Menu

Otomatis
Breaking News

Aceh

Muharuddin Apresiasi Perhatian Gubernur, Tanggul Lhok Puuk Dijanjikan Bertahap

badge-check

Muharuddin Apresiasi Perhatian Gubernur, Tanggul Lhok Puuk Dijanjikan Bertahap Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. H. Muharuddin, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atas perhatian terhadap penanganan abrasi di Desa Lhok Puuk, Kabupaten Aceh Utara. Ia menyebut alokasi anggaran yang mulai diarahkan ke wilayah tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Menurut Muharuddin, kondisi keuangan daerah saat ini memang belum memungkinkan penanganan secara menyeluruh. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya melakukan penanggulangan secara bertahap. “Kita tahu fiskal APBA terbatas, tetapi ini bentuk perhatian khusus dari gubernur. Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan abrasi di Lhok Puuk tidak hanya bergantung pada APBA, tetapi juga diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui APBN. Rencana jangka panjang, kata dia, mencakup pembangunan tanggul menyeluruh di kawasan pesisir, mulai dari Meunasah Sago hingga Desa Bantayan, sebagai bagian dari grand design perlindungan pantai.

Pernyataan tersebut datang di tengah kondisi lapangan yang masih menghadapi tekanan berat. Sebanyak 520 kepala keluarga di Desa Lhok Puuk kini berada dalam ancaman langsung abrasi, dengan gelombang laut mencapai empat meter yang terus mengikis daratan. Warga yang terdampak sebagian telah mengungsi, sementara sebagian lainnya bertahan di sekitar pesisir menjaga sisa rumah mereka.

Geuchik Lhok Puuk, Rajuli, menyebut rencana pembangunan tanggul abrasi baru akan memasuki tahap tender pada Juli 2026. Ia menegaskan warga tidak lagi memperdebatkan besaran anggaran, melainkan kecepatan realisasi di lapangan. “Yang penting tanggul dibangun. Kalau hanya sebagian kecil, belum cukup melindungi warga,” katanya.

Data gampong mencatat abrasi telah berlangsung sejak 2019 dan mencapai puncaknya pada 2024. Sebanyak 38 rumah hilang tersapu laut, ratusan hektare tambak rusak, dan kerugian ekonomi mencapai puluhan miliar rupiah. Di sisi lain, panjang garis pantai yang terdampak diperkirakan mencapai tiga kilometer, sementara kemampuan anggaran yang tersedia baru menjangkau sebagian kecil kebutuhan tersebut. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Satpam RSUD Cut Meutia Minta Rp300 Ribu untuk Pengurusan Kamar Pasien

24 Agu 2026 - 11:21 WIB

Diduga Satpam RSUD Cut Meutia Minta Rp300 Ribu untuk Pengurusan Kamar Pasien

PDAM Bangun Jaringan Baru, Warga Pesisir Seunuddon 25 Tahun Menunggu Air Bersih

20 Agu 2026 - 22:59 WIB

PDAM Bangun Jaringan Baru, Warga Pesisir Seunuddon 25 Tahun Menunggu Air Bersih

Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Bekali Mahasiswa Baru PNL Wawasan Kebangsaan

19 Agu 2026 - 19:32 WIB

Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara Bekali Mahasiswa Baru PNL Wawasan Kebangsaan

Ketika Kadis Membuka Sendiri Kotak Pandora Anggaran: Seremoni 17 Agustus Bakesbangpol Rp850 Juta Lebih Jadi Sorotan

17 Agu 2026 - 17:35 WIB

Ketika Kadis Membuka Sendiri Kotak Pandora Anggaran: Seremoni 17 Agustus Bakesbangpol Rp850 Juta Lebih Jadi Sorotan

Menuai Kritik, Pejabat Aceh Utara Lebih Pilih Warung Kopi Ketimbang Upacara HUT RI

17 Agu 2026 - 11:15 WIB

Menuai Kritik, Pejabat Aceh Utara Lebih Pilih Warung Kopi Ketimbang Upacara HUT RI
Trending di Aceh