Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Pemerintah Pastikan Telah Mempersiapkan Kebutuhan Pangan Untuk Program Makan Bergizi Gratis Januari 2025

badge-check

Pemerintah Pastikan Telah Mempersiapkan Kebutuhan Pangan Untuk Program Makan Bergizi Gratis Januari 2025 Perbesar

JAKARTA, harianpaparazzi.com — Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi optimis Indonesia dapat mempercepat swasembada seperti yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan begitu, kata Arief, pemerintah bisa menekan kebijakan impor pada tahun 2025 mendatang.

“Bukan hanya beras, saya katakan apa yang ada di depan mata saat ini sudah swasembada. Kita tahu dari neraca kebutuhan nasional, ayam kita sudah swasembada, telur juga demikian. Jadi saya yakin untuk beras dapat swasembada dalam waktu dekat,” ujar Arief dalam dialog ID TV, Jumat, 20 Desember 2024.

Kepala NFA memastikan, kebutuhan pangan menjelang natal dan tahun baru dapat dipastikan aman dan terkendali.

Ia menjamin cadangan beras Bulog berada di angka 2 juta ton. Sedangkan cadangan secara nasional mencapai 8 juta ton.

“Yang lain, cabai, bawang merah, daging, minyak, gula sampai terigu dalam posisi aman,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan telah mempersiapkan kebutuhan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan berlangsung pada Januari 2025 mendatang.

Bagi Bapanas, program MBG harus berjalan sukses karena berkaitan dengan pemenuhan gizi siswa usia sekolah.

“Ya ini program (MBG) keren banget, jadi seluruh menteri, seluruh stakeholder itu diminta satu adalah swasembada pangan yang dua kita harus sukseskan makan bergizi gratis. Nah yang pertama mengenai swasembada pangan tahun 2025 kita memang sudah niatkan untuk tidak impor karena bisa diproduksi dalam negeri. Kemudian berikutnya makan bergizi ini bisa membangun ekonomi kerakyatan dan ekonomi pedesaan,” katanya.

Arief menambahkan swasembada dan juga makan bergizi gratis akan menjadi fokus perhatian Bapanas agar bisa berjalan secara baik.

Apalagi, kata Arief, Bapanas dan Badan Gizi Nasional telah melakukan beberapa pertemuan khususnya dalam membahas ketersediaan komoditas pangan.

“Ini kesempatan desa untuk membangun ekonominya juga sehingga nanti janqgan sampai kita dengar lagi ada orang buang cabe, buang-buang komoditas strategis, karena harganya jatuh karena panennya bersamaan misalnya. Ini sudah kita bicarakan bersama Badan Gizi Nasional dan lembaga kementerian lain,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tata Kelola Wali Nanggroe Jadi Perhatian dalam Evaluasi Kekhususan Aceh

30 Sep 2026 - 21:36 WIB

Tata Kelola Wali Nanggroe Jadi Perhatian dalam Evaluasi Kekhususan Aceh

TNI AL Sabet Penghargaan Ganda Pemprov Kepri

25 Sep 2026 - 17:57 WIB

TNI AL Sabet Penghargaan Ganda Pemprov Kepri

Meski Telah Kantongi Putusan Bebas MA, Rido Panjaitan Masih Mendekam di Rutan dan Keluarga Ajukan Penangguhan ke Ketua PN Medan

25 Sep 2026 - 14:08 WIB

Meski Telah Kantongi Putusan Bebas MA, Rido Panjaitan Masih Mendekam di Rutan dan Keluarga Ajukan Penangguhan ke Ketua PN Medan

Polres Taput Tetapkan RBS Tersangka Cabul Terhadap Putri Kandung

23 Sep 2026 - 15:05 WIB

Polres Taput Tetapkan RBS Tersangka Cabul Terhadap Putri Kandung

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Tegaskan Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024 Bukan Korupsi, Rido Panjaitan Resmi Bebas

23 Sep 2026 - 08:11 WIB

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Tegaskan Kasus Bimtek Guru Batu Bara 2024 Bukan Korupsi, Rido Panjaitan Resmi Bebas
Trending di News