Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Dua Prodi di PNL Kembali Unggul: Pengakuan Mutu yang Perlu Dijaga

badge-check


Dua Prodi di PNL Kembali Unggul: Pengakuan Mutu yang Perlu Dijaga Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Di tengah tuntutan industri yang kian selektif dan pasar kerja yang terus berubah, akreditasi tidak lagi sekadar stempel administratif. Ia menjadi tolok ukur apakah pendidikan vokasi benar-benar melahirkan tenaga terampil yang relevan atau sekadar memenuhi standar di atas kertas. Di titik inilah Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menempatkan capaian terbarunya: dua program studi diploma tiga, Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan Jurusan Teknik Sipil serta Teknologi Mesin Jurusan Teknik Mesin resmi menyandang akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik PII.

Dengan tambahan tersebut, PNL kini memiliki 7 program studi berstatus Unggul dari total 27 program studi. Capaian ini mencerminkan kemajuan bertahap dalam peta mutu pendidikan vokasi, sekaligus menandai pekerjaan rumah yang belum selesai bagi institusi dalam memperluas standar unggul ke seluruh program studi.

Direktur PNL, Dr (C). Ir. Rizal Syahyadi, ST, M.Eng.Sc, IPM, ASEAN Eng, APEC Eng, menegaskan bahwa akreditasi Unggul harus dibaca sebagai indikator kinerja institusional yang menuntut konsistensi, bukan sekadar prestasi seremonial.

“Status Unggul menunjukkan bahwa sistem penjaminan mutu telah berjalan. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menjaga agar standar itu hidup dalam praktik pembelajaran, keterkaitan kurikulum dengan industri, dan kompetensi lulusan,” katanya

Menurutnya, angka 7 dari 27 juga menjadi cermin evaluatif bagi institusi. Artinya, proses peningkatan mutu harus terus diperluas ke seluruh program studi melalui penguatan outcome-based education, peningkatan kapasitas dosen, serta kolaborasi industri yang lebih substansial dan berkelanjutan.

Ia mengakui bahwa capaian dua program studi tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif dan konsistensi banyak pihak, mulai dari manajemen PNL, Pusat Jaminan Mutu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra industri dan pemangku kepentingan lainnya. Di titik inilah, capaian ini layak disyukuri sebagai hasil dari ikhtiar akademik bersama.

“Capaian ini patut kita syukuri. Namun lebih dari itu, ia harus dijaga bersama sebagai amanah akademik. Akreditasi Unggul bukan tujuan akhir, melainkan alat kontrol agar pendidikan vokasi benar-benar berdampak pada daya saing lulusan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Bagi PNL, pengakuan ini menandai satu fase penting dalam transformasi pendidikan vokasi. Pada saat yang sama, ia membuka pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana perguruan tinggi vokasi mampu menjaga relevansi di tengah perubahan teknologi, kebutuhan industri, dan tuntutan pembangunan wilayah Aceh, kawasan Sumatera dan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Penanganan Sampah Kayu Pascabencana Aceh Tertahan Administrasi, Satgas Diminta Tunggu Kejelasan

22 Februari 2026 - 09:54 WIB

Trending di Aceh