Menu

Mode Gelap
Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta Begini Cara Warga Aceh Timur Akhirnya Mendapat Air Minum Layak Pascabanjir Menguak Keadaan di Kuala Simpang: Dua Bulan Pascabanjir, Lumpur dan Sampah Masih Mengurung Permukiman Warga

News

Teater Kolosal “Djenderal Soedirman” dari LSB Muhammadiyah DKI Jakarta Pentas di TIM

badge-check


					Teater Kolosal “Djenderal Soedirman” dari LSB Muhammadiyah DKI Jakarta Pentas di TIM Perbesar

Jakarta, harianpaparazzi.com — Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta kembali menghadirkan karya teater bersejarah bertajuk “Darah Sang Surya Mengalir di Tubuh Peta (Djenderal Soedirman)”.

Pementasan ini akan digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 4 November 2025, di bawah arahan Prof. Dr. Imamuddin S. Bumiayu, MM, M.Sc. selaku Sutradara penulis skenario, sekaligus Ketua LSB PWM DKI Jakarta.

Latihan yang dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober 2025 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua PWM DKI Jakarta Dr. Akhmad Abu Bakar, M.M., Prof. Dr. Agus Suradika, M.Pd., Prof. Bunyamin, M.Pd., Dr. H. Tajudin Nur, M.Pd., Dr. Nurlina Rahman, S.Pd., M.Si., Dr. Lelly Qodariah, M.Pd., Dr. Anita Damayanti, Dr. Rusjdy S. Arifin M.Sc., serta jajaran pimpinan wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap kegiatan seni yang sarat nilai perjuangan dan pendidikan karakter bangsa.

Namun yang menarik, Dr. Akhmad Abu Bakar, M.M. tak hanya hadir sebagai pimpinan, tetapi juga turut memerankan sosok Djenderal Soedirman dalam teater ini. Sementara itu, sutradara Prof. Dr. Imamuddin S. Bumiayu, MM, M.Sc. menekankan pentingnya ketelitian dan kesungguhan dalam setiap detail pementasan.

“Soedirman itu simbol keteguhan. Pangkatnya naik bukan karena jabatan, tapi karena semangat perjuangan. Maka setiap aspek, dari karakterisasi hingga kostum, harus mencerminkan nilai itu,” ujar Prof. Dr. Imamuddin S. Bumiayu, MM, M.Sc. dalam sesi latihan.

Beliau juga mengingatkan agar setiap pemain memahami konteks sejarah dengan cermat, termasuk detail kecil seperti penggunaan atribut dan perlengkapan yang sesuai masa pendudukan Jepang.
Sementara itu, Dr. Lelly Qodariah, M.Pd. menjelaskan bahwa persiapan pementasan akan terus dimatangkan dengan latihan lanjutan setiap minggu. Ia juga menambahkan informasi terkait distribusi tiket dan agenda latihan menjelang hari pertunjukan.

“Latihan 4x lagi jelas pementasan tanggal 4 November yang akan datang” ujar Dr. Lelly Qodariah, M.Pd.

Selain jajaran pimpinan dan sutradara, para pemain teater pun turut memberikan kesan dan harapan mereka terhadap kegiatan ini. Hamzah, salah satu pemeran muda, mengaku sangat antusias mengikuti latihan teater kali ini.

“Yang pertama pastinya seru sih, ya karena dapat bertemu dengan teman-teman baru terus juga dapat pengajaran-pengajaran tentang seputar teater yang sebelumnya nggak pernah didapatkan dari manapun.

Harapan saya semoga teater ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memberikan tontonan yang berkualitas serta pengajaran yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Hamzah.

Senada dengan itu, Okky, salah satu pemain yang memerankan dua karakter sekaligus, juga menyampaikan pengalaman berkesannya selama latihan.

“Saya rangkap jadi Komandan Jepang dan Komandan Belanda. Jujur, yang paling berkesan itu ada dua adegan di rumah Soedirman dan saat penangkapan bapaknya Soeharto. Dari latihan sebelumnya, dua adegan itu menurut saya sudah oke.

Karena saya rangkap, waktu gantinya cepat dan vibes-nya berbeda, apalagi dengan banyak pemain baru. Ini juga jadi ajang pembuktian buat teman-teman untuk jadi aktor terbaik yang mungkin akan terpilih untuk film tahun depan. Harapan saya latihan harus lengkap dan semua bisa all out agar lebih profesional, tapi overall sudah sangat bagus,” tutur Okky.

Melalui pementasan “Darah Sang Surya Mengalir di Tubuh Peta”, LSB PWM DKI Jakarta ingin menghadirkan karya seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme yang diwariskan oleh Djenderal Soedirman.

Dengan dukungan seluruh elemen, mulai dari sutradara, pemain, hingga jajaran pimpinan Muhammadiyah, pertunjukan ini diharapkan menjadi salah satu pementasan teater paling berkesan tahun ini di Jakarta.

“Kami ingin seni menjadi jalan dakwah dan pendidikan karakter,” tegas Prof. Dr. Imamuddin S. Bumiayu, MM, M.Sc.

“Lewat teater ini, generasi muda bisa belajar bahwa semangat juang Soedirman tak pernah padam.” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Satresnarkoba Polres Batu Bara Dini Hari Berujung Penangkapan Dua Pemuda

30 Januari 2026 - 12:27 WIB

Dari Sumut ke Dunia Internasional, Febby Chintya Simanjuntak Bersinar di CYLC 2026

30 Januari 2026 - 11:48 WIB

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar, Kejaksaan Negeri Batu Bara Gelar Jaksa Mengajar Bahasa Inggris

29 Januari 2026 - 11:39 WIB

FWK Ingatkan Pemerintah, Cabut 28 Izin Perusahaan, Tegakkan Hukum Bukan ‘Lip Service’

22 Januari 2026 - 11:48 WIB

Kolaborasi SMSI Batu Bara–Kejari: Sinergi Hukum dan Pengembangan SDM untuk Kemajuan Daerah

14 Januari 2026 - 16:00 WIB

Trending di News