Menu

Mode Gelap
Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen

Nasional

Program Food Estate dan Pompanisasi Wujudkan Swasembada hingga Lumbung Pangan Dunia

badge-check


					Program Food Estate dan Pompanisasi Wujudkan Swasembada hingga Lumbung Pangan Dunia Perbesar

PADANG, harianpaparazzi.com — Ahli pangan dari Universitas Andalas Padang, Muhammad Makky mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan program food estate dan solusi cepat pompanisasi yang terbukti mampu meningkatkan produksi secara signifikan.

Dia berharap, dua program tersebut menjadi harapan baru bagi Indonesia yang berupaya mewujudkan swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia.

“Saya sangat mendukung program food estate dan pompanisasi sebagai salah satu bentuk implementasi mekanisasi pertanian untuk mendukung kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” ujar Makky, Rabu, 21 Agustus 2024.

Sebagai contoh, kata Makky, pompanisasi berhasil memenuhi kebutuhan pangan nasional disaat dunia mengalami kekeringan panjang terparah sepanjang sejarah. Pompanisasi bahkan menjadi harapan bagi petani Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Mengacu data hasil survei KSA oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan amatan Juni 2024, luas panen bulan Agustus tahun ini diperkirakan mencapai 940 ribu hektare dengan produksi 4,62 juta ton GKG dan luas panen bulan September diperkirakan mencapai 996 ribu hektare dengan produksi 5,14 juta ton GKG.

“Kondisi pertanaman padi ini relatif lebih bagus apabila dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya,” ujar Makky.

Memang pada tahun lalu, luas panen padi bulan Agustus hanya 860 ribu hektare dan September seluas 837 ribu hektare.

“Tren positif tahun ini saya yakin karena program pompanisasi yang digalakkan di seluruh Indonesia,” katanya.

Makky menambah bahwa sektor pertanian adalah sektor yang paling vital dalam menunjang berbagai hal. Tak terkecuali memperkuat ekonomi bangsa di tengah adanya ancaman krisis dunia seperti darurat pangan.

“Oleh karena itu, sekali lagi saya optimis food estate dan pompanisasi merupakan dua program yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Ke depan produksi beras juga akan lebih bagus dibanding tahun sebelumnya,” jelas Makky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Borong Dua Penghargaan Nasional, PNL Tegaskan Lompatan Riset dan Integritas Vokasi

5 Januari 2026 - 15:14 WIB

Sejumlah Anggota DPRK Aceh Utara Diduga Jarah Bantuan Banjir di Pendopo, Bikin Distribusi Kacau

6 Desember 2025 - 21:04 WIB

Program Edukasi Perdana IAA Tingkatkan Pemahaman Industri bagi Pelajar SMK

27 November 2025 - 19:24 WIB

RUU Kepulauan Usulan DPD RI Masuk Prolegnas 2025, Haji Uma Tegaskan: Status Otsus tidak Terusik

20 November 2025 - 21:50 WIB

Hasil Konferprov PWI DIY 2025, Hudono Kembali Dipercaya Sebagai Ketua PWI DIY

19 November 2025 - 07:02 WIB

Trending di Nasional