Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

News

Mualem dan Eks Kombatan GAM Gelar Doa Bersama untuk Syuhada di Aceh Utara

badge-check


Mualem dan Eks Kombatan GAM Gelar Doa Bersama untuk Syuhada di Aceh Utara Perbesar

ACEH UTARA, Harianpaparazzi.com — Majelis GAM/KPA Daerah III Tgk. Syiek Di Paya Bakong menggelar doa bersama mengenang almarhum Tgk. Amad Leupon, mantan Komandan Operasi Daerah III, serta para syuhada Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang gugur dalam konflik Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di kompleks makam Tgk. Amad Leupon, Gampong Leupon Siren, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Kamis (9/10/2025).

Doa bersama yang dipimpin Abi Tarmizi itu turut dihadiri Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka, bersama istrinya, Salmawati.

Sejumlah tokoh penting juga hadir, di antaranya Panglima Muda Daerah III Tgk. Syiek Di Paya Bakong, Sofyan Ismail (Chombet), Wakil Panglima Muda, Darsami Ismail; serta Ketua KPA Wilayah Samudera Pase, H. Abu Bakar A. Latif. Hadir pula jajaran eks kombatan dan masyarakat setempat.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Mualem mengatakan bahwa doa dan zikir bersama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para syuhada yang telah berjuang untuk martabat rakyat Aceh.

Ia menegaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi atas peringatan syahidnya Tgk. Amad Leupon pada 20 September 2004 silam.

“Meskipun kita telah melewati tanggal peringatan, maknanya tetap sama, mengenang perjuangan dan meneladani keikhlasan para pendahulu. Insya Allah, ke depan semua makam para syuhada akan dibenahi di wilayah masing-masing,” ujar Mualem.

Lebih lanjut, Mualem juga menyinggung komitmen implementasi perjanjian MoU Helsinki, terutama mengenai pemberdayaan mantan kombatan, tahanan politik (Tapol/Napol), dan korban konflik.

“Sudah dua puluh tahun berlalu, banyak hal yang belum terealisasi. Karena itu, kami mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan dana abadi bagi mantan kombatan GAM agar kesejahteraan dan semangat rekonsiliasi tetap terjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Panglima Muda Daerah III, Sofyan Ismail alias Chombet, menyampaikan bahwa pihaknya akan memulai program penataan makam syuhada secara bertahap dan berkelanjutan.

“Di wilayah Daerah III ini terdapat lebih dari 260 makam syuhada yang perlu dibenahi. Ini inisiatif bersama agar perjuangan dan pengorbanan mereka tidak dilupakan oleh generasi setelahnya,” tutur Chombet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Ramadhan 1447 H di Aceh Tenggara

27 Februari 2026 - 18:13 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Bara Amankan 75,92 Gram Ganja dari Sebuah Gubuk

26 Februari 2026 - 19:44 WIB

Perkara Sabu dan Ekstasi Puluhan Kilogram Disidangkan, Dua Terdakwa Dituntut Pidana Mati

25 Februari 2026 - 12:48 WIB

Bendung Tanjung Muda Tersumbat Sedimentasi, Bupati Batu Bara Ambil Langkah Cepat

24 Februari 2026 - 20:49 WIB

Tas Gunung dan Koper Pink Berisi 21.142 Gram Sabu Disergap di Lubuk Pakam, Dua Pria Diamankan

22 Februari 2026 - 08:55 WIB

Trending di News