Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Dua Prodi di PNL Kembali Unggul: Pengakuan Mutu yang Perlu Dijaga

badge-check


					Dua Prodi di PNL Kembali Unggul: Pengakuan Mutu yang Perlu Dijaga Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Di tengah tuntutan industri yang kian selektif dan pasar kerja yang terus berubah, akreditasi tidak lagi sekadar stempel administratif. Ia menjadi tolok ukur apakah pendidikan vokasi benar-benar melahirkan tenaga terampil yang relevan atau sekadar memenuhi standar di atas kertas. Di titik inilah Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menempatkan capaian terbarunya: dua program studi diploma tiga, Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan Jurusan Teknik Sipil serta Teknologi Mesin Jurusan Teknik Mesin resmi menyandang akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik PII.

Dengan tambahan tersebut, PNL kini memiliki 7 program studi berstatus Unggul dari total 27 program studi. Capaian ini mencerminkan kemajuan bertahap dalam peta mutu pendidikan vokasi, sekaligus menandai pekerjaan rumah yang belum selesai bagi institusi dalam memperluas standar unggul ke seluruh program studi.

Direktur PNL, Dr (C). Ir. Rizal Syahyadi, ST, M.Eng.Sc, IPM, ASEAN Eng, APEC Eng, menegaskan bahwa akreditasi Unggul harus dibaca sebagai indikator kinerja institusional yang menuntut konsistensi, bukan sekadar prestasi seremonial.

“Status Unggul menunjukkan bahwa sistem penjaminan mutu telah berjalan. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menjaga agar standar itu hidup dalam praktik pembelajaran, keterkaitan kurikulum dengan industri, dan kompetensi lulusan,” katanya

Menurutnya, angka 7 dari 27 juga menjadi cermin evaluatif bagi institusi. Artinya, proses peningkatan mutu harus terus diperluas ke seluruh program studi melalui penguatan outcome-based education, peningkatan kapasitas dosen, serta kolaborasi industri yang lebih substansial dan berkelanjutan.

Ia mengakui bahwa capaian dua program studi tersebut tidak terlepas dari kerja kolektif dan konsistensi banyak pihak, mulai dari manajemen PNL, Pusat Jaminan Mutu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra industri dan pemangku kepentingan lainnya. Di titik inilah, capaian ini layak disyukuri sebagai hasil dari ikhtiar akademik bersama.

“Capaian ini patut kita syukuri. Namun lebih dari itu, ia harus dijaga bersama sebagai amanah akademik. Akreditasi Unggul bukan tujuan akhir, melainkan alat kontrol agar pendidikan vokasi benar-benar berdampak pada daya saing lulusan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Bagi PNL, pengakuan ini menandai satu fase penting dalam transformasi pendidikan vokasi. Pada saat yang sama, ia membuka pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana perguruan tinggi vokasi mampu menjaga relevansi di tengah perubahan teknologi, kebutuhan industri, dan tuntutan pembangunan wilayah Aceh, kawasan Sumatera dan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Trending di Aceh