Menu

Mode Gelap
Aparat Gagalkan Pengiriman 2 Kg Sabu, Tersangka Disergap di Tol RSUD Cut Meutia Gratiskan Biaya Perawatan Korban Penusukan di Aceh Utara Sanksi Tegas ASN yang Menyalahgunakan WFH, Bisa Berujung Pemecatan Gerakan Peduli Keadilan Layangkan Petisi ke Pejabat Aceh Timur dan BNPB Pusat, Tuntut Hak Korban Banjir Dipenuhi Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah Sumatera, Aceh Tengah hingga Medan Terdampak Jangan Panik! Harga BBM Pertamina April 2026 Tetap, Ini Rincian Tarif di Sejumlah Daerah

News

Mualem dan Eks Kombatan GAM Gelar Doa Bersama untuk Syuhada di Aceh Utara

badge-check


					Mualem dan Eks Kombatan GAM Gelar Doa Bersama untuk Syuhada di Aceh Utara Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com — Majelis GAM/KPA Daerah III Tgk. Syiek Di Paya Bakong menggelar doa bersama mengenang almarhum Tgk. Amad Leupon, mantan Komandan Operasi Daerah III, serta para syuhada Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang gugur dalam konflik Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di kompleks makam Tgk. Amad Leupon, Gampong Leupon Siren, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis (9/10/2025).

Doa bersama yang dipimpin Abi Tarmizi itu turut dihadiri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka, bersama istrinya, Salmawati.

Sejumlah tokoh penting juga hadir, di antaranya Panglima Muda Daerah III Tgk. Syiek Di Paya Bakong, Sofyan Ismail (Chombet), Wakil Panglima Muda, Darsami Ismail; serta Ketua KPA Wilayah Samudera Pase, H. Abu Bakar A. Latif. Hadir pula jajaran eks kombatan dan masyarakat setempat.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Mualem mengatakan bahwa doa dan zikir bersama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para syuhada yang telah berjuang untuk martabat rakyat Aceh.

Ia menegaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi atas peringatan syahidnya Tgk. Amad Leupon pada 20 September 2004 silam.

“Meskipun kita telah melewati tanggal peringatan, maknanya tetap sama, mengenang perjuangan dan meneladani keikhlasan para pendahulu. Insya Allah, ke depan semua makam para syuhada akan dibenahi di wilayah masing-masing,” ujar Mualem.

Lebih lanjut, Mualem juga menyinggung komitmen implementasi perjanjian MoU Helsinki, terutama mengenai pemberdayaan mantan kombatan, tahanan politik (Tapol/Napol), dan korban konflik.

“Sudah dua puluh tahun berlalu, banyak hal yang belum terealisasi. Karena itu, kami mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan dana abadi bagi mantan kombatan GAM agar kesejahteraan dan semangat rekonsiliasi tetap terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Panglima Muda Daerah III, Sofyan Ismail alias Chombet, menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai program penataan makam syuhada secara bertahap dan berkelanjutan.

“Di wilayah Daerah III ini terdapat lebih dari 260 makam syuhada yang perlu dibenahi. Ini inisiatif bersama agar perjuangan dan pengorbanan mereka tidak dilupakan oleh generasi setelahnya,” tutur Chombet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Forum Forkopimda Langkat Jadi Ruang Damai, Perselisihan Saling Lapor Disepakati Selesai Secara Musyawarah

19 April 2026 - 13:15 WIB

Tagihan Mengendap, Keringanan Tersendat, Korban Banjir Dibayangi Beban Listrik

18 April 2026 - 11:31 WIB

Aksi Jum’at Berkah di Dolok Pop, Satresnarkoba Berbagi dan Edukasi Bahaya Narkoba

10 April 2026 - 16:05 WIB

Besok Aksi Warga Podomoro Deli Medan, Tuntut Kejelasan Sertifikat dan Lonjakan IPL

8 April 2026 - 23:00 WIB

Lebih dari Sekadar Profit, Rudianto Ajak Warga Brohol Bangun Masa Depan

8 April 2026 - 22:54 WIB

Trending di News