Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

News

Kemendagri Dorong UMKM dan Pertashop Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

badge-check


					Kemendagri Dorong UMKM dan Pertashop Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Perbesar

Bandung, harianpaparazzi.com – Kementerian Dalam Negeri menegaskan komitmennya dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong akselerasi program Pertashop sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah dan ketahanan energi nasional.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Restuardy Daud, yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri dalam Musyawarah Nasional I SPRINDO Migas 2025 di Bandung, Selasa (19/8) lalu.

Pada forum yang mengusung tema “UMKM Tangguh, Kontribusi Nyata untuk Kemandirian Bangsa yang Berkelanjutan” tersebut, Restuardy menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi 61 persen terhadap PDB atau setara Rp9.580 triliun, serta menyerap 117 juta tenaga kerja.

“Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan akses pembiayaan dan layanan keuangan formal. Oleh karena itu, Kemendagri mendorong sinergi pemerintah daerah dengan sektor jasa keuangan, OJK, serta lembaga terkait untuk memperluas dukungan finansial dan meningkatkan inklusi keuangan,” terang Restuardy, dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (21/8/2025).

Selain isu UMKM, forum ini juga menyoroti perkembangan Pertashop yang sejak 2021 tumbuh pesat hingga mencapai 6.600 outlet pada awal 2024.

“Kehadiran Pertashop bukan hanya memastikan pemerataan akses energi hingga pelosok desa, tetapi juga berpotensi menjadi sentra ekonomi lokal dengan memperluas layanan ke produk lain seperti LPG, pelumas, dan minimarket. Restuardy menegaskan, percepatan perizinan usaha Pertashop terus menjadi perhatian, meski masih ada kendala di daerah,” imbuh Restuardy.

Isu lain yang turut mengemuka adalah perlunya penyesuaian formula margin Pertamax agar pengusaha Pertashop tetap terdorong menjual dalam jumlah optimal.

Di samping itu, permasalahan kredit macet yang dihadapi pelaku usaha di sektor ini akan difasilitasi melalui koordinasi lintas kementerian dan DPR RI, sementara peningkatan armada distribusi Pertamina dinilai mendesak untuk menjamin ketersediaan pasokan ke pelosok daerah.

Restuardy Daud menegaskan bahwa penguatan UMKM di bidang energi dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. “Forum Munas SPRINDO Migas diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi multipihak, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemerataan energi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Bamak Bakamanakan” Bikin Penonton Hening, Luka Pergeseran Adat Minang Naik ke Panggung

14 Mei 2026 - 18:44 WIB

Karya Tari “Ba Mamak Ba Kamanakan” Hadirkan Refleksi Hubungan Mamak dan Kemenakan

14 Mei 2026 - 06:53 WIB

Nahkoda Baru FORWAKA Medan Dilantik, Irfandi Dorong Hubungan Harmonis Pers dan APH

13 Mei 2026 - 17:33 WIB

54 Kilogram Sabu dan Ribuan Ekstasi Dimusnahkan, Polresta Deli Serdang Bongkar 150 Kasus Narkoba

12 Mei 2026 - 17:57 WIB

Ideologi Pembangunan Prabowo Jawaban untuk Kegelisahan di “Paradoks Indonesia”

12 Mei 2026 - 16:47 WIB

Trending di News