Menu

Otomatis
Breaking News

Aceh

Harga Cabai, Inflasi, dan Aksi Tengkulak di Balik Maulid Nabi

badge-check

Harga Cabai, Inflasi, dan Aksi Tengkulak di Balik Maulid Nabi Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Aceh Utara dan Lhokseumawe melambung hingga Rp100 ribu per kilogram menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lonjakan ini bukan sekadar fenomena musiman, tetapi juga menyingkap persoalan lama: cabai yang menjadi instrumen politik dapur sekaligus biang inflasi daerah, dan tengkulak yang menjadikannya ladang emas dalam tiga bulan perayaan Maulid.

Antara Dukungan Politik dan Realitas Pasar


Di satu sisi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan komitmennya mendukung petani cabai dan nilam sebagai upaya pengendalian inflasi serta peningkatan ekonomi rakyat. Namun di sisi lain, di lapangan, harga cabai terus mencekik.

“Cabai merupakan komoditas penyumbang inflasi, karena itu petani harus kita dukung,” kata Mualem saat meninjau kebun cabai di Aceh Tengah, Selasa (9/9/2025).

Kenyataannya, menurut pengamatan di pasar Lhoksukon, Panton Labu, hingga Alue Ie Puteh, harga cabai melonjak drastis, jauh dari kendali pemerintah. Satgas Pangan belum terlihat menindak spekulan, sementara tengkulak dan toke cabai memanfaatkan euforia Maulid Nabi sebagai momentum mengeruk untung.

Cabai di Persimpangan


dukungan politik langsung dari Gubernur, potensi lahan subur di dataran tinggi. cabai rentan gagal panen, harga fluktuatif, minim infrastruktur distribusi. bisa menjadi instrumen pengendali inflasi. mafia pasar, perubahan iklim, dan petani kecil yang semakin terpinggirkan. Dari peta ini terlihat jelas, dukungan politik tanpa regulasi tata niaga ibarat pedang tumpul, ia memberi harapan, tetapi tak mampu menembus jaring spekulan.

Suara Pemerintah Daerah: Mengakui tapi Tak Menindak


Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh Utara, Ir. Erwandi, tidak menampik peran tengkulak.
“Spekulan memang memanfaatkan situasi ini. Tapi karena belum ada laporan masyarakat, Satgas Pangan juga belum bertindak,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, dinas hanya mampu mengandalkan gerakan tanam cabai dan bawang merah di atas 5 hektare lahan. Namun stok lokal diakui menipis, sementara pasokan kini bertumpu pada Brastagi dan Aceh Tengah.

Erwandi juga mengakui dilema petani: cabai hanya dijadikan usaha sampingan, karena fluktuasi harga membuat mereka enggan menjadikannya mata pencaharian utama. “Bisa saja harga jatuh sampai Rp25 ribu per kilogram,” katanya.

Disamping itu ujarnya Fluktuasi ekstrem harga cabai, naik 300% dalam hitungan minggu. Stok lokal minim, pasokan tergantung luar daerah. Tengkulak menguasai distribusi. Sementara Satgas Pangan belum bertindak karena belum adanya laporan masyarakat. Sementaraitu Data BPS Pusat cabai adalah komoditas utama penyumbang inflasi di Aceh.

Edawati ibu rumah tangga dari kecamatan Seunuddon mengeluh dengan melambungnya harga Cabe. Dirinya meminta Pemerintah untuk tidak memposisikan cabai sebagai instrumen pengendali inflasi hanya karena Harga cabai yang melonjak saat Maulid, langsung mengguncang dapur rakyat.

Ibu Paruh baya itu menilai Harga cabai yang melambung saat Maulid Nabi menunjukkan celah rapuhnya pengendalian inflasi di Aceh. Cabai bukan sekadar bumbu dapur, tetapi instrumen politik yang mengguncang psikologi rakyat. Disamping itu fakta di lapangan menunjukkan tata niaga yang dikuasai spekulan lebih berperan dalam menentukan harga. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dr (C). Ir. Muhammad Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif pada Milad 800 Tahun Samudera Pasai

14 Sep 2026 - 11:14 WIB

Dr (C). Ir. Muhammad Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif pada Milad 800 Tahun Samudera Pasai

Kantin Sekolah Kelola MBG Bukan Langkah Tepat, SPPG Dinilai Lebih Efektif

12 Sep 2026 - 15:05 WIB

Kantin Sekolah Kelola MBG Bukan Langkah Tepat, SPPG Dinilai Lebih Efektif

SINERGI MEMBANGUN ACEH UTARA: Menjadi Lebih Maju Menuju Aceh Utara Bangkit dan Sejahtera

12 Sep 2026 - 08:53 WIB

SINERGI MEMBANGUN ACEH UTARA: Menjadi Lebih Maju Menuju Aceh Utara Bangkit dan Sejahtera

Obat Jantung dan TBC Dilaporkan Kosong di RSU Cut Meutia Aceh Utara, Pasien Menanti Kepastian

11 Sep 2026 - 17:38 WIB

Obat Jantung dan TBC Dilaporkan Kosong di RSU Cut Meutia Aceh Utara, Pasien Menanti Kepastian

Milad Pasai ke-800 Tanpa Pos APBK, Panitia Butuh Rp2,6 Miliar: Dari Dana Pribadi hingga Pungutan Lapak

11 Sep 2026 - 17:26 WIB

Milad Pasai ke-800 Tanpa Pos APBK, Panitia Butuh Rp2,6 Miliar: Dari Dana Pribadi hingga Pungutan Lapak
Trending di Aceh