Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Harga Gas Subsidi 3 Kg Melonjak di Aceh Utara, Warga Miskin Terus Mengeluh

badge-check


Harga Gas Subsidi 3 Kg Melonjak di Aceh Utara, Warga Miskin Terus Mengeluh Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com – Warga Kecamatan Syamtalira Bayu, terutama di Gampong Balai, terus mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram yang mereka beli di pangkalan dan kios. Kenaikan harga yang tidak sesuai ketetapan pemerintah ini dinilai memberatkan rumah tangga miskin yang menjadi sasaran utama program subsidi.

Harga resmi LPG 3 kg yang ditetapkan pemerintah adalah Rp18 ribu per tabung. Namun di lapangan, warga menyebut harga di pangkalan mencapai Rp20 ribu.

Sedangkan di kios-kios kecil beberapa Daerah melonjak hingga Rp 22-30 ribu. Kondisi ini berlangsung sejak lama dan dianggap sebagai bentuk lemahnya pengawasan distribusi.

Pantauan wartawan di Gampong Balai menunjukkan antrean warga di depan pangkalan LPG sejak. Meskipun pasokan baru tiba, tabung gas cepat habis dan tidak semua warga berhasil mendapatkan bagian. Ironisnya, kios-kios di sekitar desa justru tetap memiliki stok dengan harga lebih tinggi.

“Kadang kami sudah antre lama, tapi tetap tidak dapat. Katanya habis, tapi di kios masih banyak,” ujar seorang warga, Selasa (18/11/2025).

Selain masalah harga, warga juga menyoroti penyaluran gas subsidi yang dianggap tidak tepat sasaran. Sejumlah rumah tangga mampu disebutkan ikut membeli dan menyimpan lebih dari satu tabung LPG 3 kg, sementara warga kurang mampu justru sering pulang dengan tangan kosong.

Regulasi Kementerian ESDM menegaskan bahwa LPG 3 kg diperuntukkan hanya bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro. Namun lemahnya pengawasan di tingkat pangkalan dinilai membuat aturan tersebut tidak berjalan optimal.

Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan pengawasan ketat terhadap pangkalan dan jalur distribusi agar harga kembali sesuai HET serta subsidi tepat sasaran.

“Yang penting kami bisa beli sesuai harga resmi dan tidak sulit lagi dapat gas,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga tersebut.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Penanganan Sampah Kayu Pascabencana Aceh Tertahan Administrasi, Satgas Diminta Tunggu Kejelasan

22 Februari 2026 - 09:54 WIB

Trending di Aceh