Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

Aceh

KAPPRA Akan Gelar Aksi Demo Tuntut Transparansi Pengelolaan PT PEMA

badge-check


					KAPPRA Akan Gelar Aksi Demo Tuntut Transparansi Pengelolaan PT PEMA Perbesar

Banda Aceh | Harianpaparazzi.com – Koalisi Aksi Pemuda dan Pelajar Aceh (KAPPRA) menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan pada Kamis, 16 Oktober 2025, dalam aksi demonstrasi yang menuntut keterbukaan pengelolaan PT Pembangunan Aceh (PT PEMA).

Dalam seruan yang beredar luas di media sosial, aksi tersebut akan dimulai pukul 09.00 WIB, dengan titik kumpul di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. Para peserta kemudian akan bergerak menuju dua lokasi utama, yaitu Kantor Gubernur Aceh dan Kantor PT PEMA.

Koordinator aksi, Muhammad Fazri Ilham, menyampaikan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk keresahan masyarakat terhadap dugaan ketertutupan dan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT PEMA, terutama terkait dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Ada tiga tuntutan utama rakyat Aceh yang akan kami sampaikan. Pertama, kami menuntut keterbukaan informasi terkait pengelolaan PT PEMA. Kedua, kami meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengaudit aliran dana CSR. Ketiga, kami mendesak Gubernur Aceh untuk mengganti Mawardi selaku Direktur Utama PT PEMA,” tegas Fazri dalam pernyataannya.

KAPPRA menegaskan, PT PEMA adalah badan usaha milik daerah yang seharusnya bekerja untuk kepentingan rakyat Aceh, bukan dikuasai oleh kelompok tertentu. Dalam seruan aksinya, mereka juga menggunakan tagar:

Aksi ini diperkirakan akan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat sipil. KAPPRA juga mengimbau aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak melakukan tindakan represif terhadap massa aksi.

“Kami datang membawa aspirasi rakyat Aceh. Kami ingin keadilan, keterbukaan, dan perubahan nyata dalam pengelolaan PT PEMA,” ujar Fazri.

Aksi ini menjadi sorotan publik di tengah meningkatnya desakan agar Pemerintah Aceh memperjelas transparansi dan akuntabilitas perusahaan daerah yang mengelola aset strategis Aceh, terutama di sektor energi dan migas.( Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sebulan Bertahan di Balai Desa, Pengungsi Banjir Baktiya Menanti Hunian Sementara

12 Januari 2026 - 16:19 WIB

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Dana Desa Gampong Meunye Peut Disorot: Dugaan Indikasi Penyimpangan Aset, Program Berubah Sepihak, hingga BLT Dipotong Oknum Geuchik

9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Trending di Aceh