Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan

badge-check


					Diduga “Rampok Tanah” di Lhokseumawe: UIN Arasy dan BPN Kota Jadi Sorotan Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi.com – Dugaan pengambilalihan tanah milik masyarakat kembali memicu protes di Kota Lhokseumawe. Warga menuding UIN Arasy bersama BPN Kota Lhokseumawe bertindak sewenang-wenang dengan mengambil alih tanah yang sudah bersertifikat maupun yang memiliki akta jual-beli resmi.

Evi Fitriani Panggabean, adik kandung Tri Nugroho yang terdampak, menegaskan, “Dengan kedok agama dan institusi resmi, mereka merampok tanah masyarakat. Baik yang sudah bersertifikat maupun yang memiliki akta jual-beli. Dasar hukumnya apa yang bisa diambil oleh UIN Arasy hingga begitu mudah mengambil tanah orang?”

Menurut Evi, dugaan ini menunjukkan adanya permainan terstruktur antara UIN Arasy dan BPN, yang menurutnya mirip praktik mafia tanah. Warga khawatir, tindakan ini bukan hanya menyalahi hukum, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan lembaga pemerintah yang seharusnya melindungi hak masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UIN Arasy dan BPN Kota Lhokseumawe belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan ini. Warga berencana menggelar aksi damai jika tidak ada klarifikasi dalam waktu dekat.

Kasus ini menambah daftar panjang sengketa tanah di Aceh yang menimbulkan keresahan publik dan menimbulkan pertanyaan serius soal transparansi dan akuntabilitas lembaga negara serta institusi pendidikan di daerah.( tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Trending di Aceh