Menu

Mode Gelap
BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional Diduga Ketua Kelompok Ternak Bukit Rata Jaya Jual 24 Ekor Sapi Bantuan DPR RI dan UPPO Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bergerak Cepat, Kasus Langsung Terungkap APBK Aceh Utara Dinilai Masih Sehat, Pemulihan Pascabanjir Rp26 Triliun Jadi Beban Berat Daerah Dua Unit Rumah Semi Permanen Tanpa Penghuni Hangus Terbakar

Aceh

Lansia Terlantar di Muara Batu: dr. Ima Suryani Tak Hadir, Antrean Mobile JKN Jadi “Zonk”!

badge-check


					Lansia Terlantar di Muara Batu: dr. Ima Suryani Tak Hadir, Antrean Mobile JKN Jadi “Zonk”! Perbesar

Aceh, Harianpaparazzi.com — Wajah pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Batu, Jl. Medan–Banda Aceh, tercoreng pada Jumat (27/3/2026). Puluhan pasien lanjut usia (lansia) yang seharusnya mendapatkan perawatan prioritas justru harus menelan kekecewaan akibat ketidakhadiran dokter yang dijadwalkan bertugas.

Berdasarkan investigasi tim Harian Paparazi melalui pantauan aplikasi Mobile JKN, dr. Ima Suryani seharusnya memberikan layanan di Poli Lansia mulai pukul 08.00 hingga 13.45 WIB. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Kursi dokter kosong, sementara puluhan kakek dan nenek yang telah mengambil nomor antrean terlunta-lunta dalam ketidakpastian.

Data Antrean yang “Bisu”
Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya 39 nomor antrean telah diambil oleh pasien. Ironisnya, sistem antrean tampak “mati suri”. Antrean terakhir yang terpanggil tertahan di nomor 92, sementara sisa antrean menunjukkan angka nol—sebuah anomali yang mencerminkan kacaunya manajemen pelayanan saat dokter tidak berada di tempat.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan Poli Umum. Di sana, dr. Alhadi terpantau hadir sesuai jadwal dan melayani hingga 96 pasien tanpa hambatan berarti.

Aplikasi Digital vs Realita Pahit
Pemerintah selama ini membanggakan aplikasi Mobile JKN sebagai solusi bagi masyarakat untuk memantau jadwal dokter secara daring. Namun, kejadian di Puskesmas Muara Batu hari ini membuktikan bahwa kecanggihan teknologi tidak berarti jika kedisiplinan tenaga medis tidak berjalan.

Masyarakat yang telah mengecek jadwal secara real-time dan datang dari berbagai desa justru harus menghadapi “ruang kosong” di puskesmas—sebuah ironi di tengah gencarnya digitalisasi layanan kesehatan.

Harian Paparazi Menanti Penjelasan Kadis Kesehatan
Redaksi Harian Paparazi akan terus memantau jadwal dokter di Puskesmas Muara Batu pada Senin mendatang. Hak pelayanan kesehatan warga, terutama para lansia, tidak boleh dikorbankan oleh ketidakdisiplinan oknum tertentu.

“Puskesmas adalah tempat orang sakit mencari kesembuhan, bukan tempat lansia mengantre ketidakpastian. Kami meminta Kadis Kesehatan Aceh Utara segera mengevaluasi kinerja dokter yang mangkir tanpa alasan jelas ini,” tegas Pimpinan Redaksi Harian Paparazi.

(Tri Nugroho Panggabean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. sahabataceh45@gmail.com

    Itu menjatuhkan nama 1 dokter dan menaikkan 1 nama dokter?

    Kok aneh? Gak keliru kah? Kenapa kualitas berita buruk, tdk ada konfirmasi pasti dari pengolola puskesmas? Kenapa tdk kau tanya dulu pejabat pimpinannya!
    Carilah Rizki yg halal tanpa menjatuhkan orang lain..
    Ingat harta yang kau hasilkan dari cara haram akan mendarah daging. Yg Tempatnya dalam neraka.

    Reply
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

SPS Aceh Gelar Doa Bersama untuk Ibunda Sekjen SPS Pusat Asmono Wikan

25 Mei 2026 - 21:47 WIB

BWS Dinilai Lambat, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Tanam Lagi

24 Mei 2026 - 21:28 WIB

Mualem Bawa Isu Perdamaian Aceh Kembali ke Meja Nasional

24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lhoksukon Kembali Dihantam Banjir, Warga Sorot Tanggul Tambal Sulam dan Lemahnya Penanganan

24 Mei 2026 - 16:16 WIB

Keluarga Pasien Asal Matangkuli Apresiasi Layanan Pasang Ring Jantung di RSUD Cut Meutia

23 Mei 2026 - 19:22 WIB

Trending di Aceh