Menu

Mode Gelap
SPPG dan KMP Tak Miliki PBG, Dinas Perizinan Taput Jemput Bola Kadis PMD Taput Siap Evaluasi Lembaga Bimtek Bermasalah, PDIP Dorong Pelaksanaan di Daerah Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan Massa Bakal Gelar Aksi ke Polres Jika Hingga Kamis Pelaku Penganiayaan Anak Belum Ditangkap Kejari Batu Bara Eksekusi DPO Kasus Penipuan, Buronan Sejak 2022 Akhirnya Ditahan Empat Rumah di Sipoholon Hangus Terbakar, Wabup Taput Langsung Tinjau Lokasi

Aceh

Hampir Setahun Pascabanjir Besar, Rumah Warga Gampong Mane Masih Dipenuhi Lumpur yang Mengeras

badge-check

Hampir Setahun Pascabanjir Besar, Rumah Warga Gampong Mane Masih Dipenuhi Lumpur yang Mengeras Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com – Hampir satu tahun setelah banjir besar melanda Kabupaten Aceh Utara pada November 2025, masih ada warga yang harus hidup di rumah dengan sisa lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan.

Salah satunya dialami Ampon Blang, warga Gampong Mane. Hingga pertengahan Juli 2026, rumahnya masih dipenuhi lumpur yang telah mengering dan mengeras akibat material yang terbawa banjir.

Kondisi tersebut menjadi potret bahwa dampak bencana belum sepenuhnya berakhir bagi sebagian masyarakat terdampak. Meski aktivitas masyarakat telah berangsur pulih, masih ada warga yang belum mampu membersihkan maupun memperbaiki rumah mereka secara menyeluruh.

Menurut informasi yang disampaikan warga setempat, lapisan lumpur yang mengeras masih menutupi sebagian lantai rumah Ampon Blang. Keterbatasan tenaga dan biaya menjadi salah satu kendala dalam proses pembersihan.

“Pascabanjir, rumah itu hingga sekarang masih dihiasi lumpur yang sudah mengeras,” ujar warga yang menyampaikan kondisi tersebut kepada media.

Banjir besar yang melanda Aceh Utara pada November 2025 menyebabkan ribuan rumah terdampak dan memaksa banyak warga mengungsi. Bencana tersebut juga meninggalkan endapan lumpur di sejumlah kawasan permukiman sehingga proses pemulihan berlangsung dalam waktu yang panjang.

Kisah Ampon Blang menjadi pengingat bahwa proses rehabilitasi pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemulihan kehidupan masyarakat yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Warga berharap perhatian dari pemerintah, lembaga terkait, maupun para dermawan dapat terus diberikan agar keluarga-keluarga yang masih terdampak memperoleh bantuan untuk membersihkan dan memperbaiki rumah mereka sehingga dapat kembali dihuni dengan layak.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bupati Aceh Timur Bantu Irfan Pindah Sekolah, Siapkan Bantuan Pendidikan Lewat Baitul Mal

10 Juli 2026 - 19:21 WIB

Kapolda Aceh Jalin Silaturahmi dengan DJBC Aceh, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

10 Juli 2026 - 10:01 WIB

Jalan Samping Kantor PWI Agara Tergerus Sungai, Satu Pengendara Jatuh ke Kali Bulan

9 Juli 2026 - 19:38 WIB

Pegadaian Syariah Gelar Khitanan Massal di Aceh Tamiang, 110 Anak Ikuti Program “Langkah Emas Anak Sholeh”

9 Juli 2026 - 13:13 WIB

Babinsa dan Warga Lembur Cor Lantai Jembatan Beton Lawe Sikap

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Trending di Aceh