Menu

Mode Gelap
APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi

Aceh

Muharuddin Apresiasi Perhatian Gubernur, Tanggul Lhok Puuk Dijanjikan Bertahap

badge-check


					Muharuddin Apresiasi Perhatian Gubernur, Tanggul Lhok Puuk Dijanjikan Bertahap Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. H. Muharuddin, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atas perhatian terhadap penanganan abrasi di Desa Lhok Puuk, Kabupaten Aceh Utara. Ia menyebut alokasi anggaran yang mulai diarahkan ke wilayah tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Menurut Muharuddin, kondisi keuangan daerah saat ini memang belum memungkinkan penanganan secara menyeluruh. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya melakukan penanggulangan secara bertahap. “Kita tahu fiskal APBA terbatas, tetapi ini bentuk perhatian khusus dari gubernur. Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan abrasi di Lhok Puuk tidak hanya bergantung pada APBA, tetapi juga diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui APBN. Rencana jangka panjang, kata dia, mencakup pembangunan tanggul menyeluruh di kawasan pesisir, mulai dari Meunasah Sago hingga Desa Bantayan, sebagai bagian dari grand design perlindungan pantai.

Pernyataan tersebut datang di tengah kondisi lapangan yang masih menghadapi tekanan berat. Sebanyak 520 kepala keluarga di Desa Lhok Puuk kini berada dalam ancaman langsung abrasi, dengan gelombang laut mencapai empat meter yang terus mengikis daratan. Warga yang terdampak sebagian telah mengungsi, sementara sebagian lainnya bertahan di sekitar pesisir menjaga sisa rumah mereka.

Geuchik Lhok Puuk, Rajuli, menyebut rencana pembangunan tanggul abrasi baru akan memasuki tahap tender pada Juli 2026. Ia menegaskan warga tidak lagi memperdebatkan besaran anggaran, melainkan kecepatan realisasi di lapangan. “Yang penting tanggul dibangun. Kalau hanya sebagian kecil, belum cukup melindungi warga,” katanya.

Data gampong mencatat abrasi telah berlangsung sejak 2019 dan mencapai puncaknya pada 2024. Sebanyak 38 rumah hilang tersapu laut, ratusan hektare tambak rusak, dan kerugian ekonomi mencapai puluhan miliar rupiah. Di sisi lain, panjang garis pantai yang terdampak diperkirakan mencapai tiga kilometer, sementara kemampuan anggaran yang tersedia baru menjangkau sebagian kecil kebutuhan tersebut. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Angin Barat Datang Lebih Dulu, Warga Lhok Puuk Menyelamatkan Hidup di Tengah Gelombang

16 Mei 2026 - 14:29 WIB

50 Huntara Bantuan PLN di Aceh Tamiang Tanpa WC, Warga Terpaksa Menumpang MCK Tetangga

15 Mei 2026 - 20:39 WIB

UMKM Korban Banjir Aceh Tamiang Dijanjikan Bantuan Tunai, Pemda Akui Ribuan Pedagang Terpaksa Berutang

14 Mei 2026 - 20:27 WIB

Lima Bulan Menunggu Janji Bantuan, Warga Kampung Kesehatan Bertahan dari Utang dan Lumpur

13 Mei 2026 - 17:48 WIB

Revitalisasi Miliaran Rupiah Masuk Aceh Utara, Kepala Sekolah Diingatkan Jangan Main Proyek

13 Mei 2026 - 14:27 WIB

Trending di Aceh