Menu

Mode Gelap
Puskesmas Muara Batu Bantah Isu Dokter Mangkir: “Pelayanan Tetap Berjalan, Tidak Ada Pasien Terlantar” Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu: Korban Banjir Aceh Utara Masih Menjerit Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank

News

PLTU Banjarsari Gelar Bimbel, Uniknya Siswa Hanya Diwajibkan Membayar Dengan Sampah Plastik

badge-check


					PLTU Banjarsari Gelar Bimbel, Uniknya Siswa Hanya Diwajibkan Membayar Dengan Sampah Plastik Perbesar

LAHAT, harianpaparazzi.com – Untuk meningkatkan kualitas Pendidikan, PLTU Banjarsari membuka Bimbingan Belajar (Bimbel) gratis bagi para siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lahat.

Kegiatan Bimbel ini di gelar di area unit PLTU Banjarsari, dengan tenaga pengajar professional.

Uniknya siswa tidak dipungut biaya, namun diwajibkan membayar dengan sampah plastik.

Pantauan di lapangan, Selasa (16/04/2025) sejumlah siswa yang mengikuti kegiatan Bimbel ini sudah berdatangan setengah jam sebelum dimulai.

Mereka diantar orang tuanya siswa, yang sebagian besar siswa yang mengikuti Bimbel tersebut berasal dari berbagai sekolah dasar di sekitar PLTU Banjarsari.

Para siswa tersebut terlihat membawa kantong di tangan masing-masing, berisi sampah plastik.

Kemudian satu persatu sebelum kelas dimulai, para siswa menyerahkan sampah plastik yang dibawa ke guru Bimbel.

Putut Dwidjoseno selaku Executive Vice President PLTU Banjarsari didampingi Manager Umum Faza Ikhwana menjelaskan, program Bimbel ini merupakan Corporate Sosial Responsibility (CSR) di bidang Pendidikan.

“Program Banjarsari Pintar dan Cerdas (Bindas), menyasar bagi siswa Sekolah Dasar untuk meningkatkan skill dan kemampuan belajar,” ujar Putut Dwidjoseno.

Untuk awal, mata pelajar yang digelar Matematika dan Bahasa Inggris. Saat ini jumlah siswa masih terbatas sebanyak 60 orang, mengingat jumlah ruang kelas yang masih terbatas.

Harapannya program ini bersinergi antara dunia Pendidikan, dan kepedulian lingkungan terutama dari sampah plastik.

“Animo siswa yang mendaftar cukup tinggi. Namun kita batasi dulu, karena keterbatasan ruang kelas,” ujar Manager Umum Faza Ikhwana, Selasa (16/04/2025).

Sejumlah orang tua yang turut mendampingi mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

Selama ini hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah saja, mengingat ketidakmampuan terkait biaya bila mengikuti kegiatan Bimbel di luar sekolah.

“Anak kami senang dengan pola balajarnya, sangat menyenangkan. Bimbelnya juga hanya bayar dengan sampah plastik saja,” ujar seorang wali murid warga Desa Sirahpulau, Lahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kecelakaan Tunggal di Pulau Sejuk, Gerak Sigap Polisi Jadi Sorotan

23 Maret 2026 - 12:16 WIB

Lewat Bantuan Sosial, Satresnarkoba Batu Bara Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba

20 Maret 2026 - 16:03 WIB

Ultah ke-9 SMSI, Gusti Sinaga Serukan Soliditas Hadapi Tantangan Pers

18 Maret 2026 - 21:39 WIB

Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel

17 Maret 2026 - 01:27 WIB

Rapat Koordinasi Humas Lapas Tanjungbalai, Publikasi Kegiatan Pemasyarakatan Diperkuat

16 Maret 2026 - 10:54 WIB

Trending di News