Menu

Mode Gelap
Belum Genap Sebulan, Kades dan Perangkat Desa Taput akan Bimtek di Medan  BUMDes Merugi, Tim Inspektorat Taput akan Monitoring 5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

Aceh

Harga Gas Subsidi 3 Kg Melonjak di Aceh Utara, Warga Miskin Terus Mengeluh

badge-check

Harga Gas Subsidi 3 Kg Melonjak di Aceh Utara, Warga Miskin Terus Mengeluh Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com – Warga Kecamatan Syamtalira Bayu, terutama di Gampong Balai, terus mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram yang mereka beli di pangkalan dan kios. Kenaikan harga yang tidak sesuai ketetapan pemerintah ini dinilai memberatkan rumah tangga miskin yang menjadi sasaran utama program subsidi.

Harga resmi LPG 3 kg yang ditetapkan pemerintah adalah Rp18 ribu per tabung. Namun di lapangan, warga menyebut harga di pangkalan mencapai Rp20 ribu.

Sedangkan di kios-kios kecil beberapa Daerah melonjak hingga Rp 22-30 ribu. Kondisi ini berlangsung sejak lama dan dianggap sebagai bentuk lemahnya pengawasan distribusi.

Pantauan wartawan di Gampong Balai menunjukkan antrean warga di depan pangkalan LPG sejak. Meskipun pasokan baru tiba, tabung gas cepat habis dan tidak semua warga berhasil mendapatkan bagian. Ironisnya, kios-kios di sekitar desa justru tetap memiliki stok dengan harga lebih tinggi.

“Kadang kami sudah antre lama, tapi tetap tidak dapat. Katanya habis, tapi di kios masih banyak,” ujar seorang warga, Selasa (18/11/2025).

Selain masalah harga, warga juga menyoroti penyaluran gas subsidi yang dianggap tidak tepat sasaran. Sejumlah rumah tangga mampu disebutkan ikut membeli dan menyimpan lebih dari satu tabung LPG 3 kg, sementara warga kurang mampu justru sering pulang dengan tangan kosong.

Regulasi Kementerian ESDM menegaskan bahwa LPG 3 kg diperuntukkan hanya bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro. Namun lemahnya pengawasan di tingkat pangkalan dinilai membuat aturan tersebut tidak berjalan optimal.

Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan pengawasan ketat terhadap pangkalan dan jalur distribusi agar harga kembali sesuai HET serta subsidi tepat sasaran.

“Yang penting kami bisa beli sesuai harga resmi dan tidak sulit lagi dapat gas,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga tersebut.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tokoh Masyarakat Darul Ihsan Desak Pemerintah Segera Legalkan Pengelolaan Sumur Minyak Rakyat

19 Juli 2026 - 19:16 WIB

Konflik Cot Girek Memasuki Titik Kritis, Nasib 500 Pekerja dan Perpanjangan HGU Berkejaran dengan Waktu

17 Juli 2026 - 22:52 WIB

Latih Kesiapsiagaan, PHE NSO Edukasi Anak Desa Kuala Cangkoi Tanggap Bencana

16 Juli 2026 - 19:24 WIB

Sukseskan Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Sekolah TK Al Jabal Nur

16 Juli 2026 - 12:34 WIB

5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

14 Juli 2026 - 12:38 WIB

Trending di Aceh