Menu

Mode Gelap
Perlintasan Simpang Durian Kembali Berduka, Pejalan Kaki Tewas Disambar Kereta Api Aceh Tengah Masuki Masa Transisi Pemulihan, Kerugian Pascabencana Tembus Rp6,9 Triliun BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap

Aceh

Harga Gas Subsidi 3 Kg Melonjak di Aceh Utara, Warga Miskin Terus Mengeluh

badge-check


					Harga Gas Subsidi 3 Kg Melonjak di Aceh Utara, Warga Miskin Terus Mengeluh Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com – Warga Kecamatan Syamtalira Bayu, terutama di Gampong Balai, terus mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram yang mereka beli di pangkalan dan kios. Kenaikan harga yang tidak sesuai ketetapan pemerintah ini dinilai memberatkan rumah tangga miskin yang menjadi sasaran utama program subsidi.

Harga resmi LPG 3 kg yang ditetapkan pemerintah adalah Rp18 ribu per tabung. Namun di lapangan, warga menyebut harga di pangkalan mencapai Rp20 ribu.

Sedangkan di kios-kios kecil beberapa Daerah melonjak hingga Rp 22-30 ribu. Kondisi ini berlangsung sejak lama dan dianggap sebagai bentuk lemahnya pengawasan distribusi.

Pantauan wartawan di Gampong Balai menunjukkan antrean warga di depan pangkalan LPG sejak. Meskipun pasokan baru tiba, tabung gas cepat habis dan tidak semua warga berhasil mendapatkan bagian. Ironisnya, kios-kios di sekitar desa justru tetap memiliki stok dengan harga lebih tinggi.

“Kadang kami sudah antre lama, tapi tetap tidak dapat. Katanya habis, tapi di kios masih banyak,” ujar seorang warga, Selasa (18/11/2025).

Selain masalah harga, warga juga menyoroti penyaluran gas subsidi yang dianggap tidak tepat sasaran. Sejumlah rumah tangga mampu disebutkan ikut membeli dan menyimpan lebih dari satu tabung LPG 3 kg, sementara warga kurang mampu justru sering pulang dengan tangan kosong.

Regulasi Kementerian ESDM menegaskan bahwa LPG 3 kg diperuntukkan hanya bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro. Namun lemahnya pengawasan di tingkat pangkalan dinilai membuat aturan tersebut tidak berjalan optimal.

Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera melakukan pengawasan ketat terhadap pangkalan dan jalur distribusi agar harga kembali sesuai HET serta subsidi tepat sasaran.

“Yang penting kami bisa beli sesuai harga resmi dan tidak sulit lagi dapat gas,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga tersebut.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korban Banjir Aceh Tamiang Menanti Realisasi Bantuan, Huntara dan Pemulihan Ekonomi Jadi Harapan Utama

5 Juni 2026 - 19:03 WIB

Satgas PPA Seret Dugaan Kejanggalan Kantor Bupati dan Gedung DPRK Aceh Timur ke Ranah Hukum

5 Juni 2026 - 18:56 WIB

3.373 KK Kehilangan Rumah, Pemulihan Aceh Tengah Masih Bergantung Perbaikan Infrastruktur

5 Juni 2026 - 16:24 WIB

Kantor Operasional BSI dan Gedung SPKT Polda Aceh Beroperasi di Gedung Baru

4 Juni 2026 - 19:41 WIB

Revitalisasi Sekolah Rp192 Miliar Disorot, Wakil Bupati Minta Dugaan Penyimpangan Dilaporkan ke APH

4 Juni 2026 - 16:02 WIB

Trending di Aceh