Menu

Mode Gelap
Menunggu Bantuan di Tengah Lumpur, Jerit Pengungsi Baktiya di Tanggap Darurat Keempat Proyek Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Utara Masih Tertunda, Baru Capai 53 Persen Menyingkap Akar Bencana: Banjir Bandang Aceh dan Dugaan Okupasi Hutan Ilegal Saat Jalan Terputus, Bantuan Tak Cukup Datang: Apa yang Harus Dilakukan untuk Bener Meriah, Takengon? Aceh Utara Dilanda Banjir Parah, Ayahwa Nilai Perhatian Pemerintah Pusat Belum Maksimal Komunikasi Pemkab Aceh Utara Tersumbat, Penanganan Banjir Dinilai Lambat!

Aceh

Puluhan Korban Penipuan Toko Emas di Langsa Desak Polisi Tuntaskan Kasus yang Sudah 3 Tahun Terbengkalai

badge-check


					Puluhan Korban Penipuan Toko Emas di Langsa Desak Polisi Tuntaskan Kasus yang Sudah 3 Tahun Terbengkalai Perbesar

Langsa, Harianpaparazzi — Puluhan warga yang menjadi korban dugaan penipuan oleh pemilik toko emas di Kota Langsa mendatangi Mapolres Langsa pada hari ini untuk menuntut kejelasan hukum atas laporan mereka yang telah mandek sejak tahun 2022. Dalam aksi damai tersebut, para korban menyuarakan keluh kesah serta kerugian yang mereka alami, dengan harapan agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas.

Kasus ini diduga melibatkan seorang oknum pengusaha toko emas yang menjanjikan investasi dan pembuatan emas, namun tidak menepati kesepakatan. Nilai kerugian yang diderita para korban bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga lebih dari satu miliar rupiah. Para korban berasal dari berbagai kalangan, termasuk pegawai swasta, PNS, bahkan anggota TNI dan Polri.

“Sudah tiga tahun kami menunggu keadilan, tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan. Kami sudah melapor sejak 2022, tapi kasus ini tidak ada kemajuan,” ungkap salah satu korban, Pak Madi, yang juga menjadi koordinator para korban.

Korban lainnya, Pak Khairul, menyatakan kerugiannya mencapai Rp450 juta, sementara korban lain mengaku kehilangan emas seberat 367 gram dan 49 mayam. Bahkan, ada yang mengalami kerugian hingga Rp793 juta.

Sebagian korban juga menyampaikan bahwa mereka telah berupaya mencari pelaku hingga ke Medan dan daerah lain di luar Aceh, namun belum berhasil. Pelaku diduga sudah melarikan diri ke luar daerah, bahkan berpindah-pindah antara Sumatera dan Jawa.

Dalam pertemuan dengan jajaran Reskrim Polres Langsa, para korban disambut oleh Kanit dan KBO. Pihak kepolisian berjanji akan membuka kembali dan menindaklanjuti kasus tersebut. Namun, para korban menyatakan bahwa mereka juga siap membawa kasus ini ke Polda Aceh atau bahkan Mabes Polri jika tak ada progres nyata.

“Kalau di Polres tidak ada itikad untuk menyelesaikan, kami akan naikkan ke Polda, bahkan Mabes. Kami ingin keadilan. Kami butuh kepastian hukum,” ujar seorang korban perempuan dengan suara bergetar.

Para korban berharap aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Langsa yang baru, serta Kapolda Aceh dan Mabes Polri, memberi atensi serius terhadap kasus ini yang telah merugikan banyak pihak, termasuk korban dari luar negeri seperti Malaysia.

“Kami hanya ingin hak kami kembali. Ini bukan masalah kecil. Ratusan orang jadi korban, tapi tidak ada kejelasan hukum. Kami mohon ini segera ditindaklanjuti,” pungkas salah satu korban.(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siltap Aparatur Desa di Aceh Tenggara 4 Bulan Belum Dibayar, Ini Kata Kaban Pengelolaan Keuangan Daerah

12 Januari 2026 - 20:26 WIB

Sebulan Bertahan di Balai Desa, Pengungsi Banjir Baktiya Menanti Hunian Sementara

12 Januari 2026 - 16:19 WIB

Brimob Aceh dan Brimob Banten Gotong Royong Bersihkan Mesjid Di Aceh Utara

10 Januari 2026 - 16:15 WIB

Didampingi Pengacara, Warga Blang Panyang Laporkan Dugaan Perusakan Kebun Libatkan PJ Geuchik

10 Januari 2026 - 16:14 WIB

Proyek Jalan PT Krung Meuh Putuskan Listrik Warga, Kodim dan Danramil Diminta Klarifikasi

10 Januari 2026 - 12:09 WIB

Trending di Aceh