Menu

Otomatis
Breaking News

Opini

Menjaga Sholat Subuh dan Ashar, Merawat Cinta kepada Allah

badge-check

Menjaga Sholat Subuh dan Ashar, Merawat Cinta kepada Allah Perbesar

Oleh: Tri Nugroho Pangabean

Mendirikan sholat tepat pada waktunya bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Di antara lima waktu sholat yang diwajibkan, Subuh dan Ashar memiliki keutamaan yang sangat besar. Kedua sholat ini dikenal dengan istilah Al-Bardain, yaitu dua sholat yang dilaksanakan pada waktu yang sejuk, yakni Subuh dan Ashar.

Berbagai hadis sahih menjelaskan keutamaan luar biasa dari menjaga kedua sholat tersebut. Karena itu, Subuh dan Ashar semestinya tidak dipandang sebagai dua waktu sholat yang biasa saja, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat hubungan seorang Muslim dengan Allah SWT.

Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan:

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barang siapa yang mengerjakan sholat Al-Bardain (Subuh dan Ashar), maka ia akan masuk surga.”

Hadis tersebut menjadi pengingat betapa besar kedudukan Subuh dan Ashar. Di tengah kesibukan kehidupan, seorang Muslim dituntut untuk tetap menempatkan panggilan Allah sebagai prioritas.

Bukan hanya jaminan masuk surga, terdapat pula hadis yang memberikan peringatan sekaligus kabar gembira bagi mereka yang menjaga kedua sholat tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang melaksanakan sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.”

Hadis riwayat Muslim tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga sholat Subuh dan Ashar. Keduanya berada pada waktu yang sering menjadi ujian bagi manusia.

Subuh diuji oleh rasa kantuk dan beratnya meninggalkan tempat tidur. Sementara Ashar sering berhadapan dengan kesibukan pekerjaan, perjalanan, urusan keluarga, serta berbagai aktivitas duniawi.

Namun justru di situlah nilai perjuangannya.

Ketika seseorang mampu meninggalkan kenyamanan tidur untuk memenuhi panggilan Allah, terdapat nilai ketaatan yang besar. Begitu pula ketika seseorang menghentikan kesibukan dunia untuk menghadap Allah pada waktu Ashar, ia sedang menunjukkan bahwa kehidupan dunia tidak boleh membuatnya melupakan kewajiban kepada Rabb-nya.

Keutamaan Memandang Allah di Akhirat

Salah satu kenikmatan terbesar yang dijanjikan kepada orang-orang beriman adalah kesempatan memandang Allah SWT di akhirat.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang-orang beriman akan melihat Rabb mereka sebagaimana mereka melihat bulan, kemudian beliau mengingatkan agar umat Islam tidak lalai dari sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.

Pesan tersebut kembali mengingatkan bahwa menjaga Subuh dan Ashar bukan perkara kecil.

Sholat bukan sekadar rutinitas gerakan fisik, tetapi merupakan bentuk hubungan langsung seorang hamba dengan Allah.

Subuh dan Ashar Disaksikan Para Malaikat

Keistimewaan lainnya terdapat pada pergantian tugas malaikat malam dan malaikat siang.

Rasulullah SAW bersabda bahwa para malaikat malam dan siang silih berganti mendatangi manusia dan mereka berkumpul pada waktu sholat Subuh dan Ashar.

Ketika ditanya mengenai keadaan manusia yang mereka tinggalkan, para malaikat menjawab bahwa mereka meninggalkan manusia dalam keadaan sedang melaksanakan sholat dan mendatanginya kembali dalam keadaan sedang melaksanakan sholat.

Gambaran tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi seorang Muslim untuk tidak meremehkan kedua waktu sholat ini.

Betapa indah apabila laporan tentang diri kita kepada Allah adalah laporan tentang seorang hamba yang sedang bersujud dan memenuhi panggilan-Nya.

Jangan Sampai Ashar Terlewat

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan yang sangat tegas mengenai sholat Ashar:

مَنْ تَرَكَ صَلَاةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barang siapa yang meninggalkan sholat Ashar, maka gugurlah amalannya.”

Hadis riwayat Shahih al-Bukhari ini menunjukkan beratnya konsekuensi meremehkan sholat Ashar.

Pesannya relevan dengan kehidupan modern. Kesibukan pekerjaan, rapat, perjalanan, aktivitas usaha, maupun urusan lainnya jangan sampai menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban yang waktunya telah ditetapkan.

Dunia akan selalu memiliki kesibukan. Pekerjaan akan terus menunggu. Tetapi waktu sholat yang telah berlalu tidak dapat diputar kembali.

Dua Rakaat Sebelum Subuh Lebih Baik dari Dunia

Keutamaan Subuh bahkan telah dimulai sebelum sholat wajib dilaksanakan.

Dalam Shahih Muslim disebutkan:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat sebelum fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

Hadis tersebut menggambarkan betapa besar nilai dua rakaat sunnah sebelum Subuh.

Saat tubuh masih diselimuti rasa kantuk, ketika sebagian besar manusia masih terlelap, seorang Muslim yang bangun untuk melaksanakan sholat sedang memilih sesuatu yang nilainya jauh lebih besar daripada seluruh kenikmatan dunia.

Menjadikan Subuh dan Ashar sebagai Pilar Kehidupan

Pada akhirnya, menjaga sholat Subuh dan Ashar bukan hanya tentang mengejar pahala, tetapi juga tentang membangun kedisiplinan spiritual.

Subuh mengajarkan kita untuk mengawali hari dengan mengingat Allah. Ashar mengingatkan kita untuk berhenti sejenak di tengah kesibukan dunia dan kembali menghadap kepada-Nya.

Keduanya menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun aktivitas manusia, ada kewajiban yang tidak boleh dikesampingkan.

Karena itu, mari kita jaga waktu sholat. Bagi kaum laki-laki, mari berusaha menunaikannya secara berjamaah di masjid apabila memungkinkan. Ajarkan pula kepada keluarga dan generasi muda bahwa sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Sebab ketika dunia semakin sibuk, justru saat itulah manusia semakin membutuhkan tempat untuk kembali.

Dan tempat kembali itu adalah sujud.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber dalil: Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Catatan Menggelitik Fraksi Demokrat Terkait Transfer TKD Rp 74 Miliar ke Taput

5 Sep 2026 - 14:42 WIB

Catatan Menggelitik Fraksi Demokrat Terkait Transfer TKD Rp 74 Miliar ke Taput

Direktur Diganti, Plt. Dilantik: Ada Apa di Balik Pergantian Pimpinan RSU Cut Meutia?

27 Agu 2026 - 17:32 WIB

Direktur Diganti, Plt. Dilantik: Ada Apa di Balik Pergantian Pimpinan RSU Cut Meutia?

Akuntansi Sektor Publik dan Krisis Makna: Ketika Pengukuran Kinerja Kehilangan Substansi

29 Apr 2026 - 15:25 WIB

Akuntansi Sektor Publik dan Krisis Makna: Ketika Pengukuran Kinerja Kehilangan Substansi

TOLERANSI SEBAGAI KUNCI INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

4 Apr 2026 - 11:59 WIB

TOLERANSI SEBAGAI KUNCI INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

PERTUMBUHAN TINGGI, DOMPET MENIPIS: PARADOKS STABILITAS EKONOMI INDONESIA DI ERA TEKANAN GLOBAL

26 Feb 2026 - 11:54 WIB

PERTUMBUHAN TINGGI, DOMPET MENIPIS: PARADOKS STABILITAS EKONOMI INDONESIA DI ERA TEKANAN GLOBAL
Trending di Opini