Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

Aceh

“Tangis Haru di Pagi Itu: Ketika Lhokseumawe Melepas Para Tamu Allah”

badge-check


					“Tangis Haru di Pagi Itu: Ketika Lhokseumawe Melepas Para Tamu Allah” Perbesar

Lhokseumawe, Harianpaparazzi – Mentari belum tinggi, tapi halaman Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe telah dibanjiri air mata. Bukan air mata kesedihan, melainkan luapan haru dan rasa syukur. Selasa (20/05) pagi itu, diiringi doa dan pelukan keluarga, sebanyak 179 calon jemaah haji asal Kota Lhokseumawe bersiap meninggalkan tanah kelahiran untuk memenuhi panggilan suci ke Tanah Haram.

Suasana di halaman masjid terasa begitu khidmat. Tak hanya calon jemaah yang bersiap berangkat, tapi juga ratusan keluarga yang datang sejak subuh demi mengantar orang tercinta ke pintu gerbang perjalanan spiritual. Tangis dan pelukan menjadi bahasa yang paling jujur mewakili perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Di hadapan mereka, Wakil Wali Kota Lhokseumawe berdiri, menyampaikan pesan sarat makna. Ia tidak sekadar melepas keberangkatan para jemaah, tapi juga menitipkan amanah spiritual dan doa seluruh warga kota.

“Ketika hari ini kita terpilih sebagai salah satu dari calon Dhuyufurrahman—tamu Allah—itu adalah anugerah yang tak ternilai,” ucapnya, disambut isak tangis sebagian jamaah dan keluarga.

Pelepasan itu bukan hanya seremoni administratif. Ia menjadi momen bersejarah dalam hidup sebagian besar jamaah, yang menabung bertahun-tahun demi satu niat: memenuhi panggilan Ilahi.

Di tengah keharuan itu, hadir pula tokoh-tokoh kota, Ketua MPU, Plt Sekda, Kepala Kemenag, hingga Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah. Mereka semua menjadi saksi bisu kebahagiaan dan keteguhan niat para jemaah, sebagian dari mereka adalah petani, pensiunan, guru ngaji, dan para ibu rumah tangga.

Sebanyak 179 jemaah asal Kota Lhokseumawe tergabung dalam Kloter 4 (04-BTJ), bersama jemaah dari Aceh Barat dan Gayo Lues. Total rombongan mencapai 393 orang. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Banda Aceh pada sore hari, sebelum terbang ke Jeddah keesokan harinya menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Setiba di Arab Saudi, para jemaah akan menempati hotel di kawasan Misfalah, Sektor 9, Makkah, tak jauh dari Masjidil Haram. Di sinilah langkah-langkah suci mereka akan dimulai: thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga tahallul sebagai penanda penyempurnaan rukun Islam kelima.

Dalam konteks geografis, Lhokseumawe sebagai kota pesisir memiliki dinamika sosial yang kental dengan budaya religi. Sosiologisnya, semangat kolektif masyarakat dalam mengantar jemaah haji mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan dan nilai gotong royong. Secara ekonomi, banyak dari jemaah yang telah menabung bertahun-tahun, menjual sawah atau warisan, bahkan meminjam dana syariah demi bisa berangkat haji.

Dari sisi agama, haji bukan sekadar ritual ibadah. Ia menjadi perjalanan batin yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan pengorbanan. Para jemaah ini mewakili wajah-wajah tulus masyarakat Lhokseumawe yang datang menghadap Allah dengan niat yang bersih.

Dalam perjalanan haji, tak ada jaminan kemudahan. Tapi ada janji yang pasti, setiap langkah menuju Baitullah adalah langkah yang dimuliakan. Di balik pelukan perpisahan dan linangan air mata itu, ada satu harapan bersama: semoga semua kembali dalam keadaan mabrur. (Firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siltap Aparatur Desa di Aceh Tenggara 4 Bulan Belum Dibayar, Ini Kata Kaban Pengelolaan Keuangan Daerah

12 Januari 2026 - 20:26 WIB

Sebulan Bertahan di Balai Desa, Pengungsi Banjir Baktiya Menanti Hunian Sementara

12 Januari 2026 - 16:19 WIB

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Trending di Aceh