Menu

Mode Gelap
Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat! Di Balik Lumpur dan Doa Keluarga: Perjalanan Menggetarkan Seorang Wartawan Bener Meriah

Aceh

Puluhan Warga Langsa Mengaku Rugi Puluhan milyar Akibat Transaksi Emas

badge-check


					Puluhan Warga Langsa Mengaku Rugi Puluhan milyar Akibat Transaksi Emas Perbesar

Langsa, Harianpaparazzi – Puluhan warga di Kota Langsa mengaku mengalami kerugian akibat transaksi emas yang mereka lakukan dengan seorang pria berinisial H.A., warga Kampung Daulat. Kasus ini mencuat setelah beberapa warga melapor ke pihak kepolisian dan menyampaikan kesaksian mereka kepada media.

Diduga Terlibat Tempahan dan Titipan Emas Bermasalah

Menurut penuturan Mahdi, salah seorang korban, transaksi tersebut meliputi tempahan emas dengan janji pengerjaan selama satu bulan, skema investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi, serta penitipan emas mirip sistem gadai.

“Contohnya, ada warga yang menitipkan emas sebanyak 20 mayam dan menerima uang sekitar Rp10 juta. Namun, saat ingin menebusnya kembali, pihak yang menerima emas tidak bisa dihubungi lagi,” ujar Mahdi.

Sudah Dilaporkan ke Polisi, Korban Masih Menunggu Kejelasan

H.A. disebut sudah tidak diketahui keberadaannya sejak pertengahan 2022. Para korban mengaku telah menyampaikan laporan ke Polres Langsa, namun hingga kini belum memperoleh kejelasan terkait tindak lanjut proses hukumnya.

“Sampai sekarang belum ada informasi apakah laporan kami diproses, atau malah dihentikan. Masyarakat hanya ingin keadilan ditegakkan,” tambah Mahdi.

Pihak Terlapor Belum Dikonfirmasi

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak terlapor belum membuahkan hasil. Pihak keluarga maupun pengacara yang mewakili H.A. juga belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Para korban berharap kasus ini segera mendapat perhatian dari pihak berwenang agar tidak terjadi kerugian serupa di kemudian hari.(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tanggul Krueng Peuto Bobol, Ribuan Warga Desa Kumbang Terancam Mengungsi

8 Januari 2026 - 19:47 WIB

Bupati Salim Fakhry Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026

8 Januari 2026 - 19:01 WIB

Dinilai Cari Panggung, Ketua IPMAT Banda Aceh Dikritik soal Tudingan Penanganan Bencana di Aceh Tenggara Lamban

7 Januari 2026 - 20:42 WIB

Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

7 Januari 2026 - 16:12 WIB

Trending di Aceh