Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Aceh

Miris, Bocah 13 Tahun Dirudapaksa Ayah Kandung di Dalam Rumah Sendiri

badge-check

Miris, Bocah 13 Tahun Dirudapaksa Ayah Kandung di Dalam Rumah Sendiri Perbesar

Aceh Tenggara, harianpaparazzi.com – Telat terjadi Insiden sangat memilukan dan durjana mengguncang Kabupaten Aceh Tenggara. Seorang ayah kandung berinisial SPJ (35) tega melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap putri kandungnya sendiri yang masih berusia 13 tahun.

Tersangka SPJ (35), warga Aceh Tenggara, melakukan aksi bejatnya di rumah mereka sendiri. Dari keterangan ibu korban sebagai saksi, peristiwa memilukan itu diperkirakan mulai terjadi sejak akhir Oktober 2025.

Kasus bejat ini berhasil diungkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Tenggara.

“Parahnya, pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang korbannya masih berusia 13 tahun di Aceh Tenggara itu adalah ayah kandungnya sendiri,” terang Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, didampingi Wakapolres Kompol Yasir dan Kasatreskrim Iptu Zery Irfan dalam konferensi pers, Rabu (05/11/2025).

Aksi keji pelaku akhirnya terbongkar setelah ibu korban mengetahuinya dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Aceh Tenggara pada 1 November 2025.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku mengakui bahwa aksi pemerkosaan tersebut telah dilakukannya sebanyak 3 kali terhadap korban.

Penyidik saat ini terus melakukan pemeriksaan mendalam, meminta keterangan ahli, dan saksi lainnya untuk memastikan seluruh fakta.

Kapolres menyatakan sejumlah barang bukti telah diamankan dalam kasus ini antara lain pakaian pelaku dan korban, serta sebuab handphone milik korban yang berisi dugaan terjadinya tindakan pelecehan maupun pemerkosaan terhadap korban.

“Pelaku kini ditahan dan akan menjalani proses penyidikan lebih lanjut atas tindak pidana pemerkosaan ini,” katanya.

Menyikapi kasus kekerasan anak yang terus terjadi, Kapolres AKBP Yulhendri menambahkan bahwa PPA Satreskrim bersama pemerintah daerah dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Aceh Tenggara telah berulang kali turun ke sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan untuk melaksanakan sosialisasi pencegahan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak. (Azhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Jurnalis ke Pengusaha, Feri Fernandes Raih JMSI & PWI Awards 2026

12 Okt 2026 - 22:34 WIB

Dari Jurnalis ke Pengusaha, Feri Fernandes Raih JMSI & PWI Awards 2026

JMSI Anugerahkan Penghargaan kepada 23 Mitra Strategis, Sekda Aceh Utara: Jangan Alergi terhadap Media

12 Okt 2026 - 21:24 WIB

JMSI Anugerahkan Penghargaan kepada 23 Mitra Strategis, Sekda Aceh Utara: Jangan Alergi terhadap Media

Direktur PNL Raih JMSI & PWI Awards 2026, Diapresiasi sebagai Tokoh Pendidikan Vokasi dan Literasi Publik

12 Okt 2026 - 21:17 WIB

Direktur PNL Raih JMSI & PWI Awards 2026, Diapresiasi sebagai Tokoh Pendidikan Vokasi dan Literasi Publik

Polres Lhokseumawe Terima Penghargaan dari JMSI, Apresiasi atas Dedikasi dan Pelayanan kepada Masyarakat

12 Okt 2026 - 21:10 WIB

Polres Lhokseumawe Terima Penghargaan dari JMSI, Apresiasi atas Dedikasi dan Pelayanan kepada Masyarakat

Diduga Tak Transparan, Pengelolaan Dana CSR PT PLN Tahun 2025 Diminta Ditelusuri

11 Okt 2026 - 10:38 WIB

Diduga Tak Transparan, Pengelolaan Dana CSR PT PLN Tahun 2025 Diminta Ditelusuri
Trending di Aceh