Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Ribuan warga Desa Kumbang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dilanda kecemasan akibat jebolnya tanggul Sungai Krueng Peuto di lima titik. Air banjir terus menggenangi rumah dan permukiman, membuat warga bersiap mengungsi ke meunasah dan masjid, Kamis (8/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan, ketinggian air bervariasi mulai dari sekitar setengah meter hingga mencapai dua meter di sejumlah titik rendah. Warga terlihat sibuk menyelamatkan diri dan barang berharga, sementara anak-anak serta lansia dievakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.
Jalan utama Desa Kumbang yang menghubungkan Kecamatan Lhoksukon dengan Cot Girek tidak dapat dilalui kendaraan. Akses terputus dan diperkirakan ribuan kepala keluarga terjebak banjir tanpa jalur evakuasi memadai.
Banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Krueng Peuto sepanjang kurang lebih 30 meter. Kondisi tanggul yang rusak masih terus melebar dan memperparah luapan air hujan kiriman dari kawasan perbukitan Kabupaten Bener Meriah.
Warga menyebut, kejadian ini bukan yang pertama. Hampir setiap musim hujan, tanggul kembali jebol dan menyebabkan banjir meluas. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin apatis dan kecewa karena tanggul di sepanjang sungai dinilai sudah tidak lagi mampu menahan debit air.
“Kami sudah terbiasa banjir, tapi kali ini air cepat naik. Kami selamatkan diri sendiri,” ujar seorang warga.
Di tengah kondisi darurat, warga mengaku belum melihat proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR maupun BPBD Aceh Utara. Sebagian besar warga harus menggendong anak-anak dan menuntun lansia menembus arus air tanpa bantuan alat evakuasi.
Geuchik Desa Kumbang Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara Zulchairi, Kamis (08/01) membenarkan jebolnya tanggul dan meluasnya banjir di wilayahnya. Ia mengatakan air mulai masuk ke permukiman setelah tanggul tidak mampu lagi menahan debit sungai. Menurutnya, kondisi tanggul memang sudah lama dikhawatirkan warga, terutama saat hujan deras.
Geuchik juga menyebut pihak desa telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah dan instansi terkait. Namun hingga siang hari, penanganan darurat dan evakuasi warga belum terlihat maksimal di lapangan.
Banjir ini berpotensi meluas ke sejumlah kecamatan lain di Aceh Utara, seperti Cot Girek, Matang Kuli, Paya Bakong, Nibong, Tanah Luas, dan sekitarnya. Selain merendam permukiman, banjir juga mengancam aktivitas ekonomi warga dan jalur penghubung antarwilayah.
Warga berharap pemerintah daerah dan BPBD Aceh Utara segera turun tangan melakukan evakuasi serta perbaikan tanggul secara darurat. Bagi masyarakat Desa Kumbang, banjir bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan ancaman berulang yang menunggu kepastian penanganan serius dari pemerintah. (Firdaus)







