Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

CSR PEMA Diduga Mengalir ke Trisakti, Publik Desak KPK Segera Bertindak!

badge-check


CSR PEMA Diduga Mengalir ke Trisakti, Publik Desak KPK Segera Bertindak! Perbesar

BANDA ACEH, Harianpaparazzi.com – PT Pembangunan Aceh (PEMA) kembali menjadi sorotan tajam. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang seharusnya mengalir untuk rakyat Aceh, justru diduga bocor keluar daerah. Lebih mengejutkan lagi, dana itu dipakai untuk mendukung acara Dies Natalis ke-60 Universitas Trisakti di Jakarta – kampus almamater Direktur Utama PEMA, Mawardi Nur.

Dokumen pencairan senilai Rp20 juta sudah beredar luas. Di dalamnya, tercatat persetujuan dari jajaran direksi PEMA. Fakta ini memantik amarah publik: atas dasar apa uang rakyat Aceh dipakai untuk pesta ulang tahun kampus Jakarta? Apakah ini sekadar CSR atau modus halus gratifikasi terselubung?

Kecurigaan makin tajam karena jejak konflik kepentingan begitu gamblang. Mawardi Nur adalah alumni Trisakti. Publik pun menuding keras: dana CSR ini bukan lagi kepentingan rakyat Aceh, melainkan nostalgia pribadi sang direktur.

“CSR itu bukan celengan pribadi. Itu uang publik yang wajib kembali ke masyarakat Aceh. Kalau dialirkan ke luar daerah, apalagi untuk kampus pribadi direktur, ini sudah jelas aroma korupsi! KPK jangan tidur, segera turun tangan!” tegas Tri Nugroho Pengabean, Koordinator Satgas Percepatan Pembangunan Aceh.

Bukan sekali ini PEMA jadi sorotan. Di bawah kendali Mawardi Nur, publik sudah muak dengan jejak skandal: bonus jumbo untuk direksi, transaksi miliaran rupiah yang mencurigakan, hingga laporan ke PPATK dan KPK. Kini, kebocoran CSR ke Trisakti hanya menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan uang rakyat.

“Polanya terang benderang. Ada bonus, ada transaksi gelap, kini CSR dipakai untuk Dies Natalis. Ini bukan lagi salah urus, tapi dugaan sistematis menggerogoti uang rakyat Aceh. Kalau KPK masih diam, sama saja membiarkan perampokan berjamaah di tubuh PEMA,” kecamnya.

Sampai berita ini diturunkan, direksi PEMA bungkam. Tapi gelombang desakan publik kian membesar: KPK harus segera membuka penyelidikan, menelusuri aliran dana, dan memeriksa semua pihak yang terlibat. Rakyat Aceh tidak boleh lagi jadi korban kebocoran di perusahaan daerah yang seharusnya menjadi tumpuan ekonomi.( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Oknum Kepala SD Negeri 4 Baktiya Aceh Utara Diduga Jual Aset Renovasi, Guru Sertifikasi Diperas

2 Maret 2026 - 00:21 WIB

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Trending di Aceh