Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

PTPL Harapan Di antara Janji Direksi Baru

badge-check


PTPL Harapan Di antara Janji Direksi Baru Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe tampak lebih semarak dari biasanya, Senin (30/06/2025). Di balik deretan kursi tamu kehormatan, ada harapan baru, ada beban lama yang belum selesai. Di sinilah, enam nama resmi dilantik untuk menakhodai PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda). Sebuah nama perusahaan daerah yang selama in, lebih banyak menjadi perbincangan dalam bentuk tanya: “Ada hasil nyatanya?”

Pelantikan Direksi dan Dewan Komisaris PTPL ini menjadi peristiwa penting, bukan semata seremoni jabatan. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., dalam sambutannya menyentil tajam realitas.

“Selama ini PTPL jalan di tempat. Tidak ada kreativitas. Tidak ada inovasi yang benar-benar berdampak.”

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Bertahun-tahun PTPL dikenal stagnan, minim terobosan, dengan kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang tidak sebanding dengan penyertaan modal dari APBK Lhokseumawe.

Kini, tongkat estafet itu berpindah ke tangan Habibillah, S.E., sebagai Direktur Utama. Bersama Junaidi, S.E., dan Ir. Muntazar, S.T., M.T., sebagai jajaran Direksi, plus tiga anggota Komisaris, mereka membawa beban ekspektasi publik.

Ekonomi dan Pemerintahan: Di Mana Hasil Nyata?

Secara ekonomi, publik Lhokseumawe bertanya: “Sampai kapan PTPL bergantung pada APBK untuk membayar gaji dan operasional?”

Dalam wawancara eksklusif, Direktur Utama Habibillah mengakui:

“Kami tidak akan muluk-muluk dalam menargetkan capaian. Langkah awal kami adalah inventarisasi, evaluasi kinerja, dan perbaikan tata kelola. Fokus jangka pendek adalah pembenahan Jargas, pergudangan, dan Rumah Sakit PT Arun.”

Habibillah juga berjanji akan membuat laporan keuangan yang lebih transparan dan dapat diakses masyarakat. Bahkan jika memungkinkan, laporan keuangan akan dipublikasikan per triwulan atau per semester, bukan hanya tahunan.

Sosial dan Psikologis: Luka Publik yang Mengendap

Secara sosial, masyarakat Lhokseumawe sudah terlalu sering mendengar istilah “perbaikan PTPL” tanpa pernah melihat hasil konkret. Ada trauma kolektif di kalangan warga, terutama soal akuntabilitas.

Geografis: Potensi Ada, Tapi Belum Tergarap

Dari segi geografis dan potensi daerah, Lhokseumawe bukan kota tanpa peluang. Ada potensi laut, perikanan, jasa logistik, hingga pariwisata pesisir. Sayangnya, selama ini PTPL lebih sibuk mengurus unit-unit lama seperti RS Arun dan Jargas. Inovasi sektor baru? Masih sebatas wacana.

Direktur Utama baru menjawab soal ini dengan hati-hati:
“Pengembangan bisnis baru seperti perikanan dan pariwisata sedang kami kaji. Tidak akan terburu-buru sebelum ada analisis kelayakan bisnis yang jelas,” ujarnya.

Lanjutnya, Kehadiran Direksi dan Komisaris baru di PTPL bukan sekadar wajah baru di struktur manajemen. Ini adalah ujian integritas, ujian kreativitas, dan yang paling penting, ujian kejujuran publik.

Akankah PTPL tetap menjadi papan nama yang hanya cantik di spanduk acara pelantikan, Ataukah ini awal perubahan riil bagi ekonomi Lhokseumawe, Semua mata publik kini mengarah ke satu titik apakah PTPL bisa bangkit atau tetap jalan di tempat seperti dulu. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Oknum Kepala SD Negeri 4 Baktiya Aceh Utara Diduga Jual Aset Renovasi, Guru Sertifikasi Diperas

2 Maret 2026 - 00:21 WIB

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Trending di Aceh