Menu

Mode Gelap
5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan Massa Bakal Gelar Aksi ke Polres Jika Hingga Kamis Pelaku Penganiayaan Anak Belum Ditangkap Kejari Batu Bara Eksekusi DPO Kasus Penipuan, Buronan Sejak 2022 Akhirnya Ditahan

Aceh

Kemendagri Evaluasi Qanun Pajak dan Retribusi, DPRK Aceh Utara Gelar Pembahasan Lanjutan

badge-check

Kemendagri Evaluasi Qanun Pajak dan Retribusi, DPRK Aceh Utara Gelar Pembahasan Lanjutan Perbesar

Lhoksukon || Harianpaparazzi.com

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara melalui Badan Legislasi (Banleg) menggelar rapat pembahasan lanjutan atas hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Rapat berlangsung pukul 10.00 WIB di Ruang Banleg DPRK Aceh Utara.

Pembahasan ini menindaklanjuti surat resmi dari Kemendagri yang ditujukan kepada Bupati Aceh Utara pada 28 Mei 2025. Dalam surat bernomor 900.1.13.1/2202/Keuda itu, Kemendagri menyampaikan hasil evaluasi terhadap Qanun yang telah ditetapkan pemerintah daerah, sebagaimana diatur dalam Pasal 99 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023.

Evaluasi tersebut menyoroti beberapa hal penting, di antaranya perlunya penyesuaian isi Qanun agar selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan kebijakan fiskal nasional. Jika ditemukan ketidaksesuaian, maka Kemendagri berwenang memberikan rekomendasi perubahan.

Rapat Banleg kali ini melibatkan perwakilan dari unsur eksekutif dan legislatif untuk membahas kembali substansi Qanun berdasarkan masukan dari Kemendagri. Proses ini dinilai penting demi memastikan regulasi daerah tidak hanya legal secara formal, tetapi juga mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pelayanan publik yang berkelanjutan.

Pihak DPRK menegaskan bahwa pembahasan ini merupakan wujud komitmen lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, serta memastikan bahwa kebijakan daerah sejalan dengan aspirasi masyarakat dan regulasi nasional.(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

5 Butir Ekstasi Gagal Edar, 3 Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

14 Juli 2026 - 12:38 WIB

Hampir Setahun Pascabanjir Besar, Rumah Warga Gampong Mane Masih Dipenuhi Lumpur yang Mengeras

13 Juli 2026 - 20:10 WIB

Bupati Aceh Timur Bantu Irfan Pindah Sekolah, Siapkan Bantuan Pendidikan Lewat Baitul Mal

10 Juli 2026 - 19:21 WIB

Kapolda Aceh Jalin Silaturahmi dengan DJBC Aceh, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

10 Juli 2026 - 10:01 WIB

Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

9 Juli 2026 - 19:38 WIB

Trending di Aceh