Menu

Mode Gelap
Oknum Mantan Ketua PWI Aceh Utara Diduga Masih Kuasai Aset Organisasi, PWI Aceh: Seluruh Aset di Bawah Kendali PWI Aceh Abdul Halim Dituding Gelapkan Uang Organisasi, Bendahara Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Penyimpangan Dana Organisasi, PWI Aceh Ambil Alih Kepengurusan PWI Aceh Utara Menguak Krisis Air Bersih Kuala Simpang: Dua Jam Mengalir, Lima Hari Menunggu Kabar Gubernur Aceh Nikah Lagi Beredar di Medsos, Pemerintah Aceh Belum Beri Klarifikasi Diduga Tanpa Izin Camat dan Pemkab, Geuchik di Nibong Ikuti Bimtek Tertutup ke Medan, Per Desa Dipungut Rp15 Juta

Aceh

Puting Beliung Terjang Cot Girek, Lima Rumah Rusak, Balai Pengajian Porak Poranda

badge-check


Puting Beliung Terjang Cot Girek, Lima Rumah Rusak, Balai Pengajian Porak Poranda Perbesar

Lhoksukon, Harianpaparazzi – Udara mendung yang bergelayut siang itu tiba-tiba berubah menjadi gulungan angin kencang. Hanya dalam hitungan menit, suasana tenang di Cot Girek berubah menjadi kepanikan. Atap rumah beterbangan, balai pengajian roboh, dan aliran listrik lumpuh total.

Peristiwa puting beliung yang terjadi pada pukul 13.54 WIB tersebut memorakporandakan lima rumah warga dan satu balai pengajian di sejumlah gampong di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Cuaca ekstrem ini tak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menorehkan trauma dan kepanikan bagi warga.

Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Cot Girek Iptu Ade Syahputra, S.H. membenarkan kejadian itu. Menurutnya, dampak kerusakan cukup menyebar dan signifikan.

“Di Dusun Afdeling 1 Karet Gampong Cot Girek, rumah milik Muhammad Sulaiman (38) dan Julian (82) rusak berat di bagian atap. Sementara di Gampong Alue Drien, rumah M. Saleh (37) dan Balai Pengajian milik Ramli Husen mengalami kerusakan parah,” jelas Iptu Ade, Jumat (23/5).

Kerusakan lainnya dilaporkan di Gampong Beurandang Dayah dan Gampong Lueng Baro, masing-masing menimpa rumah milik Sumardi (48) dan Nurbari Ibrahim. Bagi warga, kehilangan atap bukan hanya tentang struktur, tapi juga tentang rasa aman yang runtuh bersamanya.

Lebih dari sekadar bangunan yang rusak, bencana ini juga menyebabkan gangguan listrik dan komunikasi. Warga terisolasi secara teknologi selama beberapa jam, menambah tekanan psikologis di tengah situasi darurat. Pemulihan jaringan baru dapat dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB.

“Personel kami bersama aparatur gampong terus melakukan pendataan lanjutan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan bantuan darurat,” lanjut Iptu Ade.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa, namun pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu, terutama di wilayah-wilayah rawan angin kencang.

Kejadian ini menambah daftar dampak nyata perubahan iklim yang kian ekstrem. Di balik angka dan data, ada masyarakat yang terguncang, ada pengajian anak-anak yang terganggu, dan ada kehidupan sederhana yang mendadak harus mulai dari titik nol. (firdaus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Danpas 1 Brimob Pelopor Dampingi Bupati Aceh Tamiang Lepas Taruna Latsitardanus ke-46 Tahun 2026

2 Maret 2026 - 00:21 WIB

Wamen PAN-RB Datangi Aceh Tamiang, Menyasar PNS, P3K dan CPNS

24 Februari 2026 - 18:50 WIB

Rapim Polda Aceh 2026, Kapolda Aceh Tegaskan Komitmen Implementasi Arahan Presiden dan Kapolri

24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gunakan Surat Palsu Berkop DPRA, Sindikat Penipuan Proyek Rumah Duafa Rugikan Kontraktor Lebih dari Rp200 Juta —Yahdi Hasan Bantah Terlibat

24 Februari 2026 - 11:49 WIB

Bupati dan Plt Sekda Aceh Utara Bersilaturahmi dengan Kasubdit Tipikor Polda Aceh

23 Februari 2026 - 13:55 WIB

Trending di Aceh