Menu

Mode Gelap
Tiga Media Sehari, Tiga Surat Teguran: Dewan Pers Kehabisan Sabar Hadapi Media yang Ngeyel Oknum Wakil Bupati Aceh Timur Diduga Gunakan Jabatan untuk Mempengaruhi 21 Dapur MBG Plt Kepala DPPKB Aceh Tenggara Periksa Aset Kendaraan Dinas dan Fasilitas Kantor Oknum Pengembang Villa Buket Rata Serobot Aset Desa, Jalan Umum Dijadikan Jaminan Bank Direktur PNL Raih Gelar Doktor Ilmu Teknik USK, Angkat Inovasi Fly Ash untuk Pembangunan Berkelanjutan Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh

Aceh

Proyek Preservasi Jalan Simpang Semadam-Lawe Alas Dipertanyakan

badge-check


					Proyek Preservasi Jalan Simpang Semadam-Lawe Alas Dipertanyakan Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Proyek Preservasi Pekerjaan Jalan Nasional Wilayah (PJNW) III, Simpang Semadam-Lawe Alas Aceh Tenggara menelan anggaran cukup fantastis. 

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT.Sabaritha Perkasa Abadi yang menelan anggaran Rp14.196.734.000, namun disinyalir hasil pekerjaan tersebut terkesan asal-asalan karena diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dikerjakan oleh pihak rekanan.

Seperti ditemukan di lokasi proyek hanya dilakukan tambal sulam saja, selain itu, siraman bahan galian yang digunakan sebagai agregat kasar untuk membuat lapis pondasi bawah, atas, dan bahu jalan juga perlu dipertanyakan. Meski saat ini proyek tersebut tangah dalam pengerjaan.

Sehingga patut dipertanyakan regulasi dan kualitas pekerjaanya. jalan Lintas Nasional minta BPJN Aceh mengawasi proyek yang tengah dikerjakan saat ini di Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara.

Hal ini bertujuan agar dapat menghasilkan kualitas jalan yang baik serta dapat bertahan untuk jangka waktu panjang.

Sementara itu salah satu warga (AA) kepada harianpaparazzi.com, menyoroti proyek tersebut, ia mengatakan pengawasan perlu dilakukan supaya pekerjaan seperti proyek preservasi jalan Simpang Semadam-Lawe Alas. Agar dapat menghasilkan kualitas mutu yang baik.

“Kami masyarakat pengguna jalan berharap agar proyek Kementerian PUPR yaitu preservasi jalan Simpang Semadam-Lawe Alas dibawah pengawasan Balai Pelaksanaan Jalan Negara (BPJN) Provinsi Aceh wilayah III,” ucap AA.

“Sepertinya ada dugaan kurang pengawasan dari pihak PPTK dan juga konsultan pengawas (supervisi) atau pihak terkait lain yang ditunjuk bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan proyek jalan tersebut. Kami khawatir dimana setelah selesai nanti, jalan yang tidak rata ini akan digenangi air dan akhirnya cepat rusak,” ujar warga.

Sementara itu amatan yang dilakukan awak media ini di lokasi proyek preservasi jalan terkait apa yang dikatakan sejumlah warga tersebut, Rabu (11/12/2024), ternyata memang benar apa yang dikatakan warga yaitu mendapati beberapa titik badan jalan bergelombang tidak rata.

Terlihat preservasi jalan yang dikerjakan rekanan, ada beberapa tempat yang didapati terlihat bergelombang, namun pihak humas kegiatan tidak menjelaskan titik mana saja badan jalan yang tidak rata tersebut.

Sementara itu, Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara, provinsi Aceh, Gegoh Selian, angkat bicara. Dari hasil pantauan Gegoh Selian di lapangan, kegiatan pengaspalan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan dikerjakan tanpa adanya transparansi yang memadai.

Disisi lain, pihak rekanan juga diduga pada kegiatan pekerjaan preservasi jalan tersebut untuk cairan pelengket hotmix badan jalan mereka menggunakan prime Coat.

Seharusnya yang digunakan untuk mengaspal objek yang sudah teraspal sebelumnya, rekanan seharusnya mempergunakan Tack Coat karena ini lebih lengket untuk pengaspalan badan jalan yang sudah pernah teraspal.

Terkait kenyataan ini, pihak rekanan belum berhasil terkonfirmasi lebih lanjut, sementara salah satu pekerja yang dijumpai di lokasi dirinya terkesan buang badan. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolres Aceh Utara Silaturahmi Idulfitri dengan Ketua MPU, Bahas Kamtibmas

22 Maret 2026 - 16:41 WIB

Tri Nugroho Panggabean Rencanakan Laporan ke Polda Aceh, Enam Media Dituding Cemarkan Nama Baik

20 Maret 2026 - 23:58 WIB

GEUCHIK GAMPONG MESJID PUNTEUT PIMPIN TAKBIRAN MALAM IDUL FITRI 1447 H

20 Maret 2026 - 23:52 WIB

Mahasiswa HIMA-ATE Gelar Aksi Damai di Takengon, Soroti Kasus Kekerasan Aktivis HAM dan Isu Bencana Lokal

19 Maret 2026 - 20:17 WIB

RSUD Cut Meutia Bersama PAPDI Aceh dan ILLUNIA Gelar Bakti Sosial Ramadhan di Desa Alue Dua

15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Trending di Aceh