Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Pembangunan Jalan Dusun Buket, Gampong Mesjid Punteut: Tiga Hari Tanpa Papan Nama, Siapa yang Mengerjakan?

badge-check


					Pembangunan Jalan Dusun Buket, Gampong Mesjid Punteut: Tiga Hari Tanpa Papan Nama, Siapa yang Mengerjakan? Perbesar


Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com — Pembangunan jalan di Dusun Buket, Gampong Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, kini memunculkan pertanyaan besar. Proyek yang sudah berjalan selama tiga hari hingga Minggu 21/12/2025 ini berlangsung tanpa papan nama, tanpa keterangan jenis pekerjaan, bahkan tanpa informasi siapa yang mengerjakannya.

Warga setempat menatap heran. Jalan yang mulai rata itu dikerjakan oleh pihak yang tak diketahui identitasnya, sehingga masyarakat pun hanya bisa berspekulasi. Apakah ini pekerjaan kontraktor resmi, perusahaan swasta, atau sekadar tim “pembangunan misterius”? Sama misteriusnya dengan sumber dana yang digunakan. Tidak ada papan informasi yang menegaskan asal anggaran, tujuan proyek, atau pihak yang bertanggung jawab.

Beberapa warga mengaku bingung dan skeptis. “Kami cuma melihat orang bekerja, tapi tidak tahu siapa mereka, siapa yang membiayai, dan siapa yang bertanggung jawab kalau ada masalah. Kalau begini, pembangunan jalan terasa seperti pertunjukan sulap: ada aksi, tapi penonton tidak boleh tahu trik di baliknya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Sindiran pedas pun muncul dari pengamat lokal: proyek publik tanpa identitas pelaksana dan papan informasi seperti ini hanya menimbulkan debu di jalan, bukan kepercayaan warga. Transparansi tampak diabaikan, akuntabilitas seolah hilang, sementara fisik jalan menjadi satu-satunya bukti adanya kegiatan.


Warga berharap pihak berwenang segera memberi kejelasan: siapa yang mengerjakan, dari mana dananya, dan kapan pekerjaan ini dijadwalkan selesai. Tanpa itu, pembangunan jalan Dusun Buket akan lebih terkenal karena misterinya daripada manfaat nyata bagi masyarakat.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Trending di Aceh