Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Tanggul Krueng Peuto Jebol, Geuchik Gunakan Dana Desa untuk Perbaikan Darurat

badge-check

Tanggul Krueng Peuto Jebol, Geuchik Gunakan Dana Desa untuk Perbaikan Darurat Perbesar

Lhoksukon, harianpaparazzi.com — Geuchik Meunasah Pante, Dedi Amin, menggunakan dana desa untuk membiayai penanganan darurat tanggul Sungai Krueng Peuto yang jebol sepanjang 30 meter pada Jumat sekitar pukul 02.00 WIB. Biaya perbaikan sementara tersebut disebut telah mencapai lebih dari Rp30 juta.

Perbaikan tanggul di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, masih berlangsung hingga Minggu (25/10), dengan mengerahkan satu unit alat berat jenis beko serta bantuan tenaga lapangan anggota Polsek Lhoksukon dan Danramil.

Dedi mengatakan, penanganan darurat perlu segera dilakukan karena kerusakan tanggul dikhawatirkan memicu banjir di Kecamatan Lhoksukon, Lapang, hingga sebagian wilayah Kecamatan Baktiya Barat apabila tidak segera ditangani.

“Untuk saat ini proses perbaikan darurat tidak mengalami kendala di lapangan. Namun, yang kami khawatirkan bila hujan terjadi sewaktu-waktu, tanggul darurat ini bisa tersapu dorongan air sungai,” kata Dedi.

Ia menyebutkan, tanggul yang memiliki lebar sekitar tiga meter dan tinggi enam meter itu telah diperbaiki sepanjang 30 meter. Namun, perbaikan tersebut masih bersifat sementara. Adapun material yang dipergunakan meliputi tanah timbun, dan bambu.

Dedi mengatakan, dana desa terpaksa digunakan untuk membiayai penanganan awal. Menurut dia, Bupati Aceh Utara telah merespons permintaan bantuan alat berat dan berjanji mengganti dana yang digunakan untuk perbaikan tanggul.

Sementara itu, Camat Lhoksukon, Kamaruddin KS, mengatakan telah mengarahkan Geuchik Meunasah Pante untuk segera melakukan penanganan darurat.

Terkait penggantian dana desa, Kamaruddin menyatakan akan mengupayakan pembiayaan melalui pos anggaran tanggap darurat bencana sesuai persetujuan Bupati.

Hingga Minggu, ketinggian air Sungai Krueng Peuto dilaporkan berangsur menurun. Namun, kondisi tanggul darurat masih perlu dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan hujan dan kenaikan debit air sungai. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemko Lhokseumawe Buka Seleksi 14 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pendaftaran hingga 6 November 2026

23 Okt 2026 - 21:07 WIB

Pemko Lhokseumawe Buka Seleksi 14 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pendaftaran hingga 6 November 2026

Sayuti Achmad Tawarkan KTA PWI Gratis, Tegaskan Donasi yang Membebani Anggota Harus Dihentikan

23 Okt 2026 - 21:03 WIB

Sayuti Achmad Tawarkan KTA PWI Gratis, Tegaskan Donasi yang Membebani Anggota Harus Dihentikan

Proyek Irigasi Blang Buloh Disorot, Dugaan Material Tambang Tanpa Izin Perlu Ditelusuri

22 Okt 2026 - 19:40 WIB

Proyek Irigasi Blang Buloh Disorot, Dugaan Material Tambang Tanpa Izin Perlu Ditelusuri

Pesan PWI Barsela: Jangan Kami Dimarjinalkan, Habis Manis Sepah Dibuang

22 Okt 2026 - 18:52 WIB

Pesan PWI Barsela: Jangan Kami Dimarjinalkan, Habis Manis Sepah Dibuang

Pembangunan Trotoar di Lhokseumawe Belum Menjangkau Sejumlah Kawasan Ramai

22 Okt 2026 - 16:02 WIB

Pembangunan Trotoar di Lhokseumawe Belum Menjangkau Sejumlah Kawasan Ramai
Trending di Aceh