Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

News

200 Hipnoterapis Profesional BNSP Terjun ke Sumatra Agar Dapat Membantu Pulihkan Trauma Korban Bencana

badge-check


					200 Hipnoterapis Profesional BNSP Terjun ke Sumatra Agar Dapat Membantu Pulihkan Trauma Korban Bencana Perbesar

Jakarta, harianpaparazzi.com – Sebanyak 200 hipnoterapis profesional yang telah berlisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI) akan diturunkan ke tempat-tempat pengungsian di kawasan bencana alam di Pulau Sumatra.
Langkah ini merupakan inisiatif cepat dari Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Hipnotis Indonesia (DPP PKHI) untuk membantu pemulihan mental korban terdampak bencana banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.

Pengiriman tenaga hipnoterapis ke Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara akan segera dilakukan menunggu izin dari pihak berwenang setempat. Layanan pemulihan mental ini dijanjikan akan diberikan secara aman, terstandar, dan profesional.

​Keterangan ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP PKHI, Avifi Arka, PhD, didampingi Sekretaris Umum DPP PKHI Dr. Fauzan Asmara, M.Psi, dan Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat DPP PKHI, Joko Purnomo, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat malam (5/12/2025).

​Membangkitkan Mental dan Harapan
​Avifi Arka menegaskan bahwa tantangan terbesar pascabencana bukanlah sekadar membangun kembali bangunan yang runtuh, melainkan membangkitkan kembali mental dan harapan masyarakat yang tengah rapuh.
​“Shock, kehilangan arah, kesedihan mendalam, hingga trauma psikologis adalah beban yang tidak kasat mata namun sangat terasa,” ujar Avifi.

​Ia secara khusus menyoroti kondisi masyarakat Aceh, di mana bencana kali ini berpotensi membangkitkan memori kolektif terkait tragedi besar Tsunami Aceh 2004.
“Trauma lama bertemu luka baru, sehingga pemulihan mental menjadi kebutuhan mendesak yang tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

​Menurut Avifi, musibah yang meruntuhkan rumah, merusak harta benda, dan mengubah kehidupan masyarakat dalam sekejap ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga menekan berat ketahanan mental para korban.

PKHI menyampaikan rasa duka mendalam dan berkomitmen untuk bergerak membantu pemulihan melalui dukungan psikososial pascabencana.

PKHI dan Kemitraan Pemerintah
​Sebagai upaya untuk berperan aktif dalam bidang Mental Health nasional, PKHI telah bermitra dengan berbagai kementerian Republik Indonesia, di antaranya, Kementerian Kesehatan RI (KEMENKES RI)
​Kemendikmen RI, Kementerian Sosial RI (KEMENSOS RI)  dan ​Kementerian Ketenagakerjaan RI (KEMNAKER RI).

​PKHI memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan psikososial pascabencana, termasuk pada peristiwa Gempa bumi di Pulau Lombok, Tsunami di Palu, Gempa bumi di Cianjur, Erupsi Gunung Merapi, dan berbagai peristiwa kemanusiaan lainnya.

Pengalaman ini menjadi modal penting untuk memastikan pelayanan berjalan profesional, sistematis, dan sesuai standar nasional.
​PKHI Buka Donasi Finansial dan Layanan Hipnoterapi Gratis.

​Sebagai bentuk kepedulian, PKHI membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi melalui dua bentuk donasi, yaitu ​DONASI FINANSIAL, Dana akan dialokasikan untuk kebutuhan darurat, pemulihan warga terdampak, serta mendukung relawan PKHI di lapangan.

“Tak ada donasi yang terlalu kecil karena setiap rupiah adalah napas baru bagi mereka yang sedang berjuang bangkit,” tulis PKHI dalam keterangan pers.

​Hipnoterapis PKHI akan turun memberikan pendampingan psikososial, stabilisasi emosi pascabencana, dan sesi hipnoterapi tanpa biaya untuk mengurangi trauma, kecemasan, dan tekanan psikologis.

​PKHI meyakini, memulihkan jiwa adalah bagian penting dari memulihkan kehidupan. Kehadiran donasi dan bantuan ini adalah pesan bahwa harapan masih ada, dan bahwa bangsa ini tidak pernah membiarkan saudaranya berjuang sendirian.

​PKHI akan terus bergerak bersama para relawan, pemerintah daerah, BNPB, serta lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya untuk memastikan pemulihan masyarakat berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Universitas Mercu Buana Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke 11 Desa Terdampak Banjir Bandang di Aceh

10 Januari 2026 - 17:36 WIB

Bupati Batu Bara Raih Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

8 Januari 2026 - 12:07 WIB

Informasi Penanganan Banjir Aceh Utara Tak Satu Pintu, Publik Bingung di Tengah Krisis Kemanusiaan

24 Desember 2025 - 19:57 WIB

Bantuan Tepat Sasaran Kodim 0208/Asahan Tuai Apresiasi dari Masyarakat Agam

22 Desember 2025 - 11:50 WIB

FWK : Pejabat Jangan Antikritik, Pers Selalu Hadir Untuk Kepentingan Publik

21 Desember 2025 - 09:58 WIB

Trending di News