Menu

Mode Gelap
PWI Bonapasogit Mekar, Edward Sinaga Pimpin PWI Toba dan Tumpal Sijabat Ketua PWI Samosir Empat Paket Sabu Disita, Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Warga Pantai Labu Polres Taput Sita 112 Paket Ganja, 2 Kurir Turut Diamankan  Kejari Batu Bara Bongkar Kasus Proyek Jalan Rp43 Miliar, 12 Terdakwa Dituntut, Negara Rugi Rp6 Miliar Siswa Aceh Tengah Masih Dihantui Longsor, Dua Sekolah Direlokasi Pascabencana DLH Tinjau SPPG Mesjid Punteut, Temukan IPAL Belum Berfungsi Optimal

Nasional

Program Food Estate dan Pompanisasi Wujudkan Swasembada hingga Lumbung Pangan Dunia

badge-check


					Program Food Estate dan Pompanisasi Wujudkan Swasembada hingga Lumbung Pangan Dunia Perbesar

PADANG, harianpaparazzi.com — Ahli pangan dari Universitas Andalas Padang, Muhammad Makky mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan program food estate dan solusi cepat pompanisasi yang terbukti mampu meningkatkan produksi secara signifikan.

Dia berharap, dua program tersebut menjadi harapan baru bagi Indonesia yang berupaya mewujudkan swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia.

“Saya sangat mendukung program food estate dan pompanisasi sebagai salah satu bentuk implementasi mekanisasi pertanian untuk mendukung kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” ujar Makky, Rabu, 21 Agustus 2024.

Sebagai contoh, kata Makky, pompanisasi berhasil memenuhi kebutuhan pangan nasional disaat dunia mengalami kekeringan panjang terparah sepanjang sejarah. Pompanisasi bahkan menjadi harapan bagi petani Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Mengacu data hasil survei KSA oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan amatan Juni 2024, luas panen bulan Agustus tahun ini diperkirakan mencapai 940 ribu hektare dengan produksi 4,62 juta ton GKG dan luas panen bulan September diperkirakan mencapai 996 ribu hektare dengan produksi 5,14 juta ton GKG.

“Kondisi pertanaman padi ini relatif lebih bagus apabila dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya,” ujar Makky.

Memang pada tahun lalu, luas panen padi bulan Agustus hanya 860 ribu hektare dan September seluas 837 ribu hektare.

“Tren positif tahun ini saya yakin karena program pompanisasi yang digalakkan di seluruh Indonesia,” katanya.

Makky menambah bahwa sektor pertanian adalah sektor yang paling vital dalam menunjang berbagai hal. Tak terkecuali memperkuat ekonomi bangsa di tengah adanya ancaman krisis dunia seperti darurat pangan.

“Oleh karena itu, sekali lagi saya optimis food estate dan pompanisasi merupakan dua program yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Ke depan produksi beras juga akan lebih bagus dibanding tahun sebelumnya,” jelas Makky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG, Harga Dinaikkan hingga Rp47 Juta per Unit

13 Juni 2026 - 14:30 WIB

PWI-IPB Bahas Beasiswa S2 untuk Wartawan, Ada 10 Prodi Magister yang Ditawarkan

4 Juni 2026 - 11:21 WIB

Wisuda di JCC, Haji Uma Raih Gelar Magister Ilmu Politik, Putranya Lulus Sarjana Ilmu Komunikasi

1 Juni 2026 - 16:22 WIB

Mercu Buana Kukuhkan Dua Guru Besar Perempuan di Hari Kartini

22 April 2026 - 18:50 WIB

Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan

4 April 2026 - 12:39 WIB

Trending di Nasional