Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Advertorial

Pemkab Aceh Utara Dorong Transformasi Layanan Air Minum, PDAM Tirta Pase Luncurkan Produk “Ie Loen”

badge-check

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa menandatangani prasasti peresmian pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) “Ie Loen” milik PDAM Tirta Pase di Gampong Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Selasa (20/10/2026). Perbesar

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa menandatangani prasasti peresmian pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) “Ie Loen” milik PDAM Tirta Pase di Gampong Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Selasa (20/10/2026).

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus mendorong penguatan pelayanan publik dan pengembangan potensi badan usaha milik daerah (BUMD) melalui inovasi serta peningkatan tata kelola perusahaan. Salah satu langkah nyata tersebut ditandai dengan peluncuran produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerek “Ie Loen” oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pase, Selasa (20/10/2026).

Peluncuran yang berlangsung di pabrik PDAM Tirta Pase, Gampong Meunasah Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, menjadi bagian dari upaya perusahaan daerah dalam mengembangkan layanan air minum sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Aceh Utara.

Peresmian tersebut dihadiri Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, Direktur PDAM Tirta Pase Imran, S.T., MSM, para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran produk “Ie Loen” menandai langkah pengembangan usaha PDAM Tirta Pase yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan air minum kepada masyarakat, tetapi juga pada penguatan kapasitas perusahaan daerah agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Perluas Pelayanan dan Kembangkan Potensi Daerah

Dalam pemaparannya, Direktur PDAM Tirta Pase Imran menjelaskan bahwa perusahaan saat ini telah melayani sekitar 53.000 sambungan rumah (SR), dengan cakupan pelayanan sekitar 25 persen dari total wilayah pelayanan di Kabupaten Aceh Utara.

Capaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang pengembangan sistem penyediaan air minum di daerah. Pada masa awal operasional sebagai Badan Pengelola Air Minum (BPAM), kapasitas produksi tercatat sebesar 55 liter per detik dengan jumlah pelanggan sebanyak 2.084 sambungan rumah. Sumber air pada saat itu berasal dari sumur dalam di Desa Paya Leupah, Kecamatan Simpang Keuramat.

Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, infrastruktur dan kapasitas pelayanan terus mengalami pembenahan. Berbagai upaya pembangunan dilakukan melalui sejumlah skema kerja sama dan dukungan pembiayaan untuk memperkuat sistem penyediaan air minum di Aceh Utara.

Pada 1989, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjalin nota kesepahaman dengan Den Outer Management Service (DOM Service) dari Belanda dengan nilai investasi sekitar Rp307 miliar. Namun, setelah empat tahun tidak terealisasi, kontrak tersebut dihentikan pada 28 Februari 1996.

Kerja sama kemudian dilanjutkan pada 1996 bersama PT Sarana Asa Putra Utama. Akan tetapi, krisis moneter yang terjadi pada 1998 turut memengaruhi keberlanjutan proyek hingga akhirnya dihentikan pada 2000.

Pembangunan infrastruktur kembali dilanjutkan pada 2002 melalui pembiayaan pinjaman Asian Development Bank (ADB) dalam program PAMSUSD-P yang bersumber dari APBN. Melalui program tersebut, instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) Krueng Pase dengan kapasitas 100 liter per detik berhasil diselesaikan dan diresmikan pada 2004.

Selanjutnya, WTP Lhoksukon berkapasitas 150 liter per detik diresmikan pada 11 Maret 2006 dan terus beroperasi hingga kini dengan nama Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lhoksukon.

Perjalanan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan air minum daerah sekaligus landasan bagi PDAM Tirta Pase untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas manfaat usaha bagi masyarakat.

Transformasi Perusahaan Berbasis Tata Kelola dan Teknologi

Dalam menghadapi tantangan pelayanan yang semakin kompleks, PDAM Tirta Pase melakukan transformasi melalui tiga fokus utama, yakni penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta revitalisasi dan rekayasa ulang sistem penyediaan air minum.

Salah satu langkah strategis dilakukan pada 2024 melalui kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh untuk penerapan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

Berdasarkan pemaparan manajemen, langkah tersebut menjadikan PDAM Tirta Pase sebagai pionir penerapan GCG bagi BUMD air minum di Aceh. Evaluasi berkala dilaksanakan setiap enam bulan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan, akuntabilitas, dan profesionalisme pengelolaan perusahaan.

Transformasi juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Pada 2025, PDAM Tirta Pase membangun ruang kendali atau Control Room berbasis Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang dikembangkan oleh tenaga teknologi informasi lokal perusahaan.

Sistem tersebut digunakan untuk memantau operasional 11 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara waktu nyata (real-time), sehingga diharapkan dapat mendukung efektivitas pengawasan operasional dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Inisiatif ini sekaligus menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi SDM lokal dalam mendukung modernisasi layanan publik dan pengelolaan infrastruktur air minum.

Kembangkan Ruang Terbuka Hijau dan Edukasi Air

Selain melakukan pembenahan infrastruktur dan sistem pengelolaan, PDAM Tirta Pase juga mengembangkan kawasan yang memiliki nilai lingkungan dan edukasi.

Lahan seluas 1,3 hektare yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penampungan lumpur kini ditata menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan kawasan wisata air. Kawasan tersebut difungsikan sebagai sarana edukasi mengenai kelestarian sumber daya air, khususnya bagi anak-anak sekolah.

Ke depan, kawasan itu juga direncanakan menjadi lokasi pembangunan kantor pusat PDAM Tirta Pase.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi operasional perusahaan, tetapi juga dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber air dan kelestarian lingkungan.

“Ie Loen”, Inovasi Produk dan Peluang Ekonomi Masyarakat

Peluncuran AMDK “Ie Loen” menjadi salah satu langkah pengembangan usaha PDAM Tirta Pase dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap produk air minum dalam berbagai ukuran kemasan.

Pabrik yang diresmikan tersebut dilaporkan memiliki kapasitas produksi sebesar 20 liter per detik atau setara dengan 15.000 galon per hari. Produk “Ie Loen” dipasarkan dalam tiga varian, yakni botol berukuran 300 mililiter, botol 600 mililiter, dan galon 19 liter.

Pengembangan produk ini diharapkan dapat memperluas pilihan masyarakat sekaligus membuka peluang distribusi dan kegiatan ekonomi baru di Kabupaten Aceh Utara.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengembangan pemasaran produk galon melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Skema tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap air minum berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus memberikan ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Menurut pemaparan manajemen, inovasi produk galon “Ie Loen” telah ditetapkan sebagai best practice dalam laporan Voluntary National Review (VNR) Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada 2025.

Pengakuan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada usaha, tetapi juga memperhatikan aspek keterjangkauan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui pengembangan AMDK, PDAM Tirta Pase diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai perusahaan daerah yang memberikan manfaat pelayanan sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi lokal.

Perkuat Pelayanan di Tengah Tantangan Infrastruktur

Di balik berbagai inovasi yang dikembangkan, PDAM Tirta Pase masih menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air minum. Direktur perusahaan, Imran, mengakui bahwa kinerja finansial perusahaan sempat terdampak bencana banjir yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur.

Kerusakan tersebut mencakup fasilitas pengolahan air, Jaringan Distribusi Utama (JDU), Jaringan Distribusi Bagi (JDB), hingga sambungan rumah pelanggan.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga kontinuitas pelayanan sekaligus memulihkan infrastruktur yang terdampak. Karena itu, penguatan SDM, pembenahan tata kelola, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan usaha menjadi bagian dari langkah yang terus dilakukan manajemen untuk meningkatkan ketahanan operasional perusahaan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui pengembangan BUMD diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat, keberlanjutan usaha, dan kemampuan perusahaan menghadapi berbagai tantangan.

Peluncuran “Ie Loen” menjadi salah satu tonggak pengembangan PDAM Tirta Pase dalam memperluas inovasi dan mengoptimalkan potensi daerah. Ke depan, penguatan pelayanan air minum, pengembangan usaha, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan demi mendukung pembangunan Kabupaten Aceh Utara yang lebih maju dan berkelanjutan. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

AMDK Ie Loen Resmi Diluncurkan, Ayah Wa Dorong Produk Lokal Aceh Utara Tembus Pasar Luar Daerah

22 Okt 2026 - 15:28 WIB

AMDK Ie Loen Resmi Diluncurkan, Ayah Wa Dorong Produk Lokal Aceh Utara Tembus Pasar Luar Daerah

Pemkab Aceh Utara Matangkan Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Bupati Ajak Pelajar Turut Meriahkan

22 Okt 2026 - 14:52 WIB

Pemkab Aceh Utara Matangkan Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Bupati Ajak Pelajar Turut Meriahkan

Pemkab Aceh Utara Perkuat Sinergi dengan Insan Pers untuk Dukung Pembangunan Daerah

21 Okt 2026 - 15:04 WIB

Pemkab Aceh Utara Perkuat Sinergi dengan Insan Pers untuk Dukung Pembangunan Daerah

Bupati Aceh Utara Dorong Penguatan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon untuk Pembangunan Berkelanjutan

21 Okt 2026 - 14:50 WIB

Bupati Aceh Utara Dorong Penguatan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon untuk Pembangunan Berkelanjutan

Pemkab Aceh Utara Siapkan Pelatihan Parlinsos, Perkuat Pelayanan Perlindungan Sosial hingga ke Desa

21 Okt 2026 - 14:32 WIB

Pemkab Aceh Utara Siapkan Pelatihan Parlinsos, Perkuat Pelayanan Perlindungan Sosial hingga ke Desa
Trending di Advertorial