Menu

Mode Gelap
Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh

News

FISIP Uhamka Kembali Menyapa Baduy

badge-check


					FISIP Uhamka Kembali Menyapa Baduy Perbesar

Banten, harianpaparazzi.com — Uhamka kembali melakukan perjalanan budaya ke Baduy Lebak Banten, dengan tajuk ‘Kunjungan Ke Desa Binaan dan Studi Wawasan Komunikasi Antarbudaya Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Uhamka’, Sabtu (12/01/2025).

Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung masyarakat Baduy dalam perspektif Komunikasi Antarbudaya,

Di samping juga sebagai studi wawasan, kegiatan ini juga dalam rangka melakukan desa binaan yang kawasan Baduy oleh dosen dan mahasiswa.

Dalam konteks studi wawasan dan melakukan desa binaan, Dr. Eko Digdoyo selaku Wadek III FISIP Uhamka, yang ikut langsung dalam kunjungan ini sangat mengapresiasi dan menyambut positif.

Ia Berharap mahasiswa mendapat wawasan tentang Baduy dengan segala perspektifnya.

Sementara sebagai studi wawasan, Dr. Nurdin Sibaweh, selaku dosen yang mengampu mata kuliah Komunikasi Antarbudaya mengharapkan mahasiswa menikmati perjalanan budaya ini dengan melihat, mengamati dan mengalami secara langsung budaya dan kebudayaan urang Kanekes, yang disebut publik sebagai orang Baduy.

Namun mereka tidak menyebut dirinya sebagai orang Baduy, melainkan urang Kanekes, ujar Nurdin.

Beberapa fokus yang ditekankan kepada mahasiswa untuk melakukan studi wawasan dalam kunjungan ini diharapkan mahasiswa dapat mengamati dan menuliskannya.

Diantara fokus yang ditekankan yaitu bahasa (verbal dan nonverbal serta high context dan low context), etnosentrisme, stereotip, prasangka, prinsip-prinsip ekologi masyarakat Baduy dalam membangun harmoni dengan alam, dan bagaimana negosiasi identitas Baduy luar dalam merespons modernitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kecelakaan Tunggal di Pulau Sejuk, Gerak Sigap Polisi Jadi Sorotan

23 Maret 2026 - 12:16 WIB

Lewat Bantuan Sosial, Satresnarkoba Batu Bara Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba

20 Maret 2026 - 16:03 WIB

Ultah ke-9 SMSI, Gusti Sinaga Serukan Soliditas Hadapi Tantangan Pers

18 Maret 2026 - 21:39 WIB

Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel

17 Maret 2026 - 01:27 WIB

Rapat Koordinasi Humas Lapas Tanjungbalai, Publikasi Kegiatan Pemasyarakatan Diperkuat

16 Maret 2026 - 10:54 WIB

Trending di News