Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

News

PT PEMA Klarifikasi Isu Panas: Tidak Ada Sulfur yang Hilang, Semua Data Terbukti Akurat

badge-check


					PT PEMA Klarifikasi Isu Panas: Tidak Ada Sulfur yang Hilang, Semua Data Terbukti Akurat Perbesar

Banda Aceh, Harianpaparazzi.com – PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) memberikan klarifikasi sekaligus bantahan tegasterhadap pemberitaan yang menyoroti dugaan maladministrasidan hilangnya sulfur dari Pelabuhan Kuala Langsa. Tuduhanbahwa sulfur hasil kerja sama antara PT Medco E&P Malakadan PT PEMA disebut “raib” serta adanya aktivitas “truk-truktronton yang meluncur ke Medan setiap malam” adalah tidakbenar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta lapangan.

Fakta Kuantitas dan Stok Sulfur

Klaim mengenai hilangnya stok sulfur (stockpile) di Pelabuhan Kuala Langsa sepenuhnya bersifat spekulatif. Berdasarkan data logistik dan catatan inventaris harian PT PEMA, stok sulfur di lokasi tersebut tetap stabil dan tidak menunjukkan adanyaperubahan signifikan dari hari ke hari.

“Di Stok Stabil: Berdasarkan data logistik dan inventaris hariankami, stok sulfur yang ada di Pelabuhan Kuala Langsa tidakmenunjukkan adanya perubahan signifikan dari hari ke hari. Jika terjadi kegiatan pemuatan besar-besaran seperti yang diberitakan, hal itu pasti akan tercermin dalam pengurangandrastis pada catatan stok. Bukti fisik dan catatan inventaris kami membuktikan bahwa stok berada dalam jumlah yang wajar dan terpantau,” ujar Rahmat Riski, Manager Teknikal dan OperasiPT PEMA.

Lebih lanjut, PT PEMA menegaskan bahwa tidak adapengiriman sulfur baru dari fasilitas produksi PT Medco E&P Malaka ke stockpile Kuala Langsa setelah periode turn around (perawatan besar). Oleh karena itu, mustahil terjadi kegiatanpemuatan sulfur dalam volume besar ke truk-truk bermuatan 25–30 ton seperti yang dituduhkan, karena stok yang ada saat inimerupakan stok yang masih terpantau dan tercatat sebelumperiode tersebut.

Bantahan atas pemberitaan Pengiriman ke Medan, PT PEMA juga dengan tegas membantah tuduhan mengenai adanyaaktivitas pengangkutan sulfur menggunakan truk-truk tronton keMedan pada malam hari berasal dari stockpile kuala langsa.

PT PEMA memastikan tidak ada kegiatan pemuatan sulfur yang sedang berlangsung dari Pelabuhan Kuala Langsa menujuMedan. kita meminta seluruh pihak agar melakukan verifikasidan konfirmasi ke kita dulu dan kita juga mendorong untukmenunjukkan bukti valid seperti dokumen manifest pengiriman, rekaman CCTV, atau saksi kredibel yang dapat menguatkanklaim tersebut. Hal ini supaya tidak ada informasi yang tidakbenar dan menyesatkan publik.

PT PEMA berkomitmen untuk menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dalam setiap kegiatan operasionalnya.

“kami mempertanyakan segala bentuk pemberitaan yang tidakberdasar dan menimbulkan fitnah kepada PT PEMA. dan kalaupun terbukti ada pencurian atau ada yang tidak sesuaiterhadap sulfur stockpile kuala langsa kami tidak akan tinggaldiam dan akan memproses hal tersebut kepada pihak yang berwenang.” tutup Rahmat Riski.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Forum Forkopimda Langkat Jadi Ruang Damai, Perselisihan Saling Lapor Disepakati Selesai Secara Musyawarah

19 April 2026 - 13:15 WIB

Tagihan Mengendap, Keringanan Tersendat, Korban Banjir Dibayangi Beban Listrik

18 April 2026 - 11:31 WIB

Aksi Jum’at Berkah di Dolok Pop, Satresnarkoba Berbagi dan Edukasi Bahaya Narkoba

10 April 2026 - 16:05 WIB

Besok Aksi Warga Podomoro Deli Medan, Tuntut Kejelasan Sertifikat dan Lonjakan IPL

8 April 2026 - 23:00 WIB

Lebih dari Sekadar Profit, Rudianto Ajak Warga Brohol Bangun Masa Depan

8 April 2026 - 22:54 WIB

Trending di News