Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Peringati Haul Sultan Iskandar Muda ke-389, Satgas PPA Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir Bandang Aceh

badge-check


					Peringati Haul Sultan Iskandar Muda ke-389, Satgas PPA Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir Bandang Aceh Perbesar

BANDA ACEH, Harianpaparazzi.com – Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Aceh (Satgas PPA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian sejarah dan nilai-nilai kebangsaan dengan menyelenggarakan peringatan Haul Sultan Iskandar Muda yang ke-389. Acara yang dipusatkan di Komplek Makam Sultan Iskandar Muda, samping Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (27/12/2025), berlangsung dengan suasana penuh kekhusyukan dan kepedulian sosial.


Selain menjadi ajang mengenang kemasyhuran sang Sultan, peringatan tahun ini juga diisi dengan zikir dan doa bersama secara khusus untuk para korban bencana banjir bandang yang saat ini tengah melanda beberapa wilayah di Aceh. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wasilah agar Provinsi Aceh senantiasa dilindungi dari segala bentuk marabahaya dan musibah di masa mendatang.


Pesan Sejarah dan Keadilan Sang Sultan
Ketua Panitia Pelaksana, Iskandar, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Haul Sultan Iskandar Muda merupakan agenda rutin tahunan yang diprakarsai oleh Satgas PPA setiap tanggal 27 Desember. Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat mengenai masa-masa keemasan Kesultanan Aceh di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda yang dikenal sebagai raja yang sangat adil.


“Beliau adalah sosok yang membawa Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya, baik dari sisi militer, ekonomi, maupun syiar Islam. Kami berharap seluruh masyarakat Aceh, terutama generasi muda, tidak melupakan akar sejarahnya. Tanpa sejarah, kita akan kehilangan arah dalam membangun masa depan,” ujar Iskandar dengan penuh penekanan.


Zikir dan Doa untuk Negeri


Rangkaian acara diawali dengan pembacaan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Jamhuri. Doa yang dipanjatkan dengan penuh haru tersebut ditujukan bagi masyarakat Aceh yang terdampak musibah banjir bandang. Melalui zikir tersebut, para hadirin memohon ampunan serta kekuatan dari Allah SWT agar Aceh dijauhkan dari bencana dan diberikan kemakmuran yang berkelanjutan.


Kritik Keras Tgk Abdul Aziz: “Jangan Sekadar Numpang Nama


Dalam sesi ceramah agama, Tgk Abdul Aziz menyampaikan pesan yang cukup menyentil terkait kepedulian korporasi terhadap warisan budaya. Beliau menyoroti adanya perusahaan-perusahaan besar yang menggunakan nama besar Sultan Iskandar Muda untuk kepentingan komersial, namun justru terkesan absen dan tidak memberikan kontribusi nyata dalam mendukung perhelatan haul tersebut.


“Sangat disayangkan ada pihak yang hanya ‘numpang nama’ besar Sultan Iskandar Muda untuk kepentingan bisnis mereka, namun tidak memiliki andil atau kepedulian untuk mensukseskan peringatan haul ini. Kedepannya, peran serta semua pihak sangat diharapkan agar sejarah bangsa ini tetap lestari,” tegas Tgk Abdul Aziz. Beliau juga mendorong Satgas PPA untuk terus konsisten menggelar acara serupa demi menjaga identitas bangsa Aceh.


Kehadiran Tokoh dan Santunan Sosial
Peringatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR Aceh, Tati Mutia; Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh; serta Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh. Turut hadir pula perwakilan dari keturunan atau wareh Kesultanan Aceh yang diwakili oleh Raja Meureuhom Daya, Teuku Raja Saifullah, beserta masyarakat umum yang memadati area makam.


Sebagai bentuk kepedulian sosial yang mencerminkan sifat dermawan sang Sultan, panitia juga memberikan santunan kepada 20 orang anak yatim dan kaum fakir miskin. Pemberian santunan ini menjadi penutup yang manis, menggambarkan bahwa semangat Sultan Iskandar Muda dalam menyejahterakan rakyatnya masih terus diupayakan untuk dihidupkan melalui aksi-aksi nyata di era modern.


Melalui kegiatan ini, Satgas PPA tidak hanya sekadar memperingati tanggal wafatnya seorang raja, tetapi juga sedang merajut kembali tali silaturahmi antar-elemen masyarakat dan memperkuat ketahanan spiritual Aceh di tengah berbagai cobaan bencana alam. Semoga nilai-nilai keadilan dan keberanian Sultan Iskandar Muda dapat terus menginspirasi pembangunan Aceh di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Bupati Salim Fakhry Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026

8 Januari 2026 - 19:01 WIB

Dinilai Cari Panggung, Ketua IPMAT Banda Aceh Dikritik soal Tudingan Penanganan Bencana di Aceh Tenggara Lamban

7 Januari 2026 - 20:42 WIB

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

7 Januari 2026 - 16:12 WIB

Trending di Aceh