Taput, harianpaparazzi.com – Kunjungan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago ke Desa Dolok Nauli dengan spontanitas menyerahkan bantuan untuk 16 Kepala Desa dan pihak Kecamatan sebesar Rp 250 Juta.
Pemberian bantuan spontanitas kepada kepala desa setelah Menko Polkam Djamari Chaniago menyerahkan bantuan sembako dan bantuan uang dalam amplop kepada masyarakat korban bencana.
Pertemuan Menko Polkam dengan warga korban bencana dipusatkan di gereja HKBP Desa Dolok Nauli pada 4 Desember 2025 justru menyisakan cerita menarik terkait dana bantuan spontanitas tersebut. .
Bantuan spontanitas ditegaskan berbeda dengan bantuan yang diberikan kepada masyarakat saat kunjungan berlangsung.
Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, Menko Polkam telah memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako dan amplop yang dibagikan secara langsung kepada masyarakat.
Sesaat beranjak meninggalkan lokasi seketika Menko Polkam memanggil kepala desa dan yang hadir ketika itu empat kepala desa yakni Kepala Desa (Kades) Dolok Nauli Jonas Aritonang, Kades Banuaji I Ruhut Sipahutar, Kades Banuaji IV Alex Tobing dan Kepala Desa Banuaji II Nenny Simanjuntak .
Spontan Menko Polkam Djamari Chaniago menyerahkan bantuan uang kontan Rp 250 Juta untuk kepala desa sebagai pengganti oleh-oleh.
Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang,mengatakan uang tersebut bukan bantuan yang dibagikan kepada masyarakat.
“Benar saya yang menerima bantuan spontanitas pengganti oleh-oleh yang diberikan Menko Polkam Djamari Chaniago kepada kepala desa. Sementara untuk masyarakat, Menko Polkam sudah memberikan sembako dan amplop yang dibagikan langsung kepada masyarakat,” Jonas saat diwawancarai tim media melalui Telepon WA, Kamis, 27/8/2026
Setelah dana diterima, Jonas mengaku diperintahkan oleh Lam Miduk Sinaga, yang ketika itu menjabat Sekcam Adiankoting, untuk menemui Bupati Tapanuli Utara JTP Hutabarat yang beranjak bersama dengan Menko Polkam.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta petunjuk mengenai penggunaan dana yang disebut sebagai pengganti oleh-oleh tersebut.
Menurut Jonas, Bupati kemudian meminta agar uang tersebut diserahkan kepada Lam Miduk sambil menunggu koordinasi lebih lanjut.
Sekitar satu minggu kemudian, Lam Miduk Sinaga melakukan koordinasi dengan Bupati Tapanuli Utara terkait pemanfaatan dana tersebut.
Hasilnya, dana kemudian dibagikan kepada 16 kepala desa di Kecamatan Adiankoting untuk membantu kebutuhan mendesak.
Sebanyak 11 desa disebut menerima Rp 5 juta per desa. Sementara lima desa yang terdampak bencana memperoleh tambahan Rp 8 juta sehingga masing-masing menerima total Rp.13 juta.
Kelima kepala desa menerima Rp.13 juta adalah Kepala Desa Desa Dolok Nauli, Desa Adiankoting, Desa Pagaran Pisang, Desa Sibalanga dan Kepala Desa Pagaran Lambung I. Penggunaan dana tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan operasional desa dan kecamatan dalam menghadapi kondisi pasca bencana.
Pada saat bencana terjadi, menurut keterangan Camat Lam Miduk Sinaga yang dipercayakan menjadi Camat Adiankoting menyebut bahwa anggaran masing-masing desa belum tersedia. Kondisi tersebut membuat sejumlah kebutuhan masyarakat harus terlebih dahulu ditanggulangi, termasuk adanya utang ke sejumlah warung.
Utang yang muncul untuk memenuhi kebutuhan selama masa bencana tersebut kemudian disebut dibayarkan melalui pihak Kecamatan Adiankoting.
Pada Februari 2026, Bupati Tapanuli Utara juga disebut kembali memberikan arahan agar pihak kecamatan memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan di lokasi bencana.
Terpisah, Camat Adiankoting Lam Miduk Sinaga saat di mintai keterangannya membenarkan saat ini masih ada sisa uang dari pengganti oleh- oleh yang diberikan Menko Polkam kepada kepala desa. Rencananya dalam waktu dekat, Pihak Kecamatan dan Desa akan melakukan gotong royong secara serentak.
” Dalam waktu dekat, seluruh desa dan pihak kecamatan akan melakukan gotong royong secara serentak se Kecamatan Adiankoting. Kebutuhan untuk kegiatan gotong royong kita menggunakan sisa uang yang diberikan Menko Polkam kepada para kades” pungkas Lam Miduk Sinaga.
Berdasarkan keterangan Camat Adiankoting dan Kepala Desa, dana Rp250 juta tersebut tidak diposisikan sebagai bantuan langsung kepada masyarakat, melainkan dialokasikan untuk membantu kebutuhan pemerintahan desa dan kecamatan, terutama dalam mendukung penanganan kebutuhan yang muncul akibat bencana. (Udut)






