordinator Relawan Kemanusiaan Pemko Lhokseumawe yang juga Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL), di sela kegiatan.

Menurutnya, sebelum turun ke lapangan, relawan lebih dulu berkoordinasi dengan camat dan kepala dusun untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Yang kami bersihkan bukan sekadar rumah, tapi ruang hidup mereka agar bisa kembali ditempati,” katanya.

Pembersihan berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Enam jam yang melelahkan, namun berarti besar bagi warga. Bagi sebagian keluarga, hari itu adalah pertama kalinya mereka bisa kembali masuk ke rumah sendiri setelah banjir.

Seorang warga lanjut usia terlihat duduk di sudut halaman, memperhatikan relawan bekerja. Matanya berkaca-kaca. Rumah kecilnya sempat nyaris tak bisa dibedakan dari kubangan lumpur. Kini, meski belum sepenuhnya pulih, ada harapan untuk kembali hidup normal.

Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilakukan di sejumlah titik lain, seperti Pasar Geudong di Kecamatan Samudera dan Meunasah Blang Pria di Desa Paya Rabo, Kecamatan Sawang. Relawan Pemko Lhokseumawe juga menjalin koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Polres Lhokseumawe, untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

Banjir memang telah surut. Namun bagi warga miskin, dampaknya masih panjang. Di Dusun C, Ujong Pacu, gotong royong hari itu menjadi bukti bahwa bencana tak selalu menyisakan kehancuran—kadang juga melahirkan solidaritas.

Di antara lumpur yang dibersihkan, ada martabat yang dipulihkan. Ada rumah yang kembali bernyawa. Dan ada pesan sederhana yang terasa kuat mereka tidak sendirian. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejari Aceh Timur Dalami Dugaan Pengalihan Lahan dan Tidak Setor PAD oleh KSO PT Wajar Corpora

17 April 2026 - 21:20 WIB

Kapolda Aceh Terima Audiensi Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

17 April 2026 - 15:12 WIB

Pembukaan Lahan Sawit Masif Picu Banjir, Petani Menjerit Menanggung Kerugian

16 April 2026 - 17:08 WIB

Janji Bantuan Mengalir, Petani Menjerit Gagal Tanam di Aceh Utara

16 April 2026 - 15:18 WIB

“Paktam” Harus Dievaluasi: Konten TikTok di Jam Dinas dan Informasi Keliru Ancam Citra Bupati Aceh Utara

11 April 2026 - 23:50 WIB

Trending di Aceh