Menu

Mode Gelap
Oknum Pendeta Ditahan Polres Taput Diduga Pelaku Pedofilia Restrukturisasi Pengurus PWI Batu Bara, Perkuat Fondasi Organisasi untuk Tingkatkan Kualitas Pers 11 Ribu Hektar Kebun Kopi Gayo Hancur, Hampir 20 Ribu Petani Aceh Tengah Menunggu Bantuan Komisi Informasi Aceh Desak Sekolah Transparan Umumkan Informasi Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA Transparansi Dipertanyakan, Warga Mengaku Belum Terima Salinan LPJ Desa Lubuk Cuik Tahun 2025 Bus Aceh Tujuan Pekanbaru Dilempari Batu di Labura, Balita dan Ibunya Selamat dari Bahaya

News

Resmi Ditutup, IAF ke – 2 dan HLF MSP Hasilkan Terobosan Kerjasama Ekonomi

badge-check


					Resmi Ditutup, IAF ke – 2 dan HLF MSP Hasilkan Terobosan Kerjasama Ekonomi Perbesar

Nusa Dua, harianpaparazzi.com – Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 dan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) yang baru saja selesai diselenggarakan di Nusa Dua Bali menghasilkan terobosan baru dalam kerjasama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Acara ini menghadirkan 12 tematik session yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, dengan fokus pada penguatan kerjasama multi-pihak dan diplomasi ekonomi yang inovatif.

Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan, Bogat Widyatmoko, menegaskan pentingnya memperkuat diplomasi ekonomi sebagai salah satu alat diplomasi Indonesia di masa depan. “Kerjasama Selatan-Selatan dan platform trade and investment ini akan menjadi sarana diplomasi baru yang akan mengedepankan diplomasi ekonomi. Ini akan menjadi awal dari diplomasi yang komprehensif,” ujar Bogat.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi di Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa forum ini memberikan warna baru pada kerjasama South-South Cooperation (SSC). “Selama ini, kerjasama SSC lebih bersandar pada bantuan. Namun, melalui forum ini, kami mendorong perubahan ke arah trade and investment yang memberikan manfaat timbal balik bagi Indonesia dan negara-negara Afrika,” jelas Amalia.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Dr. Vivi Yulaswati, menyoroti hasil diskusi dalam forum yang menekankan pentingnya penghapusan pajak ganda dan penataan kembali global blended finance sebagai upaya memperkuat kerjasama ekonomi. “Kami sudah merumuskan dua tantangan utama, yaitu pengurangan double tax dan penataan global blended finance untuk mempercepat pertumbuhan kerjasama ekonomi,” kata Vivi.

Forum ini juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam kerjasama internasional, dengan 30% pembicara berasal dari kalangan perempuan, yang mencerminkan inklusivitas dan representasi yang lebih luas dalam diskusi global. Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan negara-negara Afrika telah sepakat untuk lebih mendorong kerjasama ekonomi antar-bangunan, khususnya untuk sektor usaha kecil dan menengah.

Hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Afrika, menjadikan kerjasama ini lebih berorientasi pada manfaat bersama dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Samosir Soroti Potensi Konflik Kepentingan dalam Seleksi Kepala BKPSDM

12 Juni 2026 - 21:10 WIB

Jona Garden Jadi Tujuan, Dani Ramadhan Nahkodai Family Gathering PWI Batu Bara

12 Juni 2026 - 19:53 WIB

Pansus Batu Bara Bawa Misi PAD ke Jakarta, 660 Hektare Socfindo Jadi Sorotan

11 Juni 2026 - 21:30 WIB

Tak Hanya Jaga Kedaulatan, Marsda TNI Budhi Achmadi Sebut Ekonomi Pertahanan Bisa Gerakkan Perekonomian

11 Juni 2026 - 15:13 WIB

Dugaan Setoran Rp800 Juta untuk Tutupi Kasus MTQ 2024, Kesra Batu Bara Jadi Sorotan

10 Juni 2026 - 17:37 WIB

Trending di News