Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Tiga Dusun di Lubok Pusaka Terisolir Pascabanjir, Warga Butuh Jalan dan Akses Layanan Dasar

badge-check

Tiga Dusun di Lubok Pusaka Terisolir Pascabanjir, Warga Butuh Jalan dan Akses Layanan Dasar Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi.com – Hujan kembali memutus akses warga di tiga dusun Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Jalan tanah yang menghubungkan kawasan tersebut dengan pusat desa dan kecamatan tidak dapat dilalui ketika banjir. Warga harus menghadapi kesulitan untuk bersekolah, berobat, hingga membawa hasil kebun.

Geuchik Lubok Pusaka, Janni, senin (02/11) mengatakan tiga dusun tersebut yakni Seulemak, Bina Baru, dan Sarah Raja telah mengalami keterisolasian selama puluhan tahun. Kondisinya semakin berat setelah banjir merusak akses jalan penghubung.

Menurut Janni, jalan menuju ketiga dusun itu masih berupa tanah dan belum tersentuh pengerasan. Saat hujan turun, sebagian ruas jalan terputus sehingga warga tidak dapat melintas.

“Ini sekarang banjir lagi, Pak. Saya sendiri saja rencana mau ke Sarah Raja saya batalkan karena jalan menuju tiga dusun itu banjir,” kata Janni.

Ia menyebutkan, sebanyak 176 kepala keluarga tinggal di tiga dusun tersebut. Selain kesulitan akses jalan, jaringan komunikasi telepon seluler juga terputus selama dua pekan terakhir.

Di sektor pendidikan, warga harus mengantar anak-anak menempuh perjalanan sekitar sembilan kilometer menuju pusat Desa Lubok Pusaka untuk bersekolah. Sementara itu, warga yang membutuhkan layanan kesehatan juga harus menuju kawasan tersebut karena belum tersedia Puskesmas Pembantu (Pustu) dan bidan desa yang bertugas di tiga dusun itu.

Janni mengatakan sebagian besar masyarakat bekerja sebagai peladang dan pekebun sawit, pinang, serta tanaman muda. Pendapatan mereka berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari dari hasil kebun dan ladang.

Kerusakan jalan turut menyulitkan warga menjual hasil bumi. Mereka harus menghadapi biaya dan kesulitan pengangkutan karena kendaraan pengumpul hasil kebun tidak mudah menjangkau kawasan tersebut.

“Tolonglah, Pak. Yang penting bagi masyarakat tiga dusun itu pembangunan jalan dan ekonomi. Susah sekali mereka. Dengan penghasilan kecil seperti itu, mereka selalu rugi setiap menjual hasil bumi karena jalan rusak,” ujarnya.

Camat Langkahan, T. Reza Ichwan, S.STP, juga mengakui kondisi sejumlah dusun di wilayahnya masih terisolir. Ia mengatakan untuk mencapai Dusun Sarah Raja, warga harus mengarungi sungai selama sekitar satu setengah jam.

Menurutnya, jalan menuju tiga dusun tersebut kerap terputus ketika banjir dan tidak dapat dilalui saat hujan. Panjang ruas jalan yang terdampak diperkirakan mencapai tiga hingga lima kilometer.

Reza menyebutkan, masyarakat telah beberapa kali menyampaikan permintaan pembangunan sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, termasuk Puskesmas Pembantu. Namun, kebutuhan tersebut belum terealisasi.

Meski sekolah tersedia di Desa Lubok Pusaka, anak-anak dari tiga dusun tetap harus menempuh perjalanan sekitar tiga hingga lima kilometer untuk mencapai sekolah. Warga yang membutuhkan layanan puskesmas juga harus menyeberangi sungai.

Persoalan akses ekonomi juga dialami warga Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan. Geuchik Rumoh Rayeuk, Akthaillah, mengatakan banjir telah merusak jalan usaha tani yang menjadi akses warga menuju kebun.

Menurutnya, warga hanya dapat melakukan perbaikan darurat secara swadaya. Akibat jalan rusak, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut sawit dan hasil kebun lainnya ke tempat penampungan karena pengepul tidak bersedia masuk ke kebun.

“Warga mau tidak mau terpaksa keluar uang lagi untuk melansir sawit dan tanaman lain karena toke enggak mau masuk ke kebun itu,” kata Akthaillah.

Ia juga menyebutkan, jalan menuju pusat kecamatan yang mengalami kerusakan berat sepanjang sekitar tiga kilometer baru direncanakan dibangun pada 2027.

Untuk pendidikan, Akthaillah mengatakan anak-anak di desanya masih mengikuti kegiatan belajar di meunasah Desa Rumoh Rayeuk karena sekolah mereka belum dapat digunakan sebagaimana mestinya. Sementara pelayanan kesehatan masih berjalan dengan bidan desa yang turun ke lapangan dan ketersediaan obat-obatan dari puskesmas.

Akthaillah berharap pemerintah daerah memperbaiki jalan usaha tani agar warga dapat kembali mengangkut hasil kebun tanpa menanggung biaya tambahan.

Persoalan keterisolasian dan kebutuhan pembangunan desa terpencil tersebut sebelumnya menjadi pembahasan dalam Semiloka Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara, Jumat (30/10).

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE, MM, melalui Sekretaris Daerah Dayan Albar, SSTP, MAP, meminta seluruh dinas terkait berkontribusi membenahi desa-desa yang masuk kawasan terpencil.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Aceh Utara, Fakhruradhi, SH, MH, menyebutkan empat lokasi yang menjadi sasaran kawasan KAT kali ini meliputi Desa Lubok Pusaka di Kecamatan Langkahan, Desa Gunci, Desa Riseh Tunong di Kecamatan Sawang, dan Desa Bukit Makarti di Kecamatan Tanah Luas.

Kondisi warga di Lubok Pusaka dan Rumoh Rayeuk memperlihatkan kebutuhan pembangunan yang tidak hanya berkaitan dengan penanganan kawasan terpencil, tetapi juga pemulihan akses jalan, pelayanan dasar, dan kegiatan ekonomi masyarakat setelah banjir. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Wisuda ke-37, PNL Kukuhkan 1.134 Lulusan, 639 Raih Cumlaude dan Terapkan Ijazah Elektronik

31 Okt 2026 - 11:09 WIB

Wisuda ke-37, PNL Kukuhkan 1.134 Lulusan, 639 Raih Cumlaude dan Terapkan Ijazah Elektronik

Empat Desa Masuk Sasaran Penanganan KAT, Bupati Aceh Utara Minta SKPK Bergerak

31 Okt 2026 - 09:49 WIB

Empat Desa Masuk Sasaran Penanganan KAT, Bupati Aceh Utara Minta SKPK Bergerak

Tiga Bulan Jadi Ujian, Ayahwa Ancam Copot Pejabat yang Tak Berprestasi

30 Okt 2026 - 22:33 WIB

Tiga Bulan Jadi Ujian, Ayahwa Ancam Copot Pejabat yang Tak Berprestasi

Direktur Baru PDAM Lhokseumawe Diminta Benahi Pasokan Air Baku

30 Okt 2026 - 08:50 WIB

Direktur Baru PDAM Lhokseumawe Diminta Benahi Pasokan Air Baku

Bupati Aceh Tamiang Soroti Sedimentasi Sungai, Minta PETA Dukung Pemulihan Pascabencana

30 Okt 2026 - 08:48 WIB

Bupati Aceh Tamiang Soroti Sedimentasi Sungai, Minta PETA Dukung Pemulihan Pascabencana
Trending di Aceh