Menu

Mode Gelap
Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir

News

Resmi Ditutup, IAF ke – 2 dan HLF MSP Hasilkan Terobosan Kerjasama Ekonomi

badge-check


					Resmi Ditutup, IAF ke – 2 dan HLF MSP Hasilkan Terobosan Kerjasama Ekonomi Perbesar

Nusa Dua, harianpaparazzi.com – Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 dan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) yang baru saja selesai diselenggarakan di Nusa Dua Bali menghasilkan terobosan baru dalam kerjasama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Acara ini menghadirkan 12 tematik session yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, dengan fokus pada penguatan kerjasama multi-pihak dan diplomasi ekonomi yang inovatif.

Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan, Bogat Widyatmoko, menegaskan pentingnya memperkuat diplomasi ekonomi sebagai salah satu alat diplomasi Indonesia di masa depan. “Kerjasama Selatan-Selatan dan platform trade and investment ini akan menjadi sarana diplomasi baru yang akan mengedepankan diplomasi ekonomi. Ini akan menjadi awal dari diplomasi yang komprehensif,” ujar Bogat.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi di Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa forum ini memberikan warna baru pada kerjasama South-South Cooperation (SSC). “Selama ini, kerjasama SSC lebih bersandar pada bantuan. Namun, melalui forum ini, kami mendorong perubahan ke arah trade and investment yang memberikan manfaat timbal balik bagi Indonesia dan negara-negara Afrika,” jelas Amalia.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Dr. Vivi Yulaswati, menyoroti hasil diskusi dalam forum yang menekankan pentingnya penghapusan pajak ganda dan penataan kembali global blended finance sebagai upaya memperkuat kerjasama ekonomi. “Kami sudah merumuskan dua tantangan utama, yaitu pengurangan double tax dan penataan global blended finance untuk mempercepat pertumbuhan kerjasama ekonomi,” kata Vivi.

Forum ini juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam kerjasama internasional, dengan 30% pembicara berasal dari kalangan perempuan, yang mencerminkan inklusivitas dan representasi yang lebih luas dalam diskusi global. Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan negara-negara Afrika telah sepakat untuk lebih mendorong kerjasama ekonomi antar-bangunan, khususnya untuk sektor usaha kecil dan menengah.

Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Afrika, menjadikan kerjasama ini lebih berorientasi pada manfaat bersama dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kayu Balok Melintas Mulus, Hukum Terlihat Tertatih di Jalur Medan–Banda Aceh

8 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pendidikan Aceh Tamiang Menjerit, Sekolah Rusak Parah PascabanjirInilah Potret Dunia Pendidikan yang Masih Tertimbun Lumpur

6 Februari 2026 - 23:17 WIB

Polri Turun Tangan Perkuat Ketahanan Pangan, Rakor Bahas Pengawalan Produksi dan Distribusi

6 Februari 2026 - 21:57 WIB

Belum Genap Dua Pekan Menjabat, Kompol Fery Kusnadi Ungkap 30 Kasus Narkoba di Deli Serdang

4 Februari 2026 - 09:33 WIB

Aksi Satresnarkoba Polres Batu Bara Dini Hari Berujung Penangkapan Dua Pemuda

30 Januari 2026 - 12:27 WIB

Trending di News